Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 59 Tetangga Baru


__ADS_3

Sebuah hunian asri di kawasan elit, menjadi tempat tinggal Summer dan keluarganya untuk sementara. Alka terlihat senang berada di sana. Apalagi dia memiliki tetangga rumah yang baik dan ramah dengan bayi cantik yang seperti boneka.


Summer dan Hanna juga sedikit terhibur berada di sana. Kini Summer merasa punya teman yang sejalan dengannya seperti dengan Juliet. Meskipun mereka baru saling mengenal, tetapi keduanya terlihat akrab.


"Mbak Summer, seorang guru juga?" tanya Shello, tetangga baru Summer, yang kebetulan bertemu saat berjalan-jalan pagi saat menemani Hanna.


"Iya, Mbak Shello. Tapi sekarang sudah resign." Summer tersenyum getir saat dia teringat dikeluarkan dari sekolah hanya karena dia berurusan dengan cucu pemilik sekolah.


"Saya, juga pernah mengajar tapi keluarkan oleh cucu pemilik sekolah karena saya berselisih paham dengannya. Hehehe ... Lucu ya, dikeluarkan karena berebut cowok." Shello terkekeh geli mengingat masa lalunya.


"Maksud Mbak Shello?" tanya Summer kaget.


"Ya gitu Mbak. Aku sama dia berebut papanya Zia.." Lagi-lagi Shello tertawa geli.


"Wajar sih, Dek. Papanya Zia tampan soalnya. Kalau laki-laki tampan direbutin perempuan sih wajar, tapi kalau yang rebutinnya laki-laki lagi. Itu tanda tanya besar," celetuk Hanna yang sedari tadi diam.


"Iya juga ya, Mbak. Mbak Hanna sudah berapa bulan kandungannya?" tanya Shello seraya mengelus lembut perut Hanna.


"Sudah jalan ke tujuh bulan."


"Nanti Zia ada temannya. Tinggal Mbak Summer yang belum hamil lagi. Kayaknya lucu kalau nanti anak Mbak Hanna perempuan, adik Alka juga perempuan. Anak-anak kita jadi trio kwek-kwek," seloroh Shello dengan tersenyum manis.


Hanna dan Summer saling berpandangan dengan apa yang Shello katakan. Karena memang warga di situ mengira kalau Summer istrinya Rain.


"Maaf, Mbak Summer kalau aaaku salah bicara." Shello langsung meralat ucapannya saat melihat Summer dan Hanna saling berpandangan. Dia jadi merasa tidak hati sendiri.


"Mbak Shello, tidak salah bicara kho. Hanya keadaan yang tidak sama dengan apa yang Mbak Shello kira. Sebenarnya, aku baru saja bercerai dengan suamiku. Mungkin Mbak Shello pernah mendengar tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pengusaha muda itu," tutur Summer mendadak ingin menjelaskan pada Shello.


"Maksud Mbak Summer, Billy Mahendra itu mantan suami Mbak?" tanya Shello kaget.

__ADS_1


"Iya, Mbak!"


"Astaga! Dia itu sepupunya Papa Zia. Lalu sekarang bagaimana kasusnya?"


"Alhamdulillah, aku sudah beres sama dia. Tapi sepertinya Billy terkena kasus lain juga."


Baru saja Summer selesai bicara, terlihat seorang laki-laki tampan berlari kecil keluar dari rumah yang ada di samping rumah Rain. Dia terlihat panik seraya mendekat ke arah Shello.


"Mama, kenapa gak bangunin Papa kalau mau jalan-jalan? Papa cariin kalian kemana-mana, kata Bibi, Zia sedang diajak jalan-jalan pagi," tegur Juki, suami dari Shello.


"Papa sendiri yang tidurnya kebo. DIbangunin tapi gak bangun-bangun. Ya sudah kita berangkat saja ya, Sayang. Untung saja bertemu dengan Mbak Summer dan Mbak Hanna. Jadinya kita malam asyik ngobrol," jelas Shello pada suaminya.


Juki pun langsung melihat ke arah Summer dan Hanna bergantian. Dia menundukkan kepalanya seraya tersenyum untuk menyapa kedua wanita yang menjadi tetangga barunya.


