
Summer sangat terkejut saat dia tahu kalau orang yang ingin ditemuinya itu Pak Juanda sendiri. Dia pun tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, ketika Pak Juanda menyambut kedatangannya.
"Terima Bu Summer sudah berkenan mengajar di sini," ucap Pak Juanda.
"Saya yang harus berterima kasih pada Bapak, karena sudah diberi kesempatan untuk bekerja di sini. Saya sangat senang jika menjadi bagian dari sekolah Cendekia ini."
"Boleh saya lihat lamarannya, untuk melengkapi administrasi sekolah."
"Silakan, Pak!" Summer pun memberikan berkas lamaran yang memang sudah dia siapkan. Bahkan ijazah asli pun dia bawa untuk bukti jika dibutuhkan. Namun, sepertinya Summer tidak harus menyerahkan aslinya karena Pak Juanda sangat yakin kalau berkas Summer itu asli.
"Bu Summer ternyata salah satu mahasiswa berprestasi. Lulus dengan nilai Summa Cum Laude di universitas negeri. Sepertinya murid Bapak akan senang jika diajari oleh Bu Summer," puji Pak Juanda dengan prestasi yang Summer raih. Summer hanya tersenyum tipis dengan apa yang Pak Juanda katakan.
Tapi sayang, prestasiku tidak berbanding lurus dengan nasibku. Jadi, aku tidak merasakan ada yang berarti dari apa yang telah aku raih, batin Summer perih.
Karena memang, sebelum kejadian itu sebenarnya Summer sudah diterima bekerja sebagai pengajar di sekolah favorit yang ada di kotanya. Namun, semuanya berantakan karena suatu hal yang tidak pernah dia harapkan sebelumnya.
Setelah mereka cukup berbincang-bincang, Pak Juanda pun langsung membawa Summer ke ruang guru untuk memperkenalkannya ada semua guru yang ada di sekolah itu. Sebelum akhirnya dia diserahkan pada wakil kepala sekolah bagian kurikulum untuk menentukan jadwal mengajarnya.
"Bu Summer, ini Pak Aditya, dia wakasek kurikulum. Kalau ada kendal dalam belajar mengajar, silakan hubungi Pak Adit!" ucap Pak Juanda.
"Baik, Pak terima kasih!" sahut Summer dengan tersenyum ramah.
"Bu Summer tenang saja, saya tidak suka menggigit Bu, jadi jangan takut pada saya, ya!" kelakar Pak Adit yang memang terkenal humoris.
"Bisa saja, Pak Adit. Kalau begitu saya titip Bu Summer, Pak! Saya kembali ke ruangan dulu. Mari Bu Summer!" pamit Pak Juanda.
__ADS_1
"Iya Pak, silakan!" sahut Summer dengan menundukkan sedikit badannya.
Setelah kepergian Pak Juanda, Pak Aditya pun langsung mengajak Summer ke ruangannya. Namun, saat di ambang pintu dia berpapasan dengan Yasmin yang baru datang. Rupanya Ibu Guru yang selalu tampil memukau itu datang terlambat lagi sehingga Pak Aditya menegurnya.
"Bu Yasmin, terlambat lagi?" tanya Pak Aditya.
"Hehehe .. Iya, Pak. Tadi pagi, suami saya susah sekali dibangunkan, makanya saya datang terlambat," ucap Yasmin dengan tidak tahu malunya. Dia sengaja berbicara begitu saat melihat Summer berada di belakang Pak Aditya.
"Guru baru ya , Pak?" tanyanya kemudian.
"Iya, Bu Yasmin belum kenalan, kan? Ini Bu Summer, dia yang akan mengajar bahasa Inggris kelas satu menggantikan Bu Aprilia yang sedang cuti melahirkan," jelas Pak Aditya.
Meskipun, terkejut karena ternyata satu sekolah dengan Yasmin, tak urung Summer mengulurkan tangannya mengajak bersalaman pada mantan sahabatnya itu. Namun, Yasmin langsung menghindarinya.
"Oh, hanya guru sementara. Kalau begitu saya permisi, Pak. Mau bersiap-siap dulu." Yasmin langsung berpamitan pada Pak Aditya tanpa berniat menerima uluran tangan dari Summer.
"Mari Bu Summer ke ruangan saya sebentar! Sebelum pergi ke kelas untuk perkenalan dengan semua siswa," ajak Pak Aditya.
Summer pun hanya mengikuti ke mana Pak Aditya membawanya pergi. Dia dengan seksama mendengarkan penjelasan Pak Aditya mengenai lingkungan sekolah tempat dia mengajar. Pak Aditya pun menjelaskan dengan detail apa saja yang harus Summer lakukan selama mengajar di sana. Setelah merasa cukup dengan penjelasannya, Pak Aditya pun memperbolehkan Summer pulang. Karena baru besok dia akan mulai mengajar.
Summer hanya menghembuskan napasnya kasar saat dia berjalan sendiri menuju ke motornya. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Yasmin di sini. Di sekolah yang akan menjadi tempat untuk Summer mengamalkan ilmunya.
Dunia ini sungguh sempit, kenapa harus bertemu dengan Yasmin? Pasti dia sangat bahagia hidup bersama dengan Rain. Mungkin juga sekarang mereka sudah memiliki anak. Alka, mungkin kamu sudah punya adik dari papa kamu, batin Summer.
...***...
__ADS_1
Hari-hari yang Summer lewati selama mengajar cukup baik. Dia dan Yasmin seperti orang asing saat mereka berada di sekolah. Apalagi saat mereka sedang berkumpul dengan guru lain, keduanya selalu saling menghindar.
Seperti hari ini, saat semua guru berkumpul di jam istirahat, Summer hanya mendengarkan semua cerita Yasmin tentang keluarga kecilnya yang bahagia. Saat mantan sahabatnya itu bercerita pada guru lain.
"Enak sekali ya jadi Bu Yasmin. Punya suami yang sangat memanjakannya," celetuk salah satu rekan guru yang dengan serius mendengarkan cerita Yasmin.
"Iya, Bu. Saya bersyukur sekali karena memiliki seorang anak yang tampan seperti papanya. Pokoknya mereka berdua sumber kebahagiaan saya," ucap Yasmin dengan wajah yang berbinar.
Satu persatu semua orang yang ada di ruang guru pergi ke kelas saat jam istirahat sudah berakhir. Sementara Summer masih terdiam di tempatnya. Dia sedang asyik memeriksa pekerjaan rumah siswanya karena memang jam mengajarnya sedang kosong setelah jam istirahat.
"Baguslah Summer, kamu berpura-pura tidak kenal denganku. Karena aku tidak mau mengakui kalau kamu pernah menjadi sahabat aku. Aku jadi penasaran, siapa yang sudah memasukkan kamu ke sekolah ini? Atau jangan-jangan, sebenarnya kamu simpanan Pak Juanda sehingga dengan mudah bisa masuk ke sini. Asal kamu tahu saja, tes menjadi guru di sekolah ini sangat ketat." tuduh Yasmin dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Aku ditawari oleh Pak Juanda. Memangnya kenapa? Apa masalah buat kamu?" tanya Summer dengan menatap tajam pada Yasmin.
Meskipun dia terus memungkirinya, tapi tetap saja hatinya merasa sakit mendengar cerita Yasmin tentang keluarganya. Sementara putranya sendiri tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya.
"Cih! Kakek-kakek saja masih kamu layani, apa kamu tidak bisa laku sama laki-laki yang masih muda? Atau sebenarnya, kamu sudah tidak perawan lagi karena diambil oleh Rain. Benar, kan dugaan aku?"
"Terserah kamu mau bilang apa. Aku tidak peduli dengan semua tuduhan kamu. Yang jelas, aku bukan seorang pengkhianat seperti kamu. Yang tidak tahu malu sudah merebut kekasih sahabatnya sendiri."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like komentar, vote, rate dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1
Sambil menunggu Summer dan Rain, kepoin juga yuk karya keren yang satu ini.