Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 78 Mantan Menantu vs Mantan Mertua


__ADS_3

Wajah cantik yang biasanya selalu terlihat percaya diri itu, kini terlihat suram. Yasmin begitu syok saat melihat wajahnya terpampang jelas di berbagai sosial media dan disebut sebagai pelakor. Apalagi, banyak hinaan dan cacian dari netizen yang mengetahui tentang berita itu.


"Sialan banget nenek tua itu! Semoga saja Ayah dan Ibu belum mengetahui soal berita ini," gumam Yasmin seraya menutup ponselnya.


Dia bergegas untuk menemui mantan mertuanya. Karena biasanya, saat Tuan Altair mengunjunginya, pasti selalu memberikan uang jatah untuk putranya.


"Ayah, Ibu, maaf lama!" ucap Yasmin seraya mendudukkan bokongnya di sofa.


"Tidak apa! Yasmin, bagaimana keadaan Wilson? Kenapa dia tidak ada di rumah?" tanya Bu Astrid karena Tuan Altair diam seribu bahasa. Dia hanya menatap tajam pada Yasmin.


"Wilson sedang dibawa main ke rumah Om-nya. Ayah, Ibu tumben main ke sini?"


"Sebenar Ibu dan Ayah ingin tahu, sebenarnya siapa ayah kandung Wilson karena Rain bilang, kalau dia tidak pernah menyentuh kamu."


Sialan Rain! Dia membohongi aku, rutuk Yasmin dalam hati.


"Itu Bu, Wilson ... Wilson sebenarnya putra ...."


"Apa Topan?" potong Bu Astrid cepat.

__ADS_1


"Iya, Bu!" sahut Yasmin dengan menundukkan kepalanya dan tangan saling bertautan.


"Sudah Ibu duga. Sebenarnya dulu Ibu sering melihat kamu dan dia pergi bersama. Tapi waktu itu, ibu tidak mau berprasangka buruk sama kamu. Namun, beberapa waktu yang lalu, tanpa sengaja Ibu mendengar pembicaraan Topan dengan temannya. Yasmin, kenapa kamu tidak mau menerima Topan? Padahal dia mau bertanggung jawab sama kamu. Daripada kamu terus mencari kepuasan di luar dan menambah dosa. Lebih baik menikah dengan Topan," beber Bu Astrid panjang lebar.


"Maaf, Bu. Ini hidup aku, biarkan aku yang mengatur sendiri akan kemana aku pergi. Karena putra kesayangan Ibu, tidak pernah mau melirik ke arah aku," sanggah Yasmin merasa tidak suka dengan apa yang Bu Astrid katakan.


Mendengar apa yang Yasmin katakan, Tuan Altair pun langsung angkat bicara. "Begitu rupanya. Baik, Yasmin! Kami pun sudah tidak bisa mempertahankan Wilson menjadi bagian dari keluarga Lazuardi. Om akan mengurus perubahan kartu keluarga dan mengeluarkan Wilson sebagai bagian dari keluarga kami."


"Tidak apa!" sahut Yasmin dengan menahan kekesalannya.


Dia ingin marah-marah, tapi tidak mungkin marah di depan kedua orang tua itu. Bisa-bisa, pekerjaan orang tuanya nanti terancam. Yasmin pun hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Itu urusan aku, Bu. Apapun yang terjadi pada hidupku tidak akan merugikan keluarga Ibu. Justru aku merasa rugi karena pernah menikah dengan putra Ibu yang tidak normal. Masa wanita secantik aku tidak membuat dia tertarik." Yasmin tersenyum miring merasa menang karena bisa membalas ucapan mantan mertuanya yang sudah menyinggung perasaan dia.


"Ayo, Pak kita pulang saja. Ternyata dari awal Rain tidak salah memilih. Dia lebih memilih Summer yang memilih attitude dibandingkan dengan kamu. Beruntungnya aku memiliki menantu yang seperti Summer. Apalagi, cucu yang pintar seperti Alka."


"Sudah, Bu. Ayo kita pulang!" Tuan Altair langsung menarik tangan istrinya. Karena dia khawatir kedua wanita itu akan berdebat panjang.


Setelah kepergian kedua orang tua itu, Yasmin langsung mengamuk di rumahnya. Dia merasa sangat kesal dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sungguh, bukan seperti ini yang dia inginkan. Lagi-lagi dia merasa kalah dengan Summer.

__ADS_1


"Ternyata kalian sudah bersama kembali. Kenapa aku sampai tidak tahu? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku saja kehilangan jejak Summer setelah dia keluar dari sekolah dan pindah dari rumah sepupunya."


Yasmin terus saja mengacak-acak rumahnya seraya mengumpat dan memaki tidak karuan. Membuat pembantunya hanya bisa mengelus dada. Rumah yang baru saja dia bersihkan, kini hancur tak berbentuk seperti kapal pecah. Sampai akhirnya Topan dan Wilson datang, barulah dia menghentikan semuanya.


"Mama kenapa?" tanya Wilson ketakutan. Dia bersembunyi di balik badan Topan.


"Tidak apa, Wilson. Ayo sama Papa!" ajak Topan dengan menggendong Wilson dan mendekat ke arah Yasmin. "Kamu kenapa Yasmin? Apa karena masalah dengan sutradara itu? Ck! Kamu hanya perlu memutuskan hubungan kamu dengan dia dan memulai hidup baru dengan aku. Aku masih menunggu kamu, Yasmin."


"Mudah sekali kamu bicara. Kamu tahu, harga diri aku hancur. Wilson pun dikeluarkan dari keluarga Lazuardi. Bukan hanya itu, ternyata Summer dan Rain sudah kembali bersama. Aku benci ... Aku benci semuanya ...."


"Kamu memang tidak pernah berubah. Tidak tahu artinya bersyukur, sehingga selalu tinggi hati. Seandainya kamu bisa melihat cinta aku yang tulus buat kamu, mungkin hidup kamu tidak akan seperti ini. Yasmin, bisakah kamu membuka sedikit hati kamu buat aku? Demi Wilson dan untuk kebaikan kamu juga."


"Aku tidak tahu. Otak aku tidak bisa diajak berpikir. Sekarang kamu cepat cari orang yang bisa menghentikan berita itu."


"Aku mau membantu kamu kalau kamu bersedia menikah dengan aku dan melupakan semua hal sudah terjadi denganmu."


"Akan aku pikirkan nanti. Yang terpenting sekarang cepat lakukan apa yang aku minta."


Cinta itu benar-benar buta. Meskipun aku tahu Yasmin tidak pernah menghargai aku, tapi aku tidak bisa berhenti mencintainya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2