
Siang yang terik tidak menjadi alasan untuk seorang laki-laki tampan melajukan mobilnya menuju ke toko baju milik Hanna. Kerinduannya pada ibu dan anak itu, membuat Billy semakin mempercepat laju kendaraannya.
Sebulan lebih dia tidak mengunjungi Summer, karena kesibukannya yang harus mengurus perusahaan cabang yang baru di bukanya, membuat Billy harus mau menahan rasa rindunya. Sesampainya di toko, dia disambut oleh bocah kecil yang selalu dia jadikan alasan untuk mendekati Summer.
"Mbak Hanna apa kabar?" Billy langsung menyapa Hanna yang ada di meja kasir.
"Alhamdulillah, baik. Bang Billy kemana saja, kirain Mbak sudah lupa?" tanya Hanna balik, karena memang sudah lama Billy tidak mengunjungi Alka.
"Ada pekerjaan di luar kota, Mbak." Billy melihat ke bawah meja kasih, ternyata Alka sedang asyik merangkai mobil robot yang bisa dibongkar pasang. "Hallo Ganteng, tidak kangen sama, Om?"
"Hayow, Om. Aka kangen sama, Om." Alka langsung memeluk Billy yang merentangkan tangannya.
"Om, sibuk kerja. Tapi sekarang, sudah tidak terlalu sibuk. Kita makan siang sama Bunda kamu yuk!" ajak Billy.
"Bunda kan keja, Om. Sekayang jadi bu guyu," jawab Alka apa adanya.
"Apa benar begitu, Mbak?" tanya Billy memastikan.
"Iya, sekarang Summer mengajar di sekolah Cendekia Utama," jawab Hanna membenarkan ucapan Alka.
"Alka, mau main ke sana tidak? Kita jemput Bunda yuk!" ajak Billy.
"Memang boyeh, Om? Nanti Bunda mayah," tanya Alka sedikit khawatir.
"Tidak akan. Kita menunggu Bunda kamu selesai mengajar di ruangan kepala sekolah. Om kenal dengan kepala sekolahnya. Mbak, boleh aku membawa Alka?" tanya Billy.
"Gimana ya? Mbak khawatir nanti Alka merepotkan kamu lagi."
"Tidak akan, Mbak. Alka anak yang baik. Benar, kan Alka?" Billy menatap bocah laki-laki itu dengan penuh harap.
"Iya, Aka kan anak baik." Alka tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
"Ya sudah, hati-hati ya Alka!" pesan Hanna sebelum Billy membawa bocah kecil itu.
Billy pun segera berpamitan dan bergegas mejnuju ke sekolah tempat Summer mengajar. Bukan hal yang sulit bagi dia untuk masuk ke lingkungan sekolah itu. Karena memang, Billy merupakan cucu dari pemilik sekolah tempat Summer bekerja. Namun, laki-laki itu tidak pernah mengatakan hal apapun tentang keluarganya pada Summer.
Tidak butuh waktu lama untuk Billy sampai di sekolah itu. Dia langsung menuju ke ruang kepala sekolah dengan menuntun Alka. Karena memang, anak laki-laki itu tidak suka di perlakukan seperti anak kecil.
"Om, kenapa Bunda tidak ada?" tanya Alka celingukan mencari keberadaan ibunya
"Belum waktunya jam istirahat, Om sudah mengirim pesan sama Bunda Alka agar langsung ke ruang kepala sekolah."
"Oh!" Alka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia hanya mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling lingkungan sekolah. Sampai fokus matanya terhenti pada sesosok wanita yang sedang berjalan di koridor.
"Om, hati-hati ada tante jahat!"
__ADS_1
"Siapa tante jahat?" tanya Billy heran.
"Tuh, yagi jayan!" tunjuk Alka pada Yasmin. "Ayo Om, nanti tante jahatnya melihat ke sini!"
Alka langsung menarik tangan Billy agar mempercepat langkah kakinya. Akhirnya Billy hanya menurut dengan ajakan Alka. Saat sudah tiba di depan ruang kepala sekolah, barulah Alka menghentikan langkah kakinya.
"Kho Alka tahu ruang kepala sekolah? Memangnya pernah diajak bunda ke sini?" tanya Billy heran.
""Aka kan baca tuyisan di atas itu," tunjuk Alka pada tulisan yang tertera di depan ruangan itu.
"Memang Alka sudah bisa baca?"
"Sudah dong, Om!" Alka tersenyum bangga .
Billy tersenyum menanggapi ucapan bocah kecil, seraya dia mengetuk pintu kepala sekolah. Setelah dipersilakan masuk, Billy pun segera membawa Alka masuk ke dalam ruangan itu. Tentu saja hal itu membuat Pak Juanda kaget saat melihat Alka dan Billy masuk ke dalam ruangannya.
"Loh, Den Billy kenal Alka juga?"
"Kenal Om, aku kan papanya Alka. Calon sih," canda Billy.
