
Sebuah rumah yang megah dengan halaman rumah yang luas. Tidak ketinggalan kolam renang yang ada di bagian belakang rumah, kini menjadi tempat Summer dan Alka berlindung dari teriknya sinar mentari dan dinginnya angin malam.
Meskipun demikian, hal itu tidak membuat Alka terlalu suka karena dia harus berpisah dengan Rain. Sementara Summer, terlihat sungkan pada semua orang yang bekerja di sana, karena mereka terlihat begitu patuh dan hormat pada Billy dan juga dirinya.
"Alka, nanti tidur dengan Mbak yang jaga Alka ya di kamar sebelah. Ingat, tidak boleh masuk ke kamar Mama dan Papa tanpa mengetuk pintu. Apalagi, kalau sampai menyelinap masuk ke dalam kamar. Jangan samakan rumah Papa dengan rumah Ayah kamu," pesan Billy setibanya mereka tiba di rumah Billy.
"Iya, Papa!" sahut Alka celingukan melihat rumah megah itu.
"Ayo, Bunda antar ke kamar!" ajak Summer sambil menuntun Alka. Karena semua baju Alka sudah dibawa oleh pembantu rumah.
"Summer, jangan lama-lama! Abang tunggu di kamar," ucap Billy dengan memegang bokong Summer. Dia pun mengedipkan matanya sebelah memberi kode pada Summer.
"I-iya, Bang!" sahut Summer yang mendadak gugup dengan apa yang Billy katakan.
Dia pun bergegas mengajak Alka ke kamarnya yang sudah Billy siapkan untuk Alka. Sebuah kamar yang lumayan luas. Bahkan lebih luas dari kamarnya di rumah Radid. Dengan tempat tidur sorong dan televisi serta meja belajar sudah ada di sana. Tidak ketinggalan lemari baju dengan motif superhero dan satu lemari laci yang menyimpan banyak mainan.
"Bunda, ini semua buat Alka?"
"Iya, Sayang. Papa Billy menyiapkan semua ini untuk Alka agar Alka betah di sini. Jadi Alka harus nurut sama Papa Billy." Summer mengelus lembut rambut Alka dengan penuh kasih sayang.
"Maaf Mbak! Namanya siapa ya!" tanya Summer pada seorang wanita muda yang akan menjadi pengasuh Alka.
"Saya Idah, Nyonya!"
"Kenalkan nama saya Summer. Tolong jaga putra saya ya, Mbak!"
"Baik, Nyonya! Anda tidak perlu khawatir, saya seorang pengasuh yang profesional."
Summer tersenyum pada pengasuh muda itu, dia pun kembali melihat ke arah Alka kemudian berjongkok di depan putranya. "Baik-baik sama Mbak ya! Bunda mau menemui Papa dulu," pamitnya.
"Iya, Bunda! Alka sayang sama Bunda," ucap Alka langsung memeluk Summer.
Summer langsung beranjak pergi ke kamarnya setelah di memastikan kalau Alka baik-baik saja saat dia tinggalkan. Wanita cantik itu menghela napas dalam sebelum dia masuk ke dalam kamarnya.
Aku harus siap menjadi seorang istri seutuhnya. Meskipun hatiku masih dipenuhi dengan nama Rain. Tapi aku yakin, kalau Bang Billy dapat membuat aku melupakan dia seutuhnya, batin Summer.
__ADS_1
Perlahan dia membuka pintu kamarnya, terlihat di sana Billy sedang duduk di tempat tidur dengan ponsel di tangannya. Dia langsung tersenyum saat melihat Summer masuk ke dalam kamar. Tangannya terulur, meminta Summer agar mendekat ke arahnya.
"Kenapa ragu untuk mendekat? Bukankah sepasang suami istri sudah biasa berdekatan tanpa jarak bahkan saling menyatu." Billy langsung menarik Summer hingga wanita cantik itu jatuh ke dalam pelukannya. "Summer, bisa kan kalau kita melakukannya sekarang?"
Tanpa menunggu jawaban dari Summer, Billy langsung meraup bibir tipis Summer yang selalu menggodanya untuk menyesap dan mengeksplor seisi mulut gadis itu. Tangannya yang begitu terampil langsung bergerilya menyentuh titik sensitif Summer.
