Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 27 Dia Putramu


__ADS_3

Perut yang kenyang, badan yang lelah, ditambah lagi semilir angin sepoi-sepoi, membuat Alka tidak kuasa lagi menahan kantuknya. Bocah kecil itu perlahan memejamkan matanya di saat di sedang duduk melihat orang-orang yang sedang bermain di dalam bola raksasa.


Melihat Alka yang tertidur seraya duduk, Rain pun segera merengkuh tubuh bocah kecil itu dan menidurkan di dalam pelukannya. Entahlah, semakin lama dia bersama dengan Alka, semakin besar perasaan sayangnya pada anak laki-laki itu. Setelah memastikan Alka sudah tertidur pulas, barulah Rain berbicara pada Summer.


"Summer, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Rain dengan menatap lekat Summer yang duduk agak jauh darinya.


"Soal apa?" tanya Summer dengan tidak mengalihkan pandangannya pada danau buatan yang ada di depannya.


"Apa Alka anakku?"


Summer memejamkan matanya sesaat mendengar apa yang Rain tanyakan padanya. Setelah dia menarik napas panjang, barulah Summer memberanikan diri melihat ke arah Rain.


"Rain ... Alka ... Dia ... Memang putramu. Tapi kamu jangan khawatir. Aku tidak akan pernah meminta pertanggungjawaban dari kamu," ucap Summer seraya menundukkan kepalanya.


Dia ingin berbohong pada Rain. Akan tetapi, saat melihat wajah Alka yang bahagia bersama dengan Rain, membuat wanita cantik itu tidak tega menyembunyikan kebenaran yang ada.


Bukannya marah mendengar apa yang Summer katakan. Rain hanya tersenyum kecut menertawakan dirinya sendiri. Dia benar-benar merasa sudah dipermainkan oleh takdir.


"Kenapa kamu tidak memberitahu aku dari awal?" tanya Rain dengan suara yang bergetar.


"Tadinya aku akan memberitahu kamu. Tapi ternyata, kamu menikah dengan Yasmin. Sudahlah Rain, semuanya sudah berlalu. Aku pun bahagia hanya berdua dengan Alka. Lebih baik, kita jalani hidup kita seperti biasanya."


"Bagaiamana bisa begitu. Apa kamu tidak kasian pada Alka dengan menyembunyikan dia dari aku. Seandainya saja aku tahu dari awal, mungkin aku ...."


"Menikahi aku dan menjadikan aku istri kedua kamu? Tidak Rain!! Apa kamu tahu, hatiku bertambah sakit mendengar keinginan kamu itu. Lebih baik aku melepaskan kamu dari pada aku menjadi yang kedua."


"Summer, soal itu aku minta maaf. Aku tahu aku salah. Aku terlalu egois dan tidak memikirkan perasaan kamu. Aku ...."

__ADS_1


"Sudahlah Rain! Semuanya sudah berlalu, kisah kita pun telah usai. Kamu hanya perlu tahu l kalau Alka darah daging kamu. Kamu tidak perlu melakukan apapun untuk kami. Karena kami baik-baik saja, meskipun tanpa kamu." Lagi-lagi Summer memotong pembicaraan Rain. Dia tidak ingin goyah jika mendengar kata-kata Rain yang selalu bisa membuatnya menurut pada laki-laki itu.


"Summer, kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Kita awali semuanya dari awal. Hanya ada Aku, kamu dan Alka. Aku janji tidak akan pernah mengkhianati kamu lagi. Aku juga berjanji akan memperjuangkan cinta kita. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi." Rain menatap lekat kekasih hatinya.


Andai saja, dia sedang tidak memeluk Alka yang tertidur pulas di pangkuannya, mungkin Rain sudah merengkuh tubuh Summer dan memeluk erat wanita cantik yang ada di depannya. Melepaskan semua rasa yang tersimpan rapi di hatinya.


"Maaf, Rain. Aku tidak bisa," tolak Summer dengan memalingkan wajahnya.


"Kenapa? Bukankah kamu belum menikah? Kata Alka, dia belum pernah bertemu dengan papanya. Awalnya aku pikir, Alka anakmu dari laki-laki lain. Tapi setelah aku tahu kalau Alka anakku, aku jadi yakin kalau kamu belum pernah menikah."


"Aku akan menikah dengan Bang Billy. Kami sudah bertunangan. Dia dan orang tuanya sudah tahu tentang Alka dan mereka mau menerima Alka. Aku pikir saat sebuah keluarga mau menerima aku apa adanya tanpa melihat siapa aku dari bibit bebet bobotnya, aku yakin kalau mereka keluarga yang baik." Summer menghentikan ucapannya sejenak. Dia teringat dengan ucapan ayahnya Rain yang meminta dia menjauh dari putranya.


"Rain, lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing. Kamu bisa bahagia bersama keluarga kamu dan aku pun bahagia dengan keluarga baruku. Soal Alka, kamu boleh menemuinya tapi aku tidak mengijinkan kamu membawanya jauh dariku." Summer melihat ke arah putranya yang tidur dengan damai dalam pelukan Rain. Meskipun sebenarnya hatinya sakit dengan kenyataan yang ada, tetapi dia terus menguatkan hatinya agar bisa tegas pada Rain.


"Summer, apa kamu tidak bisa merubah keputusan kamu itu? Alka butuh orang tuanya yang utuh bukan yang lainnya," tanya Rain dengan menatap lekat Summer.


Sesak itulah yang kini mereka rasakan berdua. Sebuah keputusan yang mau tidak mau harus mereka ambil, kini menjadi pilihan Summer, Agar bisa memulai hidup baru tanpa bayangan masa lalu.


"Summer, bukankah kita belum putus? Tidak pernah ada kata perpisahan di antara kita. Aku hanya ingin memeluk kamu untuk yang terakhir kalinya, sebelum kita sama-sama saling melepaskan. Meskipun sebenarnya aku tidak menginginkannya, tapi aku hargai keputusan kamu."


"Yang terakhir, kan? Tidak ada lagi lain kali."


Tidak ada jawaban dari Rain. Laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya dengan mengulurkan tangannya sebelah agar Summer masuk ke dalam pelukannya. Wanita cantik itu pun hanya mengikuti apa yang Rain minta. Dia memeluk Rain dengan air mata yang menetes di pipinya.


Sakit, hatiya terasa sangat sakit, tapi dia pun tidak bisa memaksakan keadaan jika terus bersama dengan Rain. Summer tidak ingin semakin terluka jika dia memilih kembali pada Rain.


Setelah keduanya saling melepaskan perasaan masing-masing. Perlahan Summer pun memgurai pelukannya. Dia melihat ke arah mata Rain yang terlihat sembab.

__ADS_1


"Rain, terima kasih untuk semua hal yang telah kamu lakukan untukku. Semoga kita bahagia bersama dengan pasangan kita masing-masing," ucap Summer.


Rain memaksakan untuk tersenyum. Dia menatap dalam mata Summer yang sedang melihatnya. Lalu dia berkata, "Summer, bisa kan kalau kita bersahabat?"


"Iya, kita bersama-sama membesarkan Alka. Meskipun kita tidak bisa menjadi pasangan lagi. Tapi kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk dia."


"Iya, aku janji akan selalu ada untuk Alka maupun untuk kamu. Summer, kalau kamu membutuhkan bantuanku, jangan sungkan untuk memberitahu aku. Aku pasti akan datang untuk membantu kamu."


Baru saja Rain selesai bicara, terlihat Alka bangun dari tidurnya. Anak laki-laki hanya menggosok matanya dan langsung duduk di samping Alka. Sementara Rain mengelus punggung putranya dengan Sayang.


"Alka, boleh Papa peluk?" tanya Rain dengan tersenyum melihat ke arah Alka.


"Boyeh, Om!" sahut Alka.


"Eits ... Mulai sekarang panggilnya Papa bukan Om, oke!" Rain membawa Alka agar duduk di hadapannya.


"Memang boyeh, Bunda?" tanya Alka melihat ke arah Summer.


"Boleh, Sayang. Papa Rain, papa kandung Alka!" jelas Summer dengan melihat ke arah putranya.


"Hoyeyy ... Aka punya Papa!" sorak Alka langsung memeluk Rain.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2