Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 68 Rencana Bu Astrid


__ADS_3

Wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu nampak menganga, saat dia melihat Alka yang baru keluar dari kamar. Bocah kecil itu terus saja menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat Bu Astrid menatapnya dengan tidak berkedip.


"Nyonya, kenapa bengong? Apa Alka ganteng," tanya Alka dengan memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Bu Astrid tidak menjawab pertanyaan Alka, tetapi dia malah bertanya pada Summer, "Apa ini anaknya Rain? Wajahnya, mirip sekali dengan Rain saat masih kecil."


"Iya, Tan. Apa Rain sudah bicara dengan Tante soal Alka?" tanya Summer dengan melihat ke arah Bu Astrid yang masih terlihat kaget.


"Iya, namamu Alka, Nak? Ayo ke sini, beri Nenek pelukan!" Bu Astrid segera merentangkan tangannya yang justru membuat Alka bingung dengan orang asing yang baru pertama kali ditemuinya.


"Sayang, ini ibunya Papa Rain. Berarti, neneknya Alka, seperti Omah," jelas Summer memberi pengertian pada putranya.


"Halo Nenek, aku Alka." Anak laki-laki itu tersenyum manis pada Bu Astrid. Dia pun langsung masuk ke dalam pelukan wanita paruh baya itu.


Sayang, kamu benar-benar mirip dengan Papa kamu waktu kecil. Kakek kamu pasti menyesal kalau dia tidak mau mengakui kamu sebagai cucunya, batin Bu Astrid.


Setelah merasa puas berpelukan, Bu Astrid pun membawa Alka duduk di sofa. Dia tersenyum pada Summer yang terlihat kikuk di depan ibu dari laki-laki yang dicintainya. "Summer, kapan bertemu lagi dengan Rain?"


"Belum ada setahun, Tan."


"Oh, Alka sekarang umurnya berapa tahun?" tanya Bu Astrid lagi.


"Empat tahun lebih."

__ADS_1


"Berarti saat Rain ... Maaf Summer, waktu itu Tante tidak bisa membantu Rain. Tapi sekarang, Tante pastikan, Tante akan membantu Rain untuk mendapatkan restu dari Ayahnya."


"Maksud Tante, Om belum bisa menerima aku? Apa Om juga menolak kehadiran Alka?"


"Tidak-tidak ... Bukan begitu maksud Tante. Bagaimana kalau Alka ikut dengan Tante dulu ke rumah. Tante ingin tahu bagaimana sikap ayah pada Alka," ucap Bu Astrid merasa tidak enak hati pada Summer.


"Maaf Tante, aku tidak bisa melepas Alka sendiri."


"Gimana ya? Maksud Tante, biar Alka dekat dulu dengan om, sebelum om tahu kalau Alka putra kamu dengan Rain. Kalau memori om bagus, pasti dia ingat dengan wajah Rain waktu kecil yang sangat mirip dengan Alka," jelas Bu Astrid untuk meyakinkan Summer.


"Nenek, apa Kakek tidak menyukai aku dan Bunda?" tanya Alka yang sukses membuat kedua orang dewasa itu saling berpandangan.


"Bukan seperti itu, Sayang. Kakek tidak tahu kalau Alka ada. Pasti Kakek butuh waktu untuk menerima kenyataan kalau ternyata kakek sudah memiliki cucu yang menggemaskan seperti Alka. Nenek yakin kalau Kakek pasti akan menyukai Alka."


"Alka mengerti! Bunda jangan khawatir, Alka akan baik-baik saja bersama dengan Nenek," bujuk Alka meyakinkan bundanya. "Nanti Alka telpon Papa ya Bun. Biar Papa yang temani Bunda di sini."


"Iya, betul itu. Rain bisa melihat keadaan rumah kami dari rekaman CCTV yang tersambung ke ponselnya. Sebentar, Tante hubungi Rain dulu."


Bu Astrid terlihat tidak sabaran untuk menghubungi Rain. Entahlah, saat dia mendengar kalau Rain dan Summer sudah memiliki anak. Apalagi melihat Alka berdiri di depannya, rasanya dia tidak tega untuk memisahkan Rain dengan Summer. Seperti apa yang diinginkan oleh suaminya.


"Hallo, assalamu'alaikum Bu!" sapa Rain di seberang sana.


"Wa'alaikumsalam. Rain, Ibu sedang di rumah Summer. Cepetan kamu ke mari. Ibu mau membawa Alka ke rumah."

__ADS_1


"Apa Bu, membawa Alka? Apa Summer setuju?" terdengar suara Rain yang panik dengan apa yang ibunya katakan.


"Makanya kamu cepat ke sini! Jangan lama-lama, nanti keburu malam."


"Aku tutup ya, Bu! Aku ke sana sekarang. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Terlihat Bu Astrid menghela napas dalam setelah sambungan teleponnya terputus. Namun, sesaat kemudian dia tersenyum ke arah Alka yang sedari tadi melihatnya. Bu Astrid pun mengelus lembut rambut Alka sebelum dia berbicara.


"Sebentar lagi Papa ke sini. Nanti Alka ikut dengan Nenek ya ke rumah."


"Tante, apa tidak bisa kalau besok saja. Ini sudah sore," ucap Summer yang merasa kurang setuju dengan apa yang ibu kekasihnya rencanakan.


"Justru itu Summer. Ini waktu yang tepat untuk membuat Alka menginap di rumah Tante, tanpa Om merasa curiga. Nanti Tante mau bilang kalau Tante tidak sengaja menemukan Alka di jalan."


Bagaimana ini, Tante Astrid kekeh banget buat ajak Alka ke rumahnya. Aku takut nanti papanya Rain mengusir dia karena Alka lahir dari wanita yang tidak diharapkan sebagai menantunya, batin Summer.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2