"Syukurlah! Om senang mendengarnya. Apa mau bertemu dengan Bu Summer?" tebak Pak Juanda.
"Iya, Om. Ijinkan dia mengajar setengah hari ya, Om! Kita mau makan siang bersama," pinta Billy.
"Boleh saja. Alka mau minum apa, nanti Bapak minta penjaga sekolah membelinya."
Pak Juanda pun akhirnya mengobrol dengan Billy setelah dia menyuruh penjaga sekolah menyimpan minuman dan makanan untuk tamunya, sampai akhirnya terdengar suara bel tanda istirahat siang berbunyi. Alka langsung bangun dari duduknya ingin menyambut kedatangan bundanya.
Tok ... Tok ... Tok ....
Terdengar bunyi pintu ada yang mengetuk, Pak Juanda pun segera mempersilakan tamunya masuk ke dalam. Terlihat Summer menyembulkan kepala. Dia tersenyum manis saat melihat putranya ada di sana.
"Silakan duduk, Bu Summer!" suruh Pak Juanda.
"Bunda, Aka kangen!" seru Alka dengan berlari ke pelukan ibunya.
"Bunda juga kangen sama Alka," ucap Summer dengan tersenyum.
"Sama Abang kangen gak nih?" goda Billy tersenyum nakal pada Summer.
"Bisa aja nih Abang. Ke mana saja Bang, baru kelihatan?" tanya Summer dengan mendudukkan bokongnya di samping Billy.
"Abang ada kerjaan di luar kota. Kita berangkat sekarang saja yuk! Om, aku pinjam dulu ya!" pamit Billy.
"Abang tunggu di parkiran saja, ya! Aku mengambil tas dulu," ucap Summer. "Saya permisi, Pak!"
__ADS_1
"Iya, silakan Bu Summer!"
Summer pun kembali ke ruang guru untuk membereskan barang-barangnya. Setelah semua rapi, dia segera menyusul Billy ke parkiran. Untung saja mereka tidak berjalan bersama, bisa-bisa jadi bahan gosip Yasmin yang terus saja memperhatikan Summer saat wanita cantik itu sedang merapikan barangnya dan berpamitan pada Juliet.
Kini ketiganya sudah berada di sebuah restoran sea food yang ada di tepi pantai. Saling bercerita sambil menikmati hidangan makan siang. Sampai akhirnya Billy mengelap saos yang ada di sudut bibir wanita cantik itu, membuat Alka berkomentar.
"Bunda, kaya anak kecing aja, makannya beyepotan."
"Bukan anak kecil, Alka. Tapi Bunda pembuat anak kecil," seloroh Billy.
"Abang, bicaranya!" tegur Summer.
"Iya, iya maaf. Habis makan, kita main ke mana nih?" tanya Billy.
"Pulang saja ya, Bang. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," ucap Summer.
"Ya, udah kalau mau pulang. Alka, kita jalan-jalannya kalau Bunda libur sekolah ya!"
"Hoyeyy ... Jayan-jayan, makasih Om!"
Selesai mereka menikmati hidangannya, Billy pun mengantarkan Summer dan Alka pulang karena dia juga diminta datang ke perusahaan. Ada sedikit masalah di kantor cabangnya.
"Makasih, ya Bang untuk makan siangnya," ucap Summer saat dia sudah sampai di rumah. Dia menggendong Alka yang tertidur.
"Iya sama-sama. Nanti hari Sabtu Abang jemput ya! Kita ajak Alka main ke mall."
"Iya, Bang"
Billy pun langsung melajukan mobilnya setelah berpamitan dengan Summer. Begitupun dengan Summer yang langsung ke kamarnya untuk menidurkan Alka. Namun saat dia akan ke dapur, Summer dipanggil oleh Radid yang sudah pulang kerja sedari tadi.
"Ada apa, Bang?" tanya Summer setelah dia duduk di sofa tidak jauh dari sepupunya itu.
"Summer, sudah tiga tahun Billy terus mendekati kamu. Apa tidak ada perasaan suka sedikit saja untuk dia? Abang lihat, dia orangnya baik. Perhatian sama kamu dan Alka. Dia juga bisa menerima status kamu. Kalau cinta, mungkin seiring kebersamaan kalian, lama-lama juga akan tumbuh." Radid menghentikan ucapannya. Dia menatap lekat adik sepupunya yang sedang menundukkan kepala.
"Summer, lebih baik kita dicintai daripada terus mencintai tapi yang kamu dapatkan hanya kekecewaan. Cobalah buka hati kamu untuk Billy dan lupakan Rain! Laki-laki itu, mungkin sudah bahagia bersama dengan anak dan istrinya."
Memang benar apa yang Bang Radid katakan. Tapi aku belum bisa menghapus namanya di hatiku. Meskipun, aku ingin sekali melupakannya. Tapi bayangan dia selalu menari di ingatanku, seperti potongan film yang datang silih berganti.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kak! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
Sambil nunggu update Summer-Rain, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini
__ADS_1