"Mbak yang tinggal di rumah ini?" tanya Juki kemudian.


"Iya, Mas. Baru pindah kemarin," jawab Summer dengan dengan tersenyum ramah.


"Hehehe ... Iya Mas!" Summer jadi malu sendiri dengan pertanyaan Juki padanya.


"Selamat datang di komplek ini, Mbak. Semoga betah ya! Biar Shello ada teman buat rumpi dan tidak merengek lagi untuk kembali kerja," ucap Juki, "Tuh Sayang, mending di rumah saja rumpi shopping sama Mbak Summer dan Mbak Hanna sambil jagain anak. Gak usah minta kerja terus. Biar suami yang cari uang buat kalian para istri," lanjutnya.


Senang sekali jadi Mbak Shello, sepertinya hidup dia tanpa beban. Wajahnya terlihat berseri penuh dengan kebahagiaan. Kapan aku bisa hidup bahagia seperti yang Mbak Shello rasakan, batin Summer.


"Lebih baik kita mengobrol di dalam saja yuk! Sambil menikmati sarapan pagi. Pasti Bang Radid dan Rain sudah selesai membuat sarapan," ajak Mbak Hanna.


"Apa, Mbak? Rain bisa masak juga? Sepertinya saya harus mencicipi masakannya," tanya Juki terlihat penasaran. "Ayo Sayang! Kita cicipi masakan Rain!"


"Juki yang benar saja," bisik Shello merasa malu dengan apa yang suaminya lakukan.

__ADS_1


"Tidak apa, Tante. Papa pasti senang bisa sarapan bersama dengan Om Juki," ucap Alka yang sedari tadi memainkan tangan bayi kecil yang baru berusia empat bulan itu.


"Iya Mbak Shello, jangan sungkan!"


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah baru Summer. Terlihat Radid dan Rain sedang menyiapkan sarapan untuk semua keluarga. Rain yang memang sudah terbiasa memasak sendiri, terlihat lihat dengan wajan dan spatula.


"Wah ... Wah ... Wah ... Gak nyangka Rain, ternyata kamu pintar memasak," puji Juki dengan melongokkan kepala melihat apa yang sedang Rain masak.


"Rahasia aku ketahuan. Padahal aku sengaja berpura-pura tidak bisa memasak agar tidak ada yang menyuruhku memasak untuk kalian," seloroh Rain pada Juki.


"Bisa saja kamu, tapi kalau Beno tahu kamu pintar masak, pasti dia sering ikut sarapan di rumah kamu. Untung saja rumah kita sama dia jauh."


Kedua teman lama itu terus saja berbincang sampai akhirnya masakannya siap dihidangkan. Mereka pun makan seraya berbincang, membicarakan apa yang ingin mereka bicarakan.


...***...


Sementara jauh dari sana, terlihat nyonya besar Keluarga Mahendra sedang memarahi anak buahnya. Pasalnya mereka melapor kalau keluarga Summer sudah tidak ada di rumahnya. Dua hari mereka mengintai rumah itu, seperti tidak ada pergerakan apapun dari sana. Seperti rumah yang tak berpenghuni.


"Bagaimana cara kalian kerja? Disuruh mengintai mereka saja kalian tidak becus. Aku tidak mau tahu, kalian harus mencari keberadaan Summer dan keluarganya. Tekan mereka untuk tidak melanjutkan kasus Billy. Aku tidak mau tahu, kamu harus bisa membuat mereka mengikuti apa yang kita inginkan," sentak Nyonya Rose.


"Baik, Nyonya. Kami akan berusaha mencari keberadaa mereka. Nyonya tenang saja, kami pasti akan mendapatkannya," ucap preman itu meyakinkan Nyonya Rose.


"Aku tidak butuh janji kalian, aku butuh bukti. Karena sebentar lagi persidangan Billy akan digelar."


Setiap hari preman itu mencari keberadaan Summer. Namun, mereka tidak menemukan jejaknya. Sampai akhirnya tiba masa persidangan Billy, keluarganya tidak dapat membantu banyak.


Karena semua bukti banyak yang memberatkannya. Membuat dia mau tidak mau harus mendekam di balik jeruji besi selama lima tahun


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2