Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 54 Mertua vs Menantu


__ADS_3

Seminggu sudah Summer dirawat di rumah sakit. Kini keadaannya semakin membaik. Pihak kepolisian berulang kali memintanya keterangan terkait kasus kekerasan yang Billy lakukan padanya.


Summer yang selalu didampingi oleh Rain, memberikan keterangan yang lugas pada pihak penyidik. Bukan hanya dari kepolisian yang datang mengunjungi Summer, mertuanya pun datang untuk melihat keadaan menantunya yang belum ada sebulan itu.


"Summer, bagaimana keadaanmu?" tanya Tuan Adnan dengan menelisik kondisi Summer yang masih memakai perban di beberapa area tubuhnya.


"Sudah mendingan, Pah. Terima kasih sudah datang," ucap Summer dengan memaksakan senyum pada mertuanya.


"Summer, Mama tahu kalau putra Mama salah karena sudah membuat kamu seperti ini. TApi Billy tidak mungkin bereaksi seperti itu kalau tidak ada hal yang memancingnya. Kata Billy, kamu tidak bisa memenuhi kewajiban kamu sebagai seorang istri karena kamu selalu saja sibuk dengan anak dan mantan kekasihmu."


"Bukan seperti itu kejadian yang sebenarnya. Aku memang tidak bisa melayani Abang karena harus menemani Alka yang dirawat, sedangkan saat kami pulang ke rumah, aku halangan, Mah. Jadi tidak bisa melayani Abang," jelas Summer.


"Ya tetap sama saja. Kamu tidak bisa menjadi istri yang baik buat putraku. Jadi kami tidak bisa menyalahkan tindakan Billy yang seperti itu kepada kamu," ketus Nyonya Rose.


"Maksud Nyonya, apa Nyonya membenarkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga? Apa Nyonya siap jika Tuan Adnan melakukan hal seperti itu pada Anda? Anda sebagai seorang perempuan tetapi tidak bisa merasakan apa yang seorang istri rasakan saat diperlakukan sewenang-wenang oleh suaminya. Maaf Nyonya, dimana hati nurani Anda?"


Rain yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. Dia tidak terima saat ibunya Billy justru memojokkan Summer karena ingin mencari pembenaran dari kesalahan putranya.


"Kamu siapa? Apa kamu selingkuhan Summer? Pantas saja anakku marah karena ternyata istrinya berselingkuh," sewot Nyonya Rose dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


"Maaf Nyonya, Bukan Summer yang berselingkuh tetapi putra Anda yang menjadi seorang cassanova. Apa Anda tidak tahu, bagaimana kelakuan putra Anda di luaran sana? Dia seorang penjahat kelamin yang tidak pernah puas dengan satu wanita," beber Rain tanpa ada rasa sungkan sedikit pun.


"Sudah sudah! Maksud kami datang ke sini, bukan untuk menambah masalaha ataupun memperpanjang masalah. Mama juga, jangan terpancing dengan ucapan anak muda yang mudah terbakar emosi." Tuan Adnan langsung melerai dengan sedikit menyindir Rain.


"Kami datang ke sin, mau mengajak Summer untuk kekeluargaan. Bagaimana pun juga, awalnya kalian berhubungan baik-baik. Selama bertahun-tahun, Billy juga baik sama kamu dan putramu. Jadi Papa minta pertimbangkan keputusan kamu untuk membawa Billy ke ranah hukum. Kalaupun kalian akhirnya mau berpisah, silakan berpisah dengan cara baik-baik."


Rain langsung bicara saat Tuan Adnan sudah selesai berbicara. Dia tidak memberikan kesempatan pada Summer yang sudah siap untuk bicara. Rain khawatir, Summer akan merubah keputusannya.


"Maaf Tuan, untuk hal itu aku tidak akan mengubah keputusanku. Aku akan tetap membawa Billy ke ranah hukum. Andai waktu itu putraku tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi pada Summer. Karena putra Anda, sednag berusaha menghabisi nyawanya."

__ADS_1


"Anak muda, saya sedang berbicara dengan menantu saya. Bisakah Anda tidak ikut campur dalam masalah keluarga kami?" geram Tuan Adnan, menahan kekesalannya pada Rain.


"Maaf, Tuan! Saya harus ikut campur dengan masalah putra Anda. Karena itu menyangkut dengan putra saya dan ibunya. Saya tidak akan ...."


"Rain! Aku mau bicara." Summer memegang tangan Rain agar laki-laki itu berhenti berbicara. Karena Summer tahu kalau Rain sudah benar-benar terpancing dengan ucapan Nyonya Rose. Akhirnya Rain pun hanya diam mendengarkan apa yang akan Summer katakan.


"Papa, Mama ... Saya tahu, tidak secara langsung saya sudah memiu kemarahan Abang. Tapi maaf, tidakan Abang tidak cukup hanya dengan kata maaf. Abang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Agar dia bisa berpikir ulang dan intropeksi diri dengan semua yang sudah dia lakukan padaku. Agar di kemudian hari Abang tidak melakukan kesalahan yang sama laagi," ucap Summer dengan nada lemah.


