Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 42 Bunda boong, ya!


__ADS_3

Melihat keadaan Alka yang sudah bisa diajak bicara kembali, membuat hati Summer sedikit tenang. Dia dengan telaten merawat dan menjaga Alka. Begitupun dengan Rain yang selalu menginap di rumah sakit. Meskipun saat siang hari dia harus pergi bekerja. Namun, saat malam hari dia menjaga Alka di rumah sakit.


"Summer, sudah tiga malam kamu tidak pulang. Apa suami kamu tidak akan marah? Biar Alka bersamaku. Kamu pulanglah!" suruh Alka, saat dia baru saja sampai di rumah sakit sepulang kerja.


"Tidak Rain! Aku akan tetap menjaga Alka sampai dia sembuh. Aku tidak mau meninggalkan putraku dalam keadaan sakit. Kamu tahu, Alka satu-satunya harta yang aku milikki. Tidak mungkin aku menitipkannya pada orang lain. Meskipun itu ayah kandungnya sendiri," ucap Summer sendu.


"Tapi Summer, bagaimana dengan suami kamu?"


"Bang Billy sedang keluar kota mengurus proyek barunya."


"Apa Billy pernah datang ke sini?"


Summer tidak menjawab pertanyaan Rain. Dia hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Rain pun hanya mendengus kasar melihat jawaban dari Summer.


"Sepertinya Billy tidak menyukai Alka. Bagaimana kalau Alka tinggal bersamaku saja. Setidaknya sampai dia bisa menjaga dirinya. Kamu tenang saja, aku tidak akan menikah lagi kalau bukan dengan kamu. Cukup satu kali aku menikah dengan gadis yang tidak aku cintai," tutur Rain dengan melihat ke arah Summer.


"Rain, apa istrimu juga tidak akan marah, kamu menginap terus di sini?"


"Tidak akan. Aku sudah berpisah dengan Yasmin."


"Bunda!" panggil Alka yang baru bangun dari tidurnya.


"Iya Sayang. Kenapa? Apa Alka mau minum?" tanya Summer dengan menghampiri putranya.


"Iya!" sahut Alka pelan.


Summer pun memberikan minum pada putranya. Dia mengelus lembut rambut Alka. Begitupun dengan Rain yang ikut menghampiri putranya.


"Sayang mau makan tidak? Papa bawa susu dan buah buat Alka. Ada pisang, anggur, sama jus alpukat. Mau ya!" rayu Rain.


"Jus," ucap Alka


Rain pun dengan sigap memberikan jus pada Alka, dia sengaja menyempatkan untuk membeli buah dan susu, sebelum dia menemui putranya. Tidak ketinggalan untuk makan malam dia dan Summer pun, sudah Rain siapkan. Setelah menghabiskan jusnya, anak kecil itu kembali tertidur.


"Tidurlah dulu Rain, kalau kamu lelah. Aku mau mengangkat panggilan telepon dulu," ucap Summer kemudian berlalu pergi meninggalkan Rain yang melihat ke arah Summer.


Sesampainya di luar ruangan, Summer pun segera menerima panggilan dari Billy. Suaminya itu, hanya sekali menelponnya. Itu pun karena dia mau berpamitan untuk ke luar kota. Sementara Radid, selalu menyempatkan diri menjenguk Alka sebelum dia ke kantor.

__ADS_1


"Hallo, Bang. Apa kabar?" tanya Summer saat sudah tersambung.


"Abang baik. Summer, kapan Alka pulang?"


"Belum tahu, Bang. Panasnya masih naik turun."


"Kenapa tidak dipindah ke rumah sakit yang lebih baik? Apa Rain tidak sanggup membayar rumah sakit yang elit?"


"Bang, masalahnya bukan seperti itu. Di sini juga pelayannya baik."


"Sudahlah Summer, kamu selalu saja membela mantan kekasih kamu itu. Padahal dia sudah mencampakkan kamu saat hamil. Sementara aku yang selalu ada saat kamu butuh, tidak kamu hargai. Istri macam apa kamu?"


"Bang, aku ...."


"Sudahlah aku tutup! Telpon aku kalau Alka mau pulang. Nanti aku jemput dan langsung pulang ke rumahku."


Tanpa menunggu balasan dari Summer, Billy langsung penutup panggilan teleponnya. Dia sangat kesal mendengar Summer masih suka membela Rain. Dia pun langsung menghubungi Yasmin agar datang ke hotel yang sudah dia booking, untuk mereka menghabiskan malam yang panjang dengan berbagi peluh.


Dia sengaja mengatakan sedang dinas ke luar kota pada Summer. Agar dia punya alasan untuk tidak menjenguk Alka. Rasanya Billy malas jika harus bertemu dengan saingan cintanya setiap hari.


Sementara Summer langsung kembali ke kamar inap Alka. Terlihat Rain sedang mengerjakan tugas kantornya. Laki-laki itu melirik sekilas ke arah Summer saat dia masuk ke dalam. Namun, sesaat kemudian, dia kembali sibuk dengan pekerjaannya.


"Tidak apa, aku belum lapar."


"Summer, apa Billy memarahi kamu?"


"Tidak, dia bilang akan menjemput Alka kalau pulang nanti."


...***...


Setelah seminggu sudah Alka dirawat. Kini kondisinya sudah jauh lebih baik. Dia pun akhirnya mau tinggal bersama dengan Billy setelah Rain terus menasehati putranya dengan perlahan.


Seperti janjinya, Billy pun datang ke rumah sakit untuk menjemput Alka. Dia membawa mainan robot yang besar untuk putra sambungnya. Namun Alka hanya bersikap biasa saja saat dia menerima hadiah dari Billy.


"Terima kasih, Om!" ujar Alka dengan memaksakan tersenyum.


"Syukurlah kamu sudah sehat. Pulang ke rumah Papa ya! Mulai sekarang jangan panggil Om lagi, tapi Papa Billy."

__ADS_1


"Iya, Pah!" sahut Alka pelan.


"Anak pintar!" puji Billy dengan mengacak-acak rambut Alka. "Summer sudah siap belum?"


"Sudah, Bang. Tapi Rain masih menunggu administrasi. Nanti kalau kita pergi sekarang, dia akan kaget kalau ruangannya kosong."


"Ck! Biarkan saja, Summer! Kamu tuh terus saja peduli sama dia. Laki-laki yang tidak bertanggungjawab itu." Billy mendengus kasar mendengar nama Rain di sebut.


Melihat kekesalan Billy, Alka langsung sembunyi di balik badan Billy. Dia tidak suka mendengar Billy menghina papanya. Apalagi Alka selalu teringat sorot kemarahan Billy pada Rain waktu itu.


"Tidak apa, Sayang! Papa Billy tidak marah sama kamu, Nak. Alka jangan takut ya!" bujuk Summer pelan saat melihat Billy akan keluar dari ruang inap.


"Summer, aku tunggu di mobil saja. Suruh mantan kamu itu yang membawa barang-barang putramu," ucap Billy di ambang pintu.


"Iya, Bang!"


"Bunda, apa Om Billy akan marah-marah terus? Alka pernah lihat Om marah-marah sama Papa, apa sama Alka juga akan marah-marah?"


"Tidak Sayang, nanti di depan Om Billy jangan panggil Om. Tapi panggil Papa, biar Papa Billy tidak marah sama Alka. Lagipula, Papa Billy tidak sukanya hanya sama Papa karena takut anak setampan Alka lebih sayang sama Papa Rain."


"Bunda boong ya! Om Billy tidak sayang sama Alka, Om Billy tidak jenguk Alka waktu sakit."


"Sayang, Papa Billy sayang sama kamu, Nak. Tapi mungkin cara dia tidak selembut Papa Rain."


Terus saja Summer membujuk putranya sampai akhirnya Rain datang setelah mengurus administrasi. Laki-laki itu tersenyum pada Alka dan Summer, lalu dia duduk di dekat kedua ibu dan anak itu.


"Semuanya sudah beres, ayo Alka naik ke punggung Papa! Kita main kuda-kudaan sampai parkiran," ajak Rain dengan memposisikan dirinya duduk membelakangi Alka di tepi tempat tidur.


"Rain, tadi Bang Billy menjemput. Sekarang Bang Billy menunggu di parkiran. Aku dan Alka pulang sama dia ya! Terima kasih untuk semuanya, tapi maaf kalau nanti ingin bertemu dengan Alka, kamu bisa datang ke rumah Bang Billy," ucap Summer dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak apa aku mengerti! Ayo Sayang, Papa antar Alka ke mobil Papa Billy. Baik-baik di sana ya, Nak. Kalau Alka butuh apa-apa tinggal hubungi Papa. Jangan menyusahkan Papa Billy ya, Nak!" pesan Rain dengan suara yang sedikit bergetar.


"Iya, Papa. Alka sayang sama Papa."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2