Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 44 Kesetiaan dipertanyakan


__ADS_3

Merasa keadaan Alka sudah jauh lebih baik, Summer memutuskan untuk kembali ke sekolah. Beruntung sekolah itu milik keluarga suaminya, sehingga dia kesusahan dalam hal ijin perijinan. Namun, sepertinya ada orang yang tidak menyukai kedatangan Summer kembali ke sekolah sehingga orang itu selalu tersenyum sinis saat melihat kedatangannya.


"Bu Summer, bagaimana keadaan putra Ibu? Apa sudah membaik?" tanya Bu Juliet langsung menghampiri Summer saat sedang berjalan sendiri.


"Alhamdulillah, Bu. Sekarang kondisinya sudah fit. Sudah ceria lagi," jawab Summer dengan tersenyum.


"Bu Summer, bagaimana rasanya jadi istri pajangan?" celetuk Yasmin tiba-tiba.


"Aku gak tahu. Memangnya kenapa?" tanya Summer bingung dengan pertanyaan Yasmin.


"Oh, kirain Bu Summer. Aku pernah baca loh, istrinya hanya dijadikan istri pajangan. Suaminya selalu saja mencari kepuasan di luar. Karena istrinya itu tidak bisa melayani suaminya," sarkas Yasmin.


"Maksud Bu Yasmin apa bicara seperti itu?" tanya Summer dengan penekanan. Dia merasa kalau Yasmin sedang menyinggungnya. Karena memang benar, dia belum bisa melayani suaminya di atas tempat tidur.


"Sudahlah, Bu! Saya hanya ingin tahu rasanya seperti apa. Pasti menyakitkan kan, saat tahu kalau ternyata suaminya itu tukang selingkuh." Yasmin langsung pergi mendahului kedua rekan kerjanya itu.


"Sudah Bu Summer! Tidak usah dipikirkan! Biarkan saja, orang iri berarti dia tidak mampu seperti kita," bujuk Juliet saat melihat Summer seperti sedang melamun.


"Iya, Bu. Bu Yasmin memang tidak menyukai aku. Padahal dulu kami bersahabat."


"Apa kata ibu? Pernah bersahabat dengan dia? Bagaimana bisa?" tanya Juliet kaget.


"Bisa saja, Bu. Aku juga tidak mengerti salah aku di mana, sehingga dia tega mengkhianati aku dan berubah menjadi memusuhi aku. Padahal aku selalu baik sama dia," beber Summer dengan tersenyum samar.


"Kho bisa ya!"

__ADS_1


"Entahlah, Bu. Jangan bilang-bilang sama yang lain ya, Bu. Pasti Bu Yasmin tidak akan suka."


"Bu Summer tenang saja, aku tidak bocor kalau memang hal itu rahasia kalian."


...***...


Sementara itu jauh dari sekolah Summer. Terlihat seorang anak kecil sedang memainkan Tab pemberian dari papanya untuk dia latihan ilmu IT dasar. Selain itu juga, Alka sudah mulai bermain Trading mengikuti papanya. Daya tangkap Alka yang cepat, membuat dia bisa melihat dengan teliti pergerakan naik turunnya grafik saham.


Namun, namanya anak kecil pasti cepat mengalami kejenuhan. Dia pun mencari permainan baru yang seru yang sekiranya membuat dia merasa terhibur. Setelah dia membongkar isi tasnya, tanpa sengaja Alka melihat drone yang pernah dia mainkan bersama dengan Billy. Alka pun segera menyetel dan mengarahkannya, membiarkan drone itu berkeliling di rumah Billy.


Terus saja dia tertawa sendiri melihat sesuatu yang menurutnya lucu. Sampai akhirnya, dia tanpa sengaja melihat Billy keluar dari mobilnya bersama dengan seorang wanita cantik yang baru dia lihat.


"Papa Billy dengan siapa? Aku ikuti akh," gumam Alka dengan mengarahkan drone itu pada Billy.


"Kenapa Papa bawa Tante itu ke kamar. Katanya tidak boleh masuk ke kamar Bunda dan Papa. Alka kagetin akh!"


"PAPA ... PAPA ... ALKA MAU KETEMU BUNDA!" teriak Alka di depan pintu.


"Papa ...." Belum selesai Alka berbicara, Billy sudah terlebih dahulu ke luar kamar.


"Mau apa kamu bocah?!" sentak Billy. "Sudah dibilangin jangan mengganggu dan jangan coba-coba masuk ke kamar. Sana kamu pergi ke kamarmu," usir Billy


"Papa, boleh Alka tidur bersama Papa. Alka tidak bisa bobo siang," ucap Alka dengan wajah melas.


"IDAH ... IDAH ... Cepat bawa Alka pergi. Ganggu saja orang istirahat," teriak Billy memanggil pengasuh Alka.

__ADS_1


Namun, Alka yang penasaran dengan wanita yang dibawa masuk Billy, dia pun berniat untuk menerobos masuk ke kamar. Akan tetapi tangan Billy lebih cepat menarik kerah baju Alka dan mendorong anak kecil itu agar menjauh dari kamarnya.


"Sudah aku bilang, jangan masuk ke kamar! Kamu tidak mau dengar apa yang aku katakan. Apa kamu ingin aku pukul, hah?" Billy mengacungkan tangannya berniat untuk memberi pelajaran pada Alka agar menurut padanya.


"Maaf, Tuan. Tadi saya sedang di toilet. Ayo, Den! Jangan bermain di sini!" ajak Idah segera menarik tangan anak kecil itu membawa jauh dari kamar Billy. Setelah sampai di halaman belakang, Idah pun mengajak Alka untuk duduk di gazebo.


"Den Alka, tidak boleh menentang Tuan. Beliau tidak suka kalau ada yang menentangnya. Pasti marah," pesan Idah.


"Dulu Papa Billy baik, tapi sekarang galak. Alka tidak suka Papa Billy. Alka mau pulang saja."


"Jangan, Den! Nanti Mbak kehilangan pekerjaan. Mana Mbak harus membiayai sekolah anak Mbak di kampung. Apa Den Alka tidak kasihan pada Mbak?"


"Mbak ikut Alka saja. Nanti Papa Rain yang kasih Mbak pekerjaan. Papa Alka baik, Mbak. Gak pernah marah-marah kayak Papa Billy."


"Kalau Alka pergi, nanti siapa yang akan jaga Bunda? Apa Alka tidak kasian melihat Bunda sedih karena Alka pergi?"


"Ya sudah deh Alka di sini jagain Bunda. Tapi Mbak, Alka mau ketemu Papa."


"Nanti Mbak bilang dulu sama Nyonya ya! Alka yang sabar. Anak sholeh kan selalu sabar," bujuk Idah.


Dia memang merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada Summer dan Alka. Apalagi sudah menjadi rahasia umum kalau Billy seorang pecinta wanita. Laki-laki itu memang baik di awal. Tidak pernah hitung-hitungan soal materi. Akan tetapi, untuk menjadi seorang pendamping, kesetiaannya dipertanyakan.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2