Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 14 Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan oleh Billy pada Alka, mereka jalan-jalan ke mall saat libur sekolah tiba. Ketiga terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Billy dan Summer menggandeng tangan Alka di kiri dan kanannya.


"Kita main ke mana dulu, nih?" tanya Billy saat sudah tiba di lobby mall.


"Bunda, Aka mau naik keyeta sama mobin," ucap Alka dengan menengadahkan kepalanya melihat ke arah Summer.


"Boleh! Ayo, kita ke pusat permainan dulu, kalau sudah lelah baru pergi makan sepuasnya," serobot Billy langsung menjawab mengiyakan permintaan Alka.


"Hoyeyy ... Om baik deh!" Alka bersorak kegirangan saat keinginannya dituruti.


"Tentu, dong! Om, gitu kesayangannya Alka dan Bunda," ucap Billy dengan penuh percaya diri.


"Bisa saja, nih Abang." Summer tersenyum tipis menanggapi ucapan dari Billy. Entahlah, meskipun Billy sering memberinya kode. Namun, dia selalu berpura-pura tidak memahaminya. "Ayo kita ke sana!"


"Bunda, Aka yeyah." Bocah kecil itu mulai merajuk, saat harus berjalan jauh sampai ke lantai dua mall itu. Apalagi, pusat permainan ada di bagian ujung barat dari mall itu. Tentu saja membuat anak lelaki itu merasa kecapean berjalan jauh.


"Sama, Om ya!" Billy langsung mengangkat badan kecil Alka. Dia berjalan dengan menggendong Alka di tangan kanannya dan menggandeng Summer dengan tangan kirinya.


Summer hanya diam saja mengikuti langkah kaki Billy. Meskipun sebenarnya dia merasa kurang nyaman dengan apa yang Billy lakukan. Akan tetapi, Summer tidak mau menyinggung perasaan Billy dengan menolak laki-laki itu saat ingin menggandengnya.


"Nah, kita sudah sampai. Alka mau main apa dulu?" tanya Billy setibanya di pusat permainan.


"Naik mobin duyu, Om." Alka menunjuk pada mobil-mobilan yang bisa bergoyang-goyang diiringi oleh musik.


"Ayo, sama Om!" ajak Billy langsung membeli koin untuk memainkan semua permainan yang ada di sana.


Billy terus saja mengikuti keinginan Alka. Laki-laki itu terlihat sabar menghadapi bocah kecil yang pintar bicara itu. Sampai akhirnya mereka kelelahan dan menghampiri Summer yang sedang menunggu kedua laki-laki beda generasi itu.


"Udah puas mainnya, Sayang?" tanya Summer pada Alka.


"Udah, Sayang!" Bukan Alka yang menjawab tapi Billy dengan senyum yang menggoda.


"Apaan sih, Bang?" Summer tersenyum malu dengan apa yang Billy katakan.


"Bunda mau minum," pinta Alka.


Summer pun memberikan botol minuman mineral pada putranya. Begitu pula pada Billy yang menengadahkan tangannya meminta minum pada Summer. Setelah menghabiskan minumnya, barulah Billy berbicara.


"Alka, mau tidak mobil-mobilan yang kayak tadi?" tanya Billy pada Alka.

__ADS_1


"Yang mobin bayap itu, Om?"


"Iya, ya seperti tadi Alka naikin itu loh."


"Mau mau Om, Aka mau." Alka terloncat kegirangan mendengar tawaran dari Billy.


"Ayo kita ke toko mainan dulu, habis itu baru kita makan."


"Bang tidak usah lah Bang! Kita langsung makan aja," tolak Summer karena merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, mumpung kita jalan ke sini. Lagian tidak tiap hari kan, Abang beliin mainan buat Alka. Iya kan, jagoan?" bela Billy.


"Iya beneng Bun. Om Biyyi kan baik. Mau ngasih mainan buat Aka."


"Pinter banget nih anak bunda merayunya."


"Mirip siapa Alka pintar merayu, padahal bundanya lurus-lurus saja. Om rayu pakai apapun gak mempan."


"Kayau gak mirip Bunda, mungkin miyip papa," celetuk Alka asal.


