
Kedua laki-laki dewasa itu tidak ada yang menjawab pertanyaan Summer. Billy pun tidak mau jika Summer akan tahu dengan apa yang sudah terjadi. Sampai akhirnya, Rain membuka suaranya saat Summer menatap ke arahnya meminta jawaban dari pertanyaannya.
"Tadi Alka ...."
"Summer, istirahatlah! Pasti kamu lelah sudah bekerja seharian," suruh Billy dengan mendorong Summer agar masuk ke dalam.
"Bang, tunggu dulu! Alka mau ke mana? Kenapa membawa tas segala?" tanya Summer lagi saat melihat pengasuh Alka berdiri mematung di ambang pintu dengan tas di tangannya.
"Alka mau menginap di rumah papanya. Biarkan saja, anak laki-laki itu harus dekat dengan papanya agar dia memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. Alka sudah besar, sudah saatnya kamu mulai melepasnya dan membiarkan dia dengan dunia yang dipilihnya." Billy langsung menjawab pertanyaan Summer. khawatir Rain lebih dulu berbicara pada istrinya.
Sementara Rain hanya tersenyum samar mendengar apa yang Billy katakan. Dia ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Summer. Tapi saat melihat Alka yang sangat ketakutan membuat dia memilih untuk pergi dan berpura-pura mengajak Alka menginap.
"Benar Summer, untuk beberapa hari aku akan mengajak Alka menginap di rumah. Agar dia belajar bagaimana cara meretas CCTV. Sepertinya aku harus mulai mengajarinya agar dia bisa menyerang lawan yang tidak bisa disentuh," sarkas Rain dengan tatapan penuh kebencian pada Billy.
Sungguh dia merasa sangat kesal pada pengusaha muda itu. Apalagi saat dia merasakan ketakutan yang Alka rasakan. Dia benar-benar ingin menonjok wajah tanpa dosa Billy yang laki-laki itu perlihatkan pada Summer.
"Tapi Rain, Alka baru sembuh. Jangan memberikan pelajaran yang menguras otaknya!" cegah Summer dengan mendekat ke arah Rain.
Namun, secepat kilat Billy menarik tangan istrinya. Tentu saja hal itu membuat Summer merasa heran, kenapa dia tidak boleh menghampiri putranya.
"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran," usir Billy.
Mendengar pengusiran dari Billy, Rain pun segera pergi dari rumah itu. Dia benar-benar merasa jijik pada laki-laki yang kini menjadi suami mantan kekasihnya. Dengan satu tangan yang menggendong Alka, dia segera mengambil kedua tas yang sudah Alka siapkan untuk pergi ke rumahnya.
"Rain tunggu! Aku mau berbicara dengan Alka dulu," cegah Summer dengan berusaha melepaskan tangan Billy. Namun laki-laki itu semakin kuat mencengkram tangan istrinya dan segera membawa masuk ke dalam kamar yang berantakan.
Summer langsung mengerutkan keningnya melihat sperai yang sudah tidak berbentuk lagi. Apalagi, dia ada dua handuk yang tergeletak begitu saja di ujung tempat tidur. Summer melihat ke arah Billy dan menatap suaminya meminta sebuah jawaban.
"Abang, kenapa tempat tidurnya berantakan begini? Apa yang sudah Abang lakukan? Apa tadi Alka masuk ke sini dan Abang memarahinya?" tebak Summer.
__ADS_1
"Mana mungkin Abang memarahi dia. Sudahlah Summer! Daripada kamu berpikir yang tidak-tidak, lebih baik mandi lalu pakai baju yang bagus, kita makan malam di luar ya! Anggap saja sebagai kencan kita. Mumpung Alka sama papanya, jadi kita bisa berduaan," rayu Billy dengan mengelus bahu Summer.
"Tapi, Bang. Bagaimana dengan Alka? Apa dia akan baik-baik saja? Kenapa tadi Alka terus memeluk Rain dan tidak mau melihat ke arahku?"
"Sayang, mungkin dia takut kamu tidak mengijinkannya pergi bersama dengan laki-laki itu. Kamu tahu, anak semakin dikekang, maka dia akan semakin berontak dan pergi jauh. Lebih baik kamu berikan kebebasan pada Alka, dengan siapa dia akan tinggal. Agar dia tidak merasa terkekang karena kamu mempertahankannya. Padahal dia ingin bersama dengan papanya."