Dia tidak mau melewatkan satu bagian pun untuk tidak dia sentuh. Sampai akhirnya, tangan Billy menyentuh pada pangkal paha Summer dan merasakan basah di area sana, Dia langsung melepaskan pagutannya. Billy melihat ke arah tangannya dan terlihat warna merah pucat di jarinya.
"Kamu sedang datang bulan?" tanya Billy dengan nada ketus.
"Mu-mungkin, Bang!" sahut Summer dengan melihat kearah tangan Billy yang laki-laki itu acungkan.
"Sial! Percuma aku tidak pergi ke kantor, kalau ternyata kamu sedang datang bulan. Sudahlah! Aku mau pergi kerja saja." Billy langsung beranjak pergi meninggalkan Summer sendiri di kamarnya.
Laki-laki itu langsung menghubungi Yasmin untuk segera menemuinya di apartemen. Dia harus mendapatkan pelepasan untuk menghilangkan pening di kepalanya. Hanya Yasmin, untuk saat ini yang selalu bisa memuaskan hasratnya. Apalagi, Yasmin selalu menurut gaya apapun yang dia inginkan, termasuk gaya koboy yang mencambuk kudanya.
Sementara Summer jadi tidak enak hati karena dia belum bisa melayani suaminya. Akhirnya, dia hanya menemani Alka istirahat untuk memulihkan kesehatannya. Sampai hari sudah menjelang malam, Billy belum juga kembali pulang ke rumah.
"Bang Billy ke mana? Katanya mau kerja, tapi sampai malam begini belum juga pulang," gumam Summer.
"Nyonya, jangan menunggu Tuan! Kalau sudah jam segini tidak pulang, biasanya Tuan tidak akan pulang ke rumah. Mungkin sibuk dengan pekerjaannya," ucap pembantu rumah Billy yang terlihat sudah berumur.
"Begitu ya, Bi. Apa Bang Billy sering seperti ini?" tanya Summer penasaran.
"Iya, Nyonya. Paling nanti pulang pagi untuk ganti baju dan berangkat lagi."
"Begitu, ya! Apa setiap hari dia lembur di kantornya?"
Pembantu itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia langsung berlalu pergi ke kamarnya setelah mematikan lampu dan mengunci pintu ruang tamu serta lampu-lampu yang sekiranya tidak dipakai ruangannya.
Sementara Summer langsung pergi ke kamarnya. Karena Alka tidur dengan pengasuhnya. Dia mencoba memejamkan mata, tetapi pikirannya terus berkelana. Membuat rasa kantuknya, enggan untuk mendekat.
Akhirnya wanita cantik itu memilih untuk menulis cerita lagi. Karena semenjak Alka sakit, dia tidak publish ceritanya. Padahal banyak pembaca yang menunggunya. Namun, sesaat dia menghentikan tangannya untuk mengetik saat melihat pesan masuk ke ponselnya.
Papa Alka
__ADS_1
[Summer, bagaimana keadaan Alka? Apa dia rewel?]
^^^[Tidak kho! Dia sudah tidur dengan Mbak yang menjaganya]^^^
[Oh, Billy menyiapkan pengasuh untuk Alka?]
^^^[Iya, semuanya sudah dia siapkan]^^^
[Syukurlah!]
[Kenapa kamu belum tidur]
^^^[Aku belum ngantuk]^^^
[Suami kamu?]
^^^[Bang Billy sedang di ruang kerjanya]^^^
[Aku titip Alka ya! Jangan percayakan Alka sepenuhnya pada pengasuh. Tolong kamu pantau juga]
^^^[Iya, Rain. Kamu tenang saja. Aku pasti akan menjaga Alka dengan baik]^^^
[Sudah hampir pagi, tidurlah!]
^^^[Iya, kamu juga istirahat. Jaga kesehatan!]^^^
[Iya, Bunda Cantik. See you ... Muachhh]
Summer tidak membalas lagi pesan dari Rain. Dia hanya menghembuskan napasnya kasar. Summer terkadang merasa lucu dengan hidupnya. Setiap orang yang dia harapkan menjadi pendampingnya, ternyata hanya mengecewakan dia. Tidak Rain, tidak Billy.
Meskipun dia terus meyakinkan hatinya kalau Billy laki-laki yang baik untuknya. Namun entah kenapa, dia merasa kecewa dengan sikap Billy yang pergi begitu saja saat dia tidak bisa melayani kebutuhan biologis laki-laki itu.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....