Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 48 Kenyataan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Tidak ada satu pun ibu di dunia ini yang akan rela jika anaknya disakiti. Apalagi orang itu justru orang terdekatnya, begitupun dengan Summer. Dia terus saja menunggu kedatangan Billy yang tak kunjung pulang ke rumah. Dia telepon pun tidak diangkat. Dia kirim pesan tidak dibalas oleh Billy.


Sampai hari sudah larut malam, tetapi Billy tetap saja tidak kunjung pulang. Hingga akhirnya dia tertidur di ruang tengah. Untung saja pembantu rumahnya mengingatkan untuk pindah ke kamar.


"Nyonya, Nyonya Summer, sudah jam satu pagi. Tuan pasti tidak akan pulang. Lebih baik Nyonya tidur di kamar saja," ucap Idah yang kini kembali pada pekerjaan lamanya. Semenjak Alka dibawa oleh Rain.


Summer yang terbangun karena suara Idah, dia langsung membenarkan duduknya. Dia melihat ke arah pengasuh putranya. Sampai akhirnya Summer membuka suaranya.


"Mbak Idah, pasti tahu kan, apa yang terjadi pada Alka. Apa bisa Mbak ceritakan kejadian sebenarnya. Karena pasti Mbak melihat semua kejadian itu?" tanya Summer yang ingin lebih yakin dengan apa yang Rain katakan.


"Maaf, Nyonya. Saya tidak berani mengatakan apapun. Saya masih butuh pekerjaan," ucap Idah dengan menundukkan kepalanya. Tangannya saling meremat satu sama lain. Dia ingin mengatakan yang sebenarnya, tetapi dia juga harus cari aman karena butuh pekerjaan untuk biaya anak-anaknya.


"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih sudah menjaga Alka. Aku ke kamar dulu ya!" pamit Summer tersenyum tipis pada Idah.


Dia pun bergegas menuju ke kamarnya dan melanjutkan tidur kembali. Karena sudah yakin kalau Billy memang tidak akan pulang. Lagi pula besok dia harus berangkat kerja.


...***...


Keesokan harinya, Summer bekerja seperti biasa. Meskipun pikirannya sedang tidak menentu. Namun, Summer harus bersikap profesional dala mengajar anak muridnya. Dia pun terlihat seperti biasa di depan anak-anaknya. Hanya saat dia istirahat, Summer terlihat murung di mejanya.


"Bu Summer kenapa layu sekali? Apa Bu Summer sakit?" tanya Juliet seraya menggeser kursinya, mendekat ke arah Summer.


"Bu Juliet, siapa yang akan Bu Juliet pilih. Anak apa suami?" tanya Summer melihat dalam ke arah Juliet.


"Kenapa bertanya begitu? Tentu saja dua-duanya. Mana bisa memilih salah satu. Anak darah daging kita. Yang tidak akan pernah bisa terpisahkan dalam kehidupan kita. Begitupun dengan suami, yang akan menjadi teman hidup kita hingga kita menutup usia."


"Bu Juliet benar. Lalu bagaimana kalau suami Bu Juliet tidak menyukai kehadiran anak yang bukan anak kandungnya?" tanya Summer dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tentu saja aku pilih anak. Suami pasti ada bekasnya tapi kalau anak, tidak akan pernah ada istilah bekas anak. Bu Summer kenapa bertanya begitu? Apa sedang ada masalah dengan Tuan Billy? Apa putra Bu Summer sebenarnya ...."


"Iya, tapi Bu