Apa benar yang dikatakan oleh Bang Billy? Ternyata Alka benar-benar tidak mau tinggal bersama dengan ayah tirinya. Padahal kan Bang Billy baik, batin Summer.
Meskipun menyimpan banyak tanya di hatinya, akhirnya Summer luluh juga dengan bujuk rayu Billy. Sementara Billy hanya tersenyum dalam hati melihat Summer yang mulai mempercayai ucapannya. Bukan hal yang sulit bagi Billy meluluhkan hati wanita. Makanya saat Summer terus menolaknya, dia merasa tertantang untuk menaklukan janda sebelum menikah itu.
Kini keduanya berada di sebuah restoran bintang lima. Dengan suasana romantis yang disuguhkan, membuat semua pengunjung yang datang ikut terhanyut di dalamnya.
Untuk sesaat Summer melupakan apa yang sudah terjadi. Dia terbuai dengan perlakuan Billy yang lembut dan memperlakukan dia seperti seorang ratu. Dia seperti merasakan kembali, bagaimana dulu Rain selalu memperlakukan dia dengan lembut dan penuh cinta.
"Sayang, menurutmu bagaimana suasana di sini?" tanya Billy dengan tersenyum manis pada Summer.
"Abang pinter sekali memilih tempat. Suasananya romantis sekali," ucap Summer.
"Terima kasih, Bang."
"Sama-sama, Sayang!" Billy mencium pipi Summer sekilas sebelum dia kembali duduk.
Namun, baru saja Billy akan duduk, tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik yang datang dan langsung memeluk laki-laki itu. Summer hanya dia melihat apa yang akan terjadi.
"Billy, long time no see. Aku kangen banget tahu sama kamu. Kamu ada waktu malam ini, kita rayakan kepulangan ku ke tanah air dengan pesta di apartemen aku. Kamu tenang saja, aku pasti akan memberikan service yang sangat sangat memuaskan," cerocos wanita itu.
"Vera, kenalkan ini istriku!" Billy terlihat kikuk di depan Summer dan wanita cantik itu.
"What's??? Kamu sudah menikah? Are you crazy, Billy? Kamu lupa dengan janji kamu untuk menikahi aku setelah kamu mendapatkan kesucian aku?" Wanita yang bernama Vera itu tidak terima saat tahu kalau Billy sudah menikah.
__ADS_1
"Salah kamu sendiri, kenapa pergi meninggalkan aku. Sudahlah, kita bahas lain kali. Kalau kamu mau ikut makan malam bersama, duduklah!" suruh Billy.
"Bang, dia siapa?" tanya Summer yang sedari tadi diam.
"Mantan pacar aku."
...***...
Sementara jauh dari rumah Billy. Terlihat Alka yang sedang makan dengan disuapi oleh Rain. Putranya jadi banyak diam setelah kejadian tadi. Apalagi Alka terus teringat pada Summer. Meskipun anak kecil itu belum memiliki kekuatan yang besar untuk melindungi bundanya, tetapi Alka sangat ingin menjaga Summer dari Billy yang dia pikir sangat galak.
"Sayang, kenapa diam saja? Khawatir sama Bunda? Alka tenang saja. Habis Alka makan, nanti Papa ajarin untuk meretas CCTV yang ada di rumah Papa Billy. Biar Alka bisa melihat keadaan Bunda. Meskipun Alka jauh dari Bunda. Besok Alka mau ikut tidak ke kantor Papa?"
"Memang Alka boleh ikut? Bunda kan selalu melarang Alka kalau mau ikut ke sekolah," tanya Alka dengan menatap sayu Rain.
"Boleh, Sayang. Ke manapun Papa pergi, nanti Alka ikut dengan Papa. Biarkan Bunda bahagia bersama Papa Billy. Selama ini Bunda sudah cukup menderita karena Papa," ucap Rain dengan suara yang bergetar. Dia melihat ke langit-langit kamarnya, untuk menahan air mata yang ingin menetes ke luar.
"Papa, tapi Alka harus jaga Bunda. Bagaimana kalau Papa Billy mau pukul Bunda. Nanti siapa yang tolong Bunda? Bunda kan gak bisa lari cepat kayak Alka," tanya Alka melihat ke arah Rain.
"Nanti kita berdua yang akan jaga Bunda. Alka mau kan kerjasama dengan Papa untuk menjaga Bunda?"
"Mau Pah mau."
Alka menjadi bersemangat saat teringat dia harus menjaga bundanya. Rain tersenyum pada putranya. Dia mengacak-acak rambut Alka dengan sayang.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, ...
...comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....