"Sudah, Pah. Kita pulang saja. Sia-sia kita baik-baikin dia kalau tetap tidak mau menyelesaikan dengana jalan damai. Padahal, kita mau memberikan kompensasi yang cukup besar asal kamu mau mencabut tuntutan kamu," sinis Nyonya Rose.


"Baiklah! Kalau kamu tidak mau dengan jalan kekeluargaan. Jangan salahkan kami, jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada keluarga kalian. Kami permisi, sampai bertemu lagi di meja hijau," pamit Tuan Adnan.


Pasangan suami istri itupun langusng keluar dari ruangan Summer dengan menahan kekesalan di hatinya. Mereka khawatir jika kasus yang menimpa putranya sampai menyeruak ke luar, bisa jadi saham perusahaannya bisa anjlok.


Sementara itu, sepeninggal mertuanya , wajah Summer menjadi bertambah pucat mendengar ancaman dari mereka. Summer takut, Alka dan juga Radid akan mendapatkan imbas dari apa yang terjadi pada keluarganya.


"Summer, kamu jangan cemas! Aku tidak akan tinggal diam," ucap Rain memegang tangan Summer yang keluar keringat dingin.


"Summer, kamu jangan khawatir! Semuanya akan baik-baik saja. Kamu tahu seorang pengusaha jika tersandung kasus, harga sahamnya akan turun. Dari situ aku akan bekerja untuk membeli semua saham yang mereka jual. Aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan jika tahu kalau aku memiliki banyak saham di perusahaannya."


"Rain, kamu jangan main-main!"


"Summer, apa kamu lupa kalau putramu bukan anak sembarangan. Dia bisa dengan jeli melihat pergerakan grafik saham yang sekiranya akan menguntungkan. Selama beberapa hari ini, Alka bermain trading. Perkiraannya selalu tepat. Aku yakin, kali ini pun Alka tidak akan salah memperkirakan perusahaan Billy akan memiliki prospek yang bagus atau tidak," ungkap Rain.


Dia menatap dalam manik hitam Summer, meyakinkan kekasih hatinya kalau semuanya akan baik-baik saja. "Percaya sama aku. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kamu hanya perlu fokus pada kesehatanmu. Masalah Billy, biar aku dan Bang Radid yang mengurusnya.


Keduanya sama-sama terdiam. Berbicara dari hati ke hati lewat tatapan mata yang saling beradu. Sampai akhirnya, suara Alka mengagetkan keduanya.


"Assalamu'alaikum ...," ucap Alka dari luar ruangan.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam ...," jawab Rain dan Summer segera memutuskan pandangannya.


"Aku tahu, perasaan kita masih sama. Dari dulu sekarang atapun nanti. Summer, aku masih sangat mencintaimu," ucap Rain pelan sebelum dia membukakan pintu untuk Alka.


"Bundaaa .... Alka habis lihat dede bayi sama ayah sama ibu. Dede bayinya lucu, Bun. Ada hidungnya, ada bibirnya, ada tangannya, ada kakinya, ada rambutnya juga ya Ayah!" heboh Alka saat masuk ke dalam ruangan Summer. Anak laki-laki itu terlihat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki seorang adik dari Radid.


"Mbak Hanna habis USG?' tanya Summer seraya merentangkan tangannya pada Alka. Menyambut kedatangan putranya.


"Iya, Summer. Tadi kita USG dulu sebelum ke sini. Alka senang sekali saat melihat utun di layar monitor," jelas Hanna seraya mendekat ke arah Summer. "Bagaimana kata dokter? Kapan kamu boleh pulang?"


"Katanya menunggu pemeriksaan terakhir nnati siang. Jika semua oke. Aku boleh pulang," jawab Summer dengan tersenyum pada kakak sepupunya.


"Syukurlah kalau bisa cepat-cepat pulang. Ke rumah kami saja pulangnya. Maaf ya Rain, kami belum bisa mengijinkan Summer tinggal di rumah kamu. Meskipun kamu tidak tinggal di sana. Nanti saja, kalau kalian sudah sah, boleh kalian tinggal di rumah baru itu," goda Hanna pada Rain.


"Iya, benar. Godaan itu datang saat ada kesempatan. Abang tidak mau kalian melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Cukup sekali dan tidak boleh terulang lagi," timpal Radid.


"Iya, Bang. Aku mengerti!" sahut Rain cengengesan merasa malu dengan apa yang telah dilakukannya dulu. Meskipun dia tidak menyesali dengan kehadiran Alka. Akan tetapi, dia menyesali kehadiran Alka dengan cara yang salah.


"Oh iya, Summer. Pak Juanda datang ke rumah dan memberikan surat pemberhentian kamu dari sekolah. Dia sangat menyayangkan kamu harus diberhentikan tapi dia tidak punya kuasa untuk mempertahankankamu di sekolah. Karena itu sudah perintah dari pemilik sekolah langsung," ucap Radid.


"Tidak apa, Bang. Aku mengerti! Aku sudah memperkirakannya pasti akan diberhentikan karena sudah berurusan dengan Billy."


"Memang apa hubungannya dengan Billy?" tanya Radid penasaran.


"Billy itu cucu pemilik sekolah."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite,...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2