Namun, ucapan Alka itu mampu membuat sudut hati Summer berdenyut dengan apa yang putranya katakan. Karena memang, pembawaan Rain yang ramah dan kalem, membuat banyak orang menyukai laki-laki itu. Meskipun sebenarnya, Rain juga memiliki sisi jelek yang tidak banyak diketahui oleh orang lain.


Dia langsung pergi begitu saja ke toko mainan, meninggalkan Alka dan Billy yang saling berpandangan. Dua laki-laki itu merasa heran melihat perubahan Summer yang tiba-tiba saja bersemangat masuk ke dalam toko mainan. Ibu muda itu langsung memilih mainan untuk anak perempuan.


"Bunda, memang bunda mau beyi mainan juga?" tanya Alka heran.


"Enggak! Bunda mau beli hadiah untuk putrinya teman kerja Bunda. Alka mau beli apa?" tanya Summer melihat ke arah Billy dan Alka yang sedang memperhatikannya.


"Alka, kita cari ke sebelah sana saja, di sini khusus cewek. Summer, nanti nyusul ke sana ya!" ajak Billy.


"Iya, Bang. Titip Alka ya!"


Billy hanya menganggukkan kepalanya pelan seraya menuntun Alka agar mengikutinya. Sementara Summer kembali memilih barang yang ingin dia beli. Setelah cukup lama di memilah dan memilih mainan untuk putrinya Juliet, Summer pun segera menghampiri Billy.


Namun, belum juga sampai dia ke tempat Billy dan Alka yang sedang memilih mainan mobil-mobilan, jantungnya mendadak berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia langsung menyembunyikan dirinya saat melihat Rain sedang berbincang dengan Billy seraya memilih mainan mobil-mobilan untuk Alka.


"Tuan Billy, Anda beruntung sekali memiliki putra yang sangat tampan seperti dia," puji Rain.


"Om tampan kamu juga udah punya anak ya Om kok beli mainannya banyak," tanya apa pada rahim yang sedang memilih mobil-mobilan yang berbeda jenis.

__ADS_1


"Om mau ngasih kado untuk putra teman Om yang berulang tahun," jawab Rain. Adik ganteng namanya siapa?"


"Aka, Om. Kayau nama, Om?" Alka balik bertanya pada Rain.


"Nama Om Rain. Alka bisa panggil Om Rain atau Om Viar."


"Kok nama Om, miyip dengan nama Aka deh?"


"Masa sih? Memang nama dedek apa?" tanya Rain jadi penasaran.


"Nama aku, Aka Yain Yazuadi."


"Namanya bagus, Dek!" puji Rain dengan mengelus lembut kepala bocah kecil itu.


"Kata Bunda, nama Aka miyip sama papa."


Terus saja mereka berbincang, membuat Summer semakin penasaran dengan keseruan mereka. Summer tidak pernah menyangka Rain akan bertemu langsung dengan putranya. Dia berharap, kalau mantan kekasihnya itu tidak menyadari kemiripan wajahnya dengan Alka. Rasanya Summer tidak siap jika nanti Rain meminta hak atas Alka, ataupun memaksanya untuk menjadi istri kedua.


Apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa kedua orang itu terlihat begitu akrab. Apa mungkin Rain dan Billy saling mengenal satu sama lain. Aku harus secepatnya keluar dari sini. Agar rain tidak menyadari keberadaanku, batin Summer.


Setelah cukup lama Summer bersembunyi, akhirnya Rain pergi dari sana karena sudah mendapatkan apa yang dia ingin beli. Summer secepat kilat menetralkan detak jantungnya yang berirama tidak beraturan. Setelah Summer dapat menetralkan perasaannya, dia pun segera menghampiri Alka dan Billy yang masih memilih mainan seraya menunggu Summer.


"Bunda kenapa yama sekayi?" tanya Alka dengan raut wajah yang tidak suka.


"Maaf ya Sayang! Tadi Bunda bingung memilih yang mana karena semuanya terlihat bagus," kelit Summer.


"Ya udah deh! Aka mau makan sekayang."


"Siap Bos kecil."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like komen, rate dan favorite...


...Terima kasih....


Sambil menunggu Summer dan Rain update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini!


__ADS_1


__ADS_2