
Kondisi kesehatan Tuan Altair kini sudah membaik. Hanya butuh dua hari dia berada di rumah sakit. Kini semuanya sedang bersiap untuk pergi ke ibu kota.
Tuan Altair dan Bu Astrid sengaja ikut pulang dengan Rain. Karena dia ingin segera meresmikan hubungan Rain dan Summer ke jenjang pernikahan. Dia juga ingin mendengar kejujuran dari Yasmin, soal siapa ayah biologis Wilson. Meskipun sebenarnya dia sudah tahu, tapi dia ingin Yasmin yang berbicara sendiri padanya.
"Apih, nanti Alka kenalkan sama dedek Jia ya!" ujar Alka saat mereka menunggu pembantu di rumah Tuan Altair memasukkan barang-barang yang akan dibawa.
"Siapa dedek Zia? Apa anaknya Radid?" tanya Tuan Altair dengan mengerutkan keningnya.
"Bukan Apih! Dedek Zia tetangga Alka. Dia cantik dan lucu seperti boneka," terang Alka dengan begitu bersemangat.
"Oh, begitu ya! Cantik mana dengan bunda kamu?"
"Cantik bunda Alka. Bunda kan perempuan paling cantik sedunia." Alka tersenyum bangga dengan apa yang dia katakan.
"Wah, Amih kalah dong! Padahal kata Papa kamu, Amih yang paling cantik," timpal Bu Astrid asal ikut nimbrung.
"Kata siapa, Bu? Bagi aku, Summer yang paling cantik." Rain mengerlingkan mata nakalnya pada Summer yang berdiri di samping laki-laki itu.
Seketika Summer pun mencubit perut laki-laki itu gemas. Bisa-bisanya Rain menggoda dia di depan kedua orang tuanya. Jelas saja Summer merasa malu.
"Tapi memang benar, Summer yang paling cantik. Pantas saja putra Ibu sampai tergila-gila sama kamu, Summer. Dia sampai meninggalkan istrinya di malam pengantin demi menemui kamu," ucap Bu Astrid seperti tanpa beban.
__ADS_1
"Apa Ibu bilang?" tanya Tuan Altair kaget. "Jadi dia tidak tidur di rumahnya?"
"Tidak ayah. Mata-mata Ibu bilang kalau Rain pergi ke rumah Summer tapi Ibu biarkan saja, karena mungkin itu saat terakhir mereka bersama. Ternyata benar, mereka berpisah tapi Ibu tidak mengira kalau Summer-lah yang meninggalkan Rain dengan membawa bayi di dalam kandungannya." Bu Astrid menghela napas sejenak sebelum melanjutkannya.
"Ibu juga tidak pernah menyangka kalau ternyata hubungan mereka sangat jauh. Seandainya Ibu sudah tahu dari awal, mungkin Summer yang akan ibu nikahkan dengan Rain bukan Yasmin."
"Semuanya sudah terjadi Bu. Kami minta maaf untuk semua kekhilafan kami di masa lalu," sesal Summer dengan menahan rasa malunya.
"Iya benar, semuanya sudah terjadi. Asalkan kalian berdua ingin memperbaiki semuanya dan tidak melakukan kesalahan yang sama, itu sudah cukup buat Ibu."
"Iya, Bu!" sahut Rain dan Summer secara bersamaan.
Sampai akhirnya semua barang yang akan dibawa sudah tertata rapi di mobil, mereka pun segera berangkat ke ibu kota. Alka ikut dengan mobil Tuan Altair, sedangkan Summer dan Rain berdua di mobil Rain. Sementara Bu Kenanga dan suaminya yang juga ikut ke ibu kota membawa mobil sendiri.
"Kenapa tidak sederhana saja?"
"Meskipun ini pernikahan kedua kita, tapi bagiku ini pernikahan pertama yang aku inginkan. Aku akan menyewa hotel bintang lima milik JS Group, sebagai tempat resepsi pernikahan kita."
"Pasti mahal Rain. Lebih baik, uangnya kita tabung untuk sekolah Alka."
"Untuk sekolah Alka, aku sudah menyiapkannya. Kamu tenang saja, uang tabungan aku cukup untuk kita melakukan resepsi pernikahan di hotel itu. Nanti aku akan minta diskon pada temanku."
__ADS_1
"Rain, sejak kapan kamu kenal dekat dengan anak-anak orang kaya itu," tanya Summer dengan menatap lekat Rain yang sedang fokus melihat jalan raya.
"Awalnya aku hanya dekat dengan Regan. Tapi setelah aku pindah dan bekerja dengannya, aku banyak kenalan orang-orang kaya yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka terkadang suka meminta saran dari aku saat ingin membeli saham dalam jumlah banyak pada sebuah perusahaan. Kebetulan juga, setiap saran dari aku selalu tepat. Jadinya ya gitu, kita berteman untuk saling sharing."
"Lalu kenapa kamu bekerja jadi editor?"
"Karena itu sedikit mengurangi kerinduan aku sama kamu. Aku selalu ingat kalau kamu suka menulis pada sebuah diary. Bercerita semua hal tentang perjalanan cinta kita. Aku hanya berharap, kamu akan menuliskan kisah kita menjadi sebuah novel. Agar aku bisa menemukan kamu."
"Ternyata harapan kamu jadi kenyataan, Rain. Aku menulis di sana berharap akan mendapatkan tambahan uang untuk tabungan sekolah Alka. Tapi ternyata, aku malah bertemu dengan kamu."
"Mungkin itu cara Tuhan untuk menyatukan kita kembali. Meskipun banyak cobaan dan rintangan dalam kisah cinta kita. Tapi hal itu, justru lebih menguatkan perasaan kita satu sama lain."
"Kamu benar, semoga kedepannya hanya ada kebahagiaan yang menyertai perjalanan cinta kita."
"Aamiin." Kompak keduanya.
Rain melepaskan genggaman tangannya, dia mengelus lembut rambut hitam pekat Summer. Seandainya saja bukan sedang di jalan tol, ingin sekali dia mengecup kening Summer dan membawa wanita cantik itu dalam pelukannya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....