Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 35 Love you, Cantik!


__ADS_3

Wajah Summer langsung bersemu merah mendengar apa yang Rain katakan. Dia pun refleks menarik ikat rambutnya dengan bibir yang tersenyum cengengesan. Karena ternyata banyak orang yang melihat ke arahnya saat Rain sedang berbisik.


Namun, secepatnya dia pun bersikap biasa kembali dan melayani orang-orang yang mau mengambil nasi box. Setelah selesai membagikan nasi box, dia pun ikut menikmati makan siang bersama dengan Juliet.


"Bu Summer, sepertinya akrab dengan Kak Rain," tebak Juliet saat mereka akan menikmati makan siangnya.


"Lumayan Bu Juliet. Aku kan dapat editornya dia. Oh, iya sudah ada pengumuman belum, Bu?" tanya Summer segera mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku belum membuka ponsel, masih ribet. Ayo kita lihat bersama-sama!" ajak Juliet seraya membuka ponselnya.


Mereka pun terlihat begitu bersemangat untuk melihat siapa pemenang event yang mereka ikuti. Meskipun banyak penulis senior, tetapi ada sedikit harapan di hati Summer saat melihat begitu banyaknya pembaca yang menyukai cerita yang dia tulis. Sampai akhirnya, dia membulatkan kedua matanya sempurna, saat melihat namanya tertera sebagai juara satu.


"Bu Summer selamat ya! Hebat sekali, Bu! Baru nulis sudah juara satu," seru Juliet seraya memeluk Summer. Untung saja mereka belum mulai makan, sehingga tidak perlu ada drama bajunya kotor dan terkena minyak.


"Bu Juliet juga. Selamat ya jadi juara dua!" Summer pun menyambut pelukan Juliet dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya memenangkan event menulis.


"Tahu gak, Bu Summer? Seumur-umur, baru kali ini aku jadi juara. Aku senang sekali," ucap Juliet dengan wajah yang penuh kebahagiaan.


"Itu karena Bu Juliet memiliki hati yang baik. Tidak pelit untuk berbagi ilmu. Aku benar-benar berterima kasih pada Juliet karena berkat arahan Bu Juliet akhirnya jadi juara."


Saat keduanya sedang asyik dengan suasana mengharu biru karena kemenangan mereka, terlihat Yasmin berjalan melewati keduanya begitu saja. Wanita cantik itu sedang membicarakan tentang novel yang suka sekali dia baca saat akan tidur.


"Tahu tidak Bu Winda, othor kesayangan aku Lara, memenangkan event. Tadi aku melihat postingan aplikasi biru di Ige. Keren banget dia. Masih pemula tapi bisa juara. Cerita dia itu keren banget seperti air yang mengalir, terkadang tenang tapi terkadang penuh ketegangan. Pokoknya keren banget. Gak kaya teman kita, yang ngakunya penulis tapi entah dia nulis di mana?" Yasmin melirik ke arah Summer dan Juliet tyang berpura-pura sibuk makan.


Mereka malas jika harus menanggapi ocehan Yasmin. Lebih baik keduanya menghindari wanita yang seperti Yasmin. Namun, saat Yasmin sudah pergi, Juliet langsung cekikikan menertawakan Yasmin yang tidak tahu siapa othor kesayangannya itu.


"Lucu banget ya Bu Summer. Bu Yasmin itu pinter tapi belegug. Aku jadi ingin tertawa guling-guling." Terus saja Juliet menertawakan Yasmin, sampai akhirnya dia tersedak sendiri.


Uhuk ... Uhuk ....

__ADS_1


"Tuh, kan Bu! Gak boleh menertawakan orang. Bagaimana pun juga dia berkontribusi pada novel kita. Kalau tidak ada pembaca, kita bukan apa-apa."


"Benar apa yang Bu Summer katakan. Habis makan, kita langsung beres-beres biar cepat pulang," ucap Juliet kemudian.


Mereka berdua pun segera menyelesaikan makannya. Selesai menikmati makan siangnya, kedua wanita cantik itu pun membereskan ruangan yang dipakai untuk tempat makan para tamu. Mereka berdua terlihat bersemangat karena keduanya merasa sangat bahagia telah memenangkan event.


"Bu Summer, sepulang dari sekolah, aku mau ngajak anak-anak aku jalan. Sebagai ungakapan rasa syukur karena sudah menang," ucap Juliet dengan bibir yang terus saja tersenyum.


"Aku juga mau, Bu Juliet. Kebetulan tidak jauh dari komplek sedang ada pasar malam. Alka pasti senang kalau aku ajak ke sana." Summer pun tersenyum membayangkan raut wajah bahagia putranya saat diajak bermain ke pasar malam.


"Boleh juga tuh Bu Summer. Kebetulan juga, nanti malam minggu, pasti pasarnya lebih ramai dari hari biasanya."


Baru saja Summer akan berbicara kembali, terdengar suara ponselnya berbunyi. Dia pun langsung melihat siapa yang sudah menghubunginya. Tertera di sana nama 'Papa Alka' yang melakukan panggilan telepon kepadanya. Summer pun sedikit menjauh untuk menerima telepon dari Rain.


"Halo!" sapa Summer saat sudah terhubung.


"Halo Summer! Pulang sekolah aku tunggu di halte ya! Kita pulang bersama. Aku ingin membeli hadiah untuk Alka, tapi aku tidak tahu ukuran bajunya."


"Itu namanya bukan kejutan. Bukankah sebentar lagi Alka ulang tahun? Coba kamu lihat tanggal, Alka kan lahir tanggal sebelas Januari."


"Kamu tahu dari mana?"


"Aku melihat dari KIA punya dia. Mau ya, antar aku cari hadiah buat dia."


"Ya sudah, tapi kita berangkat sendiri-sendiri ke mall. Aku kan bawa motor."


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu kamu keluar baru aku akan keluar."


"Ya sudah, terserah kamu saja mau menunggu di mana. Aku tutup ya! Aku sedang beres-beres."

__ADS_1


"Baiklah Cantik! Love you."


Summer langsung menutup panggilan telepon dari Rain. Dia terus saja menggelengkan kepalanya agar tidak tergoda lagi oleh Rain. Setiap hari, Summer tak hentinya meyakinkan hati kalau Billy jodoh yang Tuhan kirim untuk dia.


"Bu Summer kenapa? Kho geleng-geleng kepala terus? Apa Bu Summer pusing? Apa mungkin Bu Summer sedang isi lagi? Wah hebat ya Pak Billy! Udah ganteng, tajir, tokcer lagi." tanya Juliet yang sukses mengagetkan Summer.


"Bu Juliet bisa saja! Sudah yuk, kita gabung dengan yang lain. Di sini sudah beres," ajak Summer seraya menarik tangan Juliet keluar dari ruangan itu.


Mereka pun segera menghampiri para tamu yang berpamitan untuk pulang. Tidak terkecuali Rain. Laki-laki itu tersenyum penuh cinta saat dia bersalaman dengan Summer. Semakin lama dia banyak menghabiskan waktu denagn wanita cantik yang menjadi ibu putranya, semakin perasaannya tidak bisa dia bendung. Sehingga Rain terkadang menunjukkan perasaannya pada Summer.


"Aku tunggu di minimarket yang dekat sekolah," ucap Rain pelan.


Summer tidak menjawab ucapan Rain. Dia hanya menganggukkan kepalanya sedikit dan tersenyum tipis pada Rain. Membuat seseorang yang memperhatikan keduanya dari jauh, mengepalkan tangannya.


Yasmin sangat kesal dengan apa yang dilihatnya. Sungguh dia tidak ikhlas jika Rain harus kembali pada Summer. Meskipun dia tahu kalau dia tidak bisa mendapatkan hati Rain.


"Bu Yasmin, sedang melihat apa? Serius sekali," tanya Winda teman kerjanya.


"Itu Bu Winda, coba Bu Winda lihat Bu Summer! Ngakunya sudah punya anak dan suami tapi masih saja suka menggoda suami orang," tunjuk Yasmin dengan dagunya.


"Memang Bu Summer ada hubungan dengan Kak Rain itu?" tanya Winda menjadi penasaran.


"Coba saja Bu Winda perhatikan gelagat mereka!"


"Sepertinya Kak Rain yang menaruh hati pada Bu Summer. Memang sih, Bu Summer orangnya cantik, menyenangkan juga kalau diajak ngobrol. Hanya saja, dia kurang berbaur dengan guru-guru yang lain. Dekatnya hanya dengan Bu Juliet."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2