Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 52 Koma


__ADS_3

Dengan bantuan pihak hotel, kini Summer sudah berada di rumah sakit. Radid yang diberitahu oleh Alka tentang bundanya, langsung berangkat ke rumah sakit untuk menjaga Summer. Dia tidak pernah menyangka, keputusannya untuk menikahkan Summer dengan Billy akan berujung derita.


Sementara Rain dan Billy, mereka dibawa ke kantor polisi. Meskipun Billy memang memiliki kekuasaan, tetapi tindakan kekerasan pada istrinya, membuat dia harus berurusan dengan pihak yang berwajib.


Rain, yang dimintai keterangan oleh polisi, menerangkan dengan gamblang dengan apa yang terjadi pada Summer. Dia pun menceritakan apa yang telah Billy lakukan pada Alka. Mau tidak mau, pengusaha muda yang sukses itu harus mendekam di balik jeruji besi dengan kasus kekerasan pada rumah tangga.


"Ingat Billy, aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah kamu lakukan pada Summer dan Alka. Aku akan mengambilnya kembali dari kamu," geram Rain sebelum dia pergi dari kantor polisi.


"Hahh! Siapa kamu? Kamu pikir, kamu bisa mengalahkan keluarga Mahendra? Nonsense! Kamu harus ingat Rain! Kalian bukan apa-apa di hadapan keluarga besar aku. Hanya sebuah boneka mainan yang lusuh, yang seharusnya sudah aku buang dari dulu."


"Teruslah Anda membual, Tuan. Tapi aku akan mencari cara agar kamu mendekam lama di sini. Kamu pikir, hanya kamu yang memiliki uang. Apa kamu lupa dengan peribahasa air beriak tanda tak dalam. Kamu berbicara pongah membanggakan kekayaanmu. Tapi ternyata, kekayaan kamu dari hasil berhutang."


"Brengsekk kamu Rain!!!"


Rain menatap tajam Billy dan mengepalkan tangannya dengan kuat. Tidak mungkin dia membuat keributan di kantor polisi, sedangkan baru saja, dia mendapatkan peringatan dari polisi karena sudah menghajar Billy. Hingga akhirnya, Rain memilih untuk pergi dari sana.


Dia langsung menuju ke Hotel untuk membereskan barang-barang Summer dan juga miliknya. Setelah menyimpannya di apartemen, barulah Rain menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Summer.


"Papa!" panggil Alka saat dia melihat kedatangan Rain.


"Sayang, bagaimana keadaan Bunda?" tanya Rain seraya menggendong Alka. Dia berjalan menghampiri Radid yang melihat ke arahnya.


"Bunda masih bobo. Alka mau ikut bobo sama Bunda. Tapi kata Mbak itu, Alka disuruh menunggu di luar biar gak ganggu Bunda," jelas Alka dengan sendu. Bocah kecil itu sangat sedih melihat keadaan bundanya.


"Summer masih koma. Kata dokter, itu akibat kepalanya berkali-kali terbentur benda keras. Abang tidak menyangka Billy akan berbuat seperti itu pada Summer. Bahkan tangan kanannya mengalami keretakan."


"Bang, biar aku yang menjaga Summer. Abang tolong bawa Alka pulang! Kurang baik, anak seusia Alka berlama-lama di rumah sakit," Rain mengelus lembut rambut putranya. "Alka pulang sama ayah ya! Biar Bunda Papa yang jaga."


"Baiklah kalau begitu. Bagaimana dengan proses hukum Billy."

__ADS_1


"Mungkin akan sulit, Bang. Orang sekelas Billy paasti memiliki beking yang kuat. Kalaupun kita tidak bisa membuat dia mendekam lama di balik jeruji besi, setidaknya kita bisa membebaskan Summer dari Billy."


"Tapi, Pah. Alka mau sama Bunda," sanggah Alka dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang, Alka sayang sama Bunda, kan?" tanya Rain dengan menatap lekat wajah putranya.


"Iya, Alka sayang banget sama Bunda sama Papa."


"Kalau Alka sayang, Alka nurut ya! Bukannya Papa mau melarang Alka untuk menjaga Bunda, tapi rumah sakit kurang baik untuk anak-anak yang sehat seperti Alka. Lebih baik Alka ikut pulang dengan Ayah. Alka masih bisa memantau Bunda dari video. Iya, kan?"


"Ya udah deh, terserah Papa. Alka ikut saja apa kata Papa," ucap Alka dengan cemberut. Meskipun dia tidak setuju dengan apa yang papanya katakan. Pada akhirnya, dia menurut juga.


"Anak pintar! Makasih ya Sayang, sudah menjaga Bunda. Andai Alka dia ingin buru-buru menemui Bunda, entah apa yang akan bajingann itu lakukan." Rain berusaha tersenyum pada putranya, meski hatinya menangis.


"Rain, terima kasih kamu sudah menolong Summer. Apa lukamu sudah diobati?" tanya Radid saat melihat pipi Rain yang lebam.


"Tidak mau! Alka mau pakai baju yang di rumah ayah saja."


"Ya sudah! Tapi kalau butuh mainan, ada di apartemen Papa."


"Iya, deh. Nanti Alka ke apartemen Papa dulu."


Radid hanya tersenyum tipis melihat interaksi antara ayah dan anak itu. Dia tidak pernah menyangka Alka akan begitu cepat dengan Rain. Padahal mereka belum lama bertemu.


Mungkin ini yang dinamakan darah lebih kental dari air. Hanya dalam waktu tidak ada satu tahun, Rain mampu mengambil hati Alka sampai dia tidak bisa jauh darinya. Tetapi Billy yang bertahun-tahun selalu datang untuk mendekatinya, tidak mampu menarik hati Alka seperti Rain, batin Radid.


Saat hari sudah beranjak malam, Radid pulang dengan membawa Alka. Kini tinggal Rain yang menjaga Summer. Dia sudah meminta ijin pada bosnya untuk tidak berangkat kerja selama beberapa hari ke depan. Begitupun dengan Summer yang sudah dia mintakan ijin pada kepala sekolahnya.


Rain masuk ke ruang ICU tempat Summer dirawat, setelah kepergian Radid dan Alka. Dilihatnya wajah cantik Summer yang kini terlihat lembab di beberapa bagian. Dengan perban di kepalanya dan tangan kanan yang dipasang gips.

__ADS_1


"Summer, maafkan aku tidak bisa menjaga kamu. Padahal, beberapa saat sebelum kejadian kamu bersamaku. Tapi tetap saja, aku tidak bisa menolong kamu saat bajingann itu menghajar kamu." Rain menciumi telapak tangan Summer. Berharap wanita yang dicintainya akan segera sadar.


Namun, sepertinya Summer masih betah memejamkan mata. Hingga malam semakin larut, dia belum juga sadarkan diri. Perlahan Rain pun memejamkan mata di kursinya. Dengan kepala yang dia senderkan ke tempat tidur Summer. Kejadian yang menguras tenaga dan pikirannya, membuat laki-laki itu cepat terlelap.


Sementara di alam bawah sadar Summer, wanita cantik itu sedang berada di bawah pohon bunga sakura bersama dengan kedua orang tuanya. Dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran di musim semi. Membuat dia merasa betah berlama-lama berada di sana.


"Summer, pulanglah Nak! Kasihan putramu, dia membutuhkan kamu," ucap mamanya Summer.


"Mah, aku merindukan Mama dan Papa. Apa Mama tahu, semenjak Mama dan Papa tidak ada, hidup aku kacau. Aku ingin pergi dari kehidupan yang seperti itu."


"Pulanglah, Nak! Belum saatnya kamu bersama dengan kami. Putramu dan Rain, sangat mengharapkan kehadiran kamu. Lupakan semua hal yang meyakitimu dan mulailah hidup baru bersama dengan Alka dan Rain. Papa dan Mama selalu menjagamu dari kejauhan. Yakinlah, Sayang! Badai dalam hidupmu akan segera berlalu. Kini saatnya kamu meraih kebahagiaan bersama dengan putramu."


Mamanya Summer membelai lembut rambut putri semata wayangnya. Seandainya konspiraasi itu tidak terjadi, mungkin mereka masih bisa bersama. Namun, semuanya sudah menjadi suratan takdir yang tidak bisa dia lawan.


"Summer, suruh kekasihmu membuka akses perusahaan MAHENDRA group. Ada sebuah file penting dalam database peruhasaan itu yang tidak bisa orang lain buka selain kami," suruh papanya Summer. Dia pun membisikkan nama file dan passwordnya yang harus Summer buka


"Memangnya ada apa dalam file itu, Pah?"


"Kamu akan tahu setelah ada yang berhasil membukanya. Pulanglah, lakukan apa yang Papa suruh!"


"Iya, Summer. Pulanglah demi anakmu dan demi kami."


"Baiklah, Mama, Papa. Aku menyayangi kalian."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2