
Keluarga Mahendra kini benar-benar sudah tidak bisa berkutik lagi. Apalagi saat bukti baru yang Rain berikan pada pengadilan, membuat perusahaannya berada di ambang kehancuran.
Bagaimana tidak, file yang Summer minta untuk dibuka oleh Rain, membuktikan tentang kecurangan Mahendra Group dalam menggunakan bahan berbahaya untuk produksi olahan makanan di perusahaannya, sehingga semua orang yang pernah mencicipi makanan itu akan merasa ketagihan.
Summer yang mendengar semua itu di televisi, hanya diam membeku seraya menatap layar kaca. Apalagi, hal itu berhubungan dengan almarhum orang tuanya yang dulu bekerja di bagian laboratorium perusahaan Mahendra Group.
"Jadi kecelakaan itu karena disengaja? Ternyata Ayah dan Ibu meninggal karena sabotase. Kenapa mereka begitu tega pada ayah dan ibu?" gumam Summer seraya meneteskan air matanya.
"Bunda, kenapa nangis? Siapa yang jahat sama Bunda?" tanya Alka langsung menghampiri Summer saat melihat bundanya menangis.
"Tidak ada, Sayang! Orang jahat itu sudah digiring ke penjara," jawab Summer seraya memeluk Alka.
"Beneran?" tanya Alka memastikan.
"Iya benar! Papa Rain sudah memberikan bukti yang memberatkan mereka."
"Gitu ya, Bun. Bunda, kita main ke rumah dede Zia yuk! Alka kangen sama dedek Zia. Nanti Bunda bikin yang mirip dedek Zia ya!" pinta Alka mengalihkan perhatian Summer.
"Kan nanti Ibu yang akan kasih dedek bayi buat Alka."
" Tapi sekarang, ayo main ke rumah dedek Zia. Alka suka sama dedek Zia. Dia cantik, mirip boneka." Alka menarik tangan Summer agar mengikutinya menuju ke rumah tetangga mereka.
"Sayang, mungkin dedenya sedang tidur. Lihat sekarang sudah jam dua siang. Waktunya tidur siang," ucap Summer menahan tarikan tangan Alka.
"Bunda mah," gerutu Alka dengan cemberut.
"Ya sudah ayo! Tapi jangan lama ya! Nanti Tante Shello ya mau istirahat."
__ADS_1
"Iya, Bunda."
Alka pun kembali ceria saat mendengar Summer mau diajak ke rumah Shello. Dia berlari-lari kecil menuju ke rumah tetangganya. Saat sampai di sana, Alka di sambut oleh pembantu rumah itu.
"Den Alka, mau bertemu dengan siapa?" tanya bibi.
"Alka mau bertemu dengan Dede Zia. Ada gak, Bi?" tanya Alka seraya masuk setelah bibi membukakan pintu gerbang.
"Ada Den. Tadi baru saja bangun. Silakan masuk, Mbak!"
"Makasih, Bi!"
Summer pun masuk ke dalam rumah yang terlihat asri itu. Terlihat baby Zia sedang bersama dengan pengasuhnya di ruang tengah. Alka pun segera berlari kecil menghampiri bayi cantik yang menggemaskan itu.
"Hai Kak Al, mau main sama Dek Zia?" tanya pengasuh Zia yang sudah akrab dengan Alka dan keluarganya.
"Enggak dong! Sekarang kan ada Kak Al yang selalu nemenin Zia main," ucap pengasuh itu.
"Maaf ya Mbak, kalau Alka jadi sering main ke sini," ucap Summer merasa tidak enak hati.
"Gak apa, Mbak. Zia malam senang ada yang menemani main."
"Mbak Shello nya ke mana?" tanya Summer celingukan mencari keberadaan pemilik rumah.
"Ibu masih tidur siang."
Lama Alka bermain di sana, sampai akhirnya Rain datang menyusul. Karena memang, Rain sengaja meminta pulang cepat karena dia ingin mengajak Summer dan Alka jalan-jalan.
__ADS_1
"Papa!!!" pekik Alka seraya berlari menyambut kedatangan Rain bersama dengan Juki.
"Betah di sini jagoan Papa," ucap Rain seraya merentangkan tangannya agar Alka masuk ke dalam pelukannya.
"Wah, Rain. Sepertinya kita bisa besanan kalau putramu sering main ke sini," gurau Juki dengan tersenyum.
"Besan itu apa, Om?" tanya Alka di dalam gendongan Rain.
"Besan itu kalau Alka sama Zia menikah nanti Om sama papa kamu besanan," jelas Juki seperti tanpa beban.
"Nikah kayak ayah dan Ibu ya, Pah? Alka mau Om!"
"Hehehe ... Boleh deh asal Alka jagain putri Om ya! Tidak boleh digalakin, tidak boleh disakiti tidak boleh dikhianati. Harus disayangi, harus dijaga, harus baik sama Zia."
"Alka sayang kho sama dedek Zia."
"Sudah Juki! Alka belum cukup umur untuk tahu tentang hal seperti itu. Sekarang kita pulang yuk! Papa mau ajak Alka sama Bunda makan malam di luar. Mau, kan?" Rain segera mengalihkan pembicaraan. Dia khawatir pikiran Alka yang masih polos tercemari oleh gurauan dari sahabatnya.
"Ayo, Pah!" Alka begitu bersemangat. Namun, dia segera beralih pada Zia yang ada dalam pangkuan Summer. "Dede, Kak Al pulang dulu ya! Nanti kalau Kakak udah besar, Kakak mau nikah sama Dede."
Juki menahan senyumnya melihat apa yang Alka lakukan. Ternyata candaannya dianggap serius oleh anak kecil itu. Sementara Rain dan Summer hanya melongo melihat apa yang putra mereka lakukan.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1