
Wajah cantik Summer kini terlihat semakin menawan dengan berbalut kebaya putih. Ditambah lagi hijau putih dengan siger dan bunga melati yang menghiasi kepalanya. Dia benar-benar terlihat berbeda setelah memakai baju dan hiasan pengantin.
Semua orang pun terlihat bahagia menghadiri pernikahannya. Hanya ada satu orang yang terus saja cemberut sedari pagi saat perias pengantin datang. Namun, akhirnya Alka menghampiri Summer yang baru saja selesai dirias.
"Bunda, boleh pinjam ponselnya? Alka bosan, Alka juga gak mau pakai baju ini, gerah."
"Sayang pakai bajunya sebentar saja, kho! Nanti selesai acara, Alka boleh buka," bujuk Summer dengan tersenyum manis.
"Ya sudah deh, tapi Alka pinjam ponsel Bunda. Alka bosan," keluh Alka dengan cemberut.
"Ya sudah, nih!" Summer pun memberikan ponselnya pada Alka. Karena dari semalam dia sengaja tidak memberikan ponselnya. Khawatir Alka akan menghubungi Rain dan mereka bersekongkol untuk menghancurkan acara pernikahannya.
Bocah kecil itu langsung berlari kecil menuju ke atas tempat tidur. Raut wajah kesalnya kini sudah berubah bahagia. Dia pun segera mengirim pesan pada Rain.
Papa Alka
^^^[Papa, cepat ke rumah]^^^
^^^[Mama mau nikah dengan Om Billy.]^^^
^^^[Alka tidak mau punya Papa Om Billy]^^^
Lama Alka menunggu balasan dari Rain. Namun, sepertinya laki-laki itu sedang tidak memegang ponselnya. Sehingga tidak menyadari kalau ada pesan dari putranya.
"Papa ke mana sih? Kenapa tidak balas pesan Alka?" gumam Alka dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia melihat ke arah bundanya yang akan ke luar dari kamar. Matanya dengan mata Summer saling beradu pandang. Sampai akhirnya Summer menyempatkan diri untuk menghampiri putranya dulu.
"Sayang, jangan menangis! Tidak ada orang yang bisa merebut Bunda dari Alka. Bunda menikah dengan Om Billy demi kebaikan kita. Bunda mohon, Alka mengerti ya! Ikhlaskan Bunda menikah dengan Om Billy. Bunda sayang sama Alka," bujuk Summer dengan mencium kening putranya.
Alka pun hanya menganggukkan kepalanya. Dia merasa harapannya pupus saat Rain tidak membalas pesannya. Akhirnya dia berjalan beriringan dengan Summer menuju ke ruang tamu.
__ADS_1
Terlihat di sana Billy sudah duduk di depan Pak Penghulu dengan Radid yang duduk di sampingnya. Mereka tersenyum menyambut kedatangan Summer dan Alka. Untuk sesaat Billy sampai tidak mengedipkan mata karena terpana oleh calon istrinya
Cantik sekali istriku, pasti lebih cantik kalau dia tidak berbusana. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin mengarungi kenikmatan bersama dengan Summer, batin Billy.
Sementara jauh dari rumah Radid, tepatnya di sebuah apartemen. Nampak seorang laki-laki yang baru saja selesai membersihkan dirinya. Rain memang sudah terbiasa, pagi-pagi sekali dia jogging, barulah mandi dan berangkat ke kantor.
Dia melihat ke arah ponselnya yang sedari bangun tidur belum disentuhnya. Terlihat begitu banyak pesan yang masuk ke ponselnya. Dia pun tertarik untuk membacanya terlebih dahulu.
Namun, saat dia melihat ada pesan dari Summer, Rain pun segera mendahulukan untuk membacanya. Dia sangat terkejut saat membaca pesan dari Alka. Rain pun segera bergegas memakai pakaian lengkap dan pergi ke rumah Radid.
"Ya Tuhan, mungkinkan aku bisa menggagalkan pernikahan mereka. Tapi Summer dan Bang Radid pasti marah. Lalu bagaimana dengan Alka? Dia pasti tertekan jika harus tinggal bersama dengan orang yang tidak dia sukai. Apa mungkin Billy akan memperlakukan Alka seperti anaknya sendiri?" gumam Rain sepanjang perjalanan menuju ke rumah Radid.
Dia terus saja berpikir bagaimana caranya agar pernikahan mantan kekasihnya itu gagal. Sampai akhirnya, dia berpikir untuk mengikuti jejak sahabatnya. Membuat sandiwara di depan semua orang.
Biarkan saja Summer marah! Yang penting dia tidak menikah dengan Billy, batin Rain.
Namun, saat sampai di rumah Radid, acara ijab kabulnya baru saja selesai digelar. Pak penghulu pun baru saja pulang. Dia hanya terpaku di tempatnya melihat Summer yang terlihat sangat cantik, duduk bersebelahan dengan Billy. Mereka sedang berfoto bersama dengan keluarga.
Mungkin seperti ini, yang dulu Summer rasakan saat aku menikah dengan Yasmin. Apalagi waktu itu, dia sedang mengandung Alka. Pasti berat hidup yang harus dia jalani. Maafkan aku Summer. Meskipun sekarang kamu bukan milikku lagi, tapi aku akan selalu ada untuk kamu, batin Rain.
"PAPA!" teriak Alka saat menyadari kehadiran Rain.
Dia pun langsung menyambut kedatangan putranya yang berlari menuju ke arahnya. Alka langsung memeluk Rain erat seolah takut akan ada orang yang memisahkan mereka. Sementara Rain, mengelus punggung putranya lembut.
"Maafkan, Papa karena datang terlambat. Tapi Alka jangan khawatir, Papa akan selalu ada untuk Alka. Meskipun sekarang Bunda sudah menikah dengan laki-laki lain. Tapi Papa akan selalu ada untuk kalian."
"Alka mau ikut dengan Papa saja. Alka gak mau tinggal dengan Om Billy," keluh Alka pelan.
"Sayang, badan kamu kenapa hangat?" tanya Rain yang baru sadar dengan suhu tubuh Alka yang lebih tinggi dari biasanya.
"Ayo, kita istirahat saja!" ajak Rain dengan menggendong Alka. Dia akan pergi dari rumah Radid. Namun laki-laki itu segera menghentikan langkahnya saat mendengar suara Summer.
__ADS_1
"Rain, Alka mau dibawa ke mana?" tanya Summer segera menghampiri Rain.
"Summer selamat ya! Tapi maaf, aku akan membawa Alka pergi. Sepertinya dia demam," ucap Rain dengan tersenyum samar.
"Rain, tolong bawa saja ke kamar. Aku akan mengambil obat demam dulu," suruh Summer.
"Tapi Summer ...."
"Please, jangan bawa Alka pergi saat dia sedang membutuhkan aku."
"Baiklah, tapi biarkan aku saja yang merawatnya."
"Sudah Summer! Biarkan saja dia yang merawat putranya. Sudah seharusnya dia bertanggung jawab pada benih yang dia titipkan padamu. Lagipula, kita masih banyak tamu yang datang," serobot Billy seraya merangkul istrinya.
"Bang, sebentar ya! Aku ambilkan obat dulu untuk Alka," mohon Summer dengan sendu.
"Ya sudah, tapi tidak boleh lama. Biarkan saja Rain yang menjaga Alka," ketus Billy.
"Anda tenang saja, Tuan. Saya pasti akan menjaga dan merawat putra saya," ucap Rain yang kemudian berlalu pergi menuju ke kamar Summer.
Perlahan dia menidurkan Alka di atas ranjang. Rupanya Alka sudah terlelap saat Rain menggendongnya. Anak laki-laki itu terlihat sayu membuat hati Summer jadi merasa bersalah.
Maafkan Bunda, Nak kalau Bunda egois. Bunda hanya berharap, semoga kita hidup bahagia bersama dengan Papa Billy.
Sepertinya Alka sangat terpukul dengan pernikahan Summer. Apa yang sudah Billy lakukan pada putraku sampai dia seperti ini? Apa mungkin Alka merasa gagal karena tidak bisa membantu aku mendapatkan Summer kembali? Maafkan Papa, Nak. Kalau memang kejadiannya seperti itu. Sepertinya Alka perlu belajar untuk menerima kekalahan. Karena tidak semua hal kita inginkan pasti bisa kita dapatkan, batin Rain.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1