Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 25 Alka Protes


__ADS_3

Kebahagiaan yang Summer rasakan berbanding terbalik dengan apa yang Alka rasakan. Bocah kecil itu semakin tidak suka jika Summer menikah dengan Billy. Apalagi semakin hari dia semakin sering berkirim pesan dengan Rain. Membuat Alka semakin menginginkan Rain yang menjadi papanya.


"Ayah, kenapa Bunda hayus nikah dengn Om Biyyi. Aka kan maunya Bunda sama Om Yain," protes Alka pada Radid.


"Siapa Om Yain, Alka? Ayah kho baru dengar," tanya Radid.


"Kata Bunda, Bosnya Bunda."


"Sayang, Bunda kamu yang menginginkan Om Billy untuk jadi papa Alka, karena Bunda Alka melihat kalau Om Billy baik dan sayang sama Alka."


"Ya udah deh teseyah." Alka meruncingkan bibirnya karena usahanya untuk membujuk Radid tidak membuahkan hasil.


Bocah kecil itu pun langsung pergi meninggalkan Radid. Dia berlari kecil mencari keberadaan Hanna. Saat sudah melihat Hanna, Alka pun menghampiri ibunya yang sedang merapikan pot bunga di depan rumahnya. Tanpa sungkan lagi Alka berbicara pada Hanna.


"Ibu, kenapa Bunda hayus nikah sama Om Biyyi. Aka maunya Bunda nikah sama Om Yain bukan sama Om Biyyi."


"Sayang, siapa Om Yain? Apa Ibu pernah bertemu dengan Om Yain itu? Perasaan Bunda Alka tidak pernah mengenalkan lelaki lain selain Billy sama Ibu dan Ayah," tanya Hanna.


"Aka penah ketemu Om Yain waktu main sama Om Biyyi. Oyangnya baik, yamah juga. Om Yain bantu Aka ambing mainan yang Aka mau," jelas Alka dengan penuh semangat.


"Nanti Ibu tanyakan dulu sama Bunda Alka ya! Yang mau menikah kan Bunda. Yang harus menentukan dengan siapa harus menikah ya Bunda Alka sendiri. Karena itu akan menentukan kebahagiaan Bunda Alka," jelas Hanna dengan lembut.


"Memang kayau sama Om Yain, Bunda tidak bahagia?" tanya Alka lagi.


"Ibu tidak tahu. Nanti kalau Bunda pulang kerja, kita tanyakan sama Bunda ya!"


"Ibu, sekayang hayi apa? Bunda janji mau ajak Aka ke taman."


"Sekarang hari Jum'at. Tadi kan ayah pulang cepat karena mau sholat jum'at di mesjid."


"Hehehe ... Aka yupa. Tadi kan Aka ikut Ayah ke mesjid. Ibu, Aka hayus bantu apa?" Alka cengengesan seraya memperhatikan apa yang Hanna lakukan.


"Kalau mau bantu ibu, Alka kumpulin saja rumput yang sudah ibu cabut ya!"


"Siap! Aka yaksanakan." Alka langsung memberi hormat pada Hanna.

__ADS_1


Ibu hamil itu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponakannya itu. Tangannya refleks mengelus perutnya sendiri. Berharap anak yang ada dalam kandungannya bisa jadi anak yang cerdas dan menggemasakan seperti Alka.


...***...


Malam harinya, Radid meminta Summer untuk berbicara. Dia sangat penasaran dengan laki-laki yang Alka katakan. Apalagi istrinya pun mengadukan tentang Alka yang protes dengan pernikahan Summer dan Billy.


"Summer, apa Alka sudah tidur?" tanya Radid saat melihat Summer baru datang dari kamarnya.


"Sudah, Bang."


"Duduklah! Ada hal yang ingin Abang tanyakan sama kamu."


Summer pun hanya mengikuti apa yang sepupunya itu katakan. Dia duduk di samping Hanna yang sedang menonton sinetron ikan terbang. Dia pun akhirnya bertanya pada Radid kenapa diminta menemui laki-laki itu.


"Bang, apa ada hal penting?"


Bukannya langsung menjawab, Radid justru menghela napasnya dalam sebelum dia berbicara. "Summer, Abang dan Mbak kamu jad penasaran dengan laki-laki yang di maksud dengan Alka. Siapa Yain? Ada hubungan apa kamu dengan dia?"


Seperti orang latah, Summer pun ikut-ikutan menghela napas dalam sebelum dia berbicara. "Alka pernah bertemu dengan Rain, Bang. Mereka juga sering berkirim pesan karena ternyata Rain itu editor di tempat aku menulis novel."


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Radid yang dengan cepat menetralkan kekagetannya.


"Aku akan tetap dengan keputusanku."


"Bagus! Kamu tidak boleh goyah dengan kehadiran laki-laki yang sudah mengkhianati kamu. Seorang laki-laki jika sudah berkhianat, bisa jadi dia kan berkhianat lagi. Abang juga tidak akan mau jadi wali kamu kalau kamu menikah dengan Rain dan menjadi istri keduanya. Sudah cukup sekali kamu melakukan kesalahan besar. Tidak boleh membuat kesalahan lagi dengan merebut suami orang."


"Iya, Bang. Aku mengerti!"


"Soal Alka, kita kasih dia pengertian. Abang yakin dia akan mengerti karena Alka bisa memahami dengan cepat apa yang kita katakan."


"Sabar ya Summer. Terkadang kita berada dalam pilihan yang sulit. Semoga saja pernikahan kamu dengan Billy menjadi penghapus lara. Mbak do'akan semoga kebahagiaan selalu berpihak padamu," ucap Hanna dengan merangkul pundak sepupunya dan mengelusnya lembut.


"Terima kasih, Mbak, Bang, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian." Summer menundukkan kepalanya dengan rasa haru yang memenuhi dadanya.


"Summer, kalau pernikahan kalian dipercepat bagaimana?" tanya Radid dengan menatap lekat adik sepupunya itu.

__ADS_1


"Aku akan mengikuti saja. Tapi untuk bulan ini, aku sangat sibuk dengan ujian semester di sekolah," jawab Summer.


"Ya sudah setelah liburan sekolah saja."


"Aku ikut apa kata Abang saja."


Mereka pun larut dalam obrolan tentang rencana pernikahan Summer dan Billy. Sampai ketiga orang dewasa itu tidak menyadari kalau ada seorang anak kecil yang ikut mendengarkan obrolan mereka.


Alka tadi berpura-pura tidur. Saat ibunya keluar kamar, dia pun kembali bangun dan menyelinap. Namun, saat Summer dan yang lainnya membicarakan soal pernikahan, Alka pun kembali ke kamar dan membuka ponsel Summer yang tergeletak di meja belajar.


Editor March


^^^[Om, Alka sedih]^^^


[Alka sedih kenapa?]


^^^[Bunda nikah sama Om Billy]^^^


[Om juga sedih mendengarnya. Tapi Alka harus bisa mengikhlaskan. Mungkin Om Billy laki-laki yang baik untuk Bunda]


^^^[Om Billy memang baik, sayang sama Alka]^^^


Rain tidak membalas pesan dari Alka lagi. Dadanya terasa sangat sesak, saat dia tahu kalau Summer lebih memilih menikah dengan laki-laki lain. Lagi-lagi dia mengambil benda bernikotin itu untuk menenangkan pikirannya. Semenjak dia kehilangan Summer, Rain menjadi seorang perokok. Karena hanya itu cara dia untuk bisa menenangkan pikiran dan perasaannya yang kalut.


Summer, mungkinkah tidak akan ada lagi cerita tentang kita? Andai waktu ini dapat aku putar kembali, aku sangat menyesal tidak memperjuangkan kamu. Aku terlalu naif, karena pernah berpikir, kamu akan mau jika aku jadikan istri kedua.


"Hahaha ... Kamu bodoh sekali Rain! Kamu laki-laki paling bodoh. Rasakan, kamu kesepian tanpa dia bersamamu."


Rain terus saja merutuki dirinya sendiri. Dia sangat menyesali dengan apa yang sudah dilakukannya pada Summer. Meskipun benar semua itu bukan keinginan dia. Tapi waktu itu, Rain tidak bisa dengan tegas menolak perjodohan yang sudah ditetapkan oleh orang tuanya.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2