
Sebuah pusat perbelanjaan menjadi tujuan Rain membawa anak dan kekasih hatinya. Summer hanya mengikuti saja, kemana Rain membawanya. Wanita cantik itu pergi dengan perasaan yang tidak menentu.
"Rain, terima kasih untuk semuanya. Berkat bantuan kamu, kini orang tuaku mendapatkan keadilan," ucap Summer saat keduanya sedang menunggu Alka yang sedang naik kereta Thomas.
"Bukan aku yang berhasil membukanya, tapi Alka. Waktu itu, aku menyuruh dia untuk mengakses situs Mahendra Group, ternyata dia berhasil menyelinap dan menemukan file seperti yang waktu itu kamu katakan. Entahlah, dia dengan sukses mengambil data penting itu. Aku tidak menyangka kalau itu ada sangkut pautnya dengan kematian orang tua kamu. Aku baru tahu, saat aku memperlihatkannya pada Bang Radid." Rain menghentikan ucapannya dan merangkul Summer yang terlihat menunduk.
"Summer, aku baru tahu kalau Bang Radid pernah ingin mengungkap kematian orang tua kamu. Tapi saat dia membawa bukti-bukti sabotase, semua orang tidak mempercayainya. Bahkan seorang saksi berkhianat padanya sehingga Bang Radid di skor karena dikira membawa saksi dan bukti palsu. Sekarang kita bisa sedikit tenan dengan permasalahan Billy. Tapi masih ada satu hal yang belum kita selesaikan," lanjutnya.
"Apa?" tanya Summer dengan wajah yang serius.
"Perasaan kita. Aku tahu, perasaan dan hati kita masih sama seperti dulu. Meskipun cinta kita pernah diterpa badai yang besar, tapi aku yakin kalau hati kita masih saling memiliki satu sama lain. Tidak ada yang berubah dengan perasaan aku maupun kamu." Rain menatap lekat manik pekat Summer. Tangannya terulur mengambil tangan Summer dan menciumnya.
"Aku selalu mencintai kamu. Entah itu dulu, sekarang ataupun nanti. Hanya kamu dan ibuku wanita yang aku cintai di dunia ini. Summer, beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan aku."
"Rain, aku tidak mau saat aku sudah benar-benar menggantungkan harapanku sama kamu, tetapi pada akhirnya kita tidak bisa bersama. Apalagi sekarang ada Alka. Aku tidak mau kehadirannya mendapatkan penolakan dari keluarga kamu," ucap Summer dengan menundukkan kepalanya.
"Aku akan datang melamar kamu, setelah aku berbicara dengan ayahku. Kali aku aku pastikan, aku akan memperjuangkan kalian, apapun yang terjadi."
"Terima kasih."
__ADS_1
Rain menarik Summer ke dalam pelukannya. Dia benar-benar sudah bertekad untuk memperjuangkan cintanya. Sungguh, Rain tidak mau jika harus kehilangan wanita yang dicintainya untuk yang kedua kalinya.
"Alka kho gak diajak?" protes Alka yang baru saja turun dari kereta mini.
"Sini Sayang!" ajak Rain dengan merentangkan satu tangannya agar Alka masuk ke dalam pelukannya.
Bocah pintar itu langsung saja berlari ke dalam pelukan Rain. Rasa haru dan bahagia kini menyeruak memenuhi hati Rain dan Summer. Mereka tersenyum dengan saling berpandangan.
Prok ... Prok ... Prok ....
"Wah ... Wah ... Wah ... Sepertinya sedang ada reuni keluarga ya!" Yasmin bertepuk tangan saat melihat Rain dan Summer berpelukan di arena bermain anak-anak.
"Papa, dia ciapa?" tanya seorang anak laki-laki yang bersama dengan Yasmin.
"Wilson, kenalkan ini Kak Alka. Dia itu putra Papa," ucap Rain dengan mensejajarkan dirinya dengan Wilson.
"Kak Aka, kakak Wison?" tanya Wilson yang masih belum lancar mengucapkan huruf-huruf.
"Bukan! Dia bukan kakak kamu! Dia itu anak haram," hina Yasmin yang tidak suka jika Wilson menganggap putranya Summer sebagai saudara putranya.
__ADS_1
"Jaga ucapan kamu, Yasmin! Kamu pikir anak kamu hasil dari hubungan halal?" sentak Rain tidak terima dengan apa yang Yasmin katakan.
"Sudah, Rain! Jangan membuat keributan di sini! Ayo kita pulang! Lebih kita hindari orang yang suka menyakiti hati kita. Daripada kita melayani ocehannya yang tidak penting," ucap Summer kemudian berlalu pergi meninggalkan Yasmin.
Dia tidak ingin terpancing oleh Yasmin. Apalagi kalau sampai terjadi keributan di sana. Sama saja dengan mempermalukan dirinya sendiri.
Tidak jauh berbeda dengan Rain. Dia pun berlalu pergi begitu saja. Dia segera menyusul Summer yang berjalan cepat seraya menggendong Alka, menjauh darinya.
Melihat dia pergi meninggalkan aku begitu saja, hatiku merasa teriris. Apalagi kalau aku melihat Summer pergi seperti waktu itu. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya, batin Rain.
"Summer, tunggu!" Rain langsung menghentikan langkah Summer saat dia berhasil mencekal tangan wanita itu. "Tidak usah didengarkan apa yang Yasmin katakan! Alka gendong sama Papa saja ya!"
"Bunda, Alka mau berjalan saja sama Bunda sama Papa," ucap Alka dengan minta Summer agar menurunkannya.
Summer pun mengikuti apa yang Alka katakan. Dia menggandeng tangan kiri Alka dan Rain menggandeng tangan kanan putranya. Mereka berjalan beriringan dengan Alka yang berada di tengah-tengah kedua orang tuanya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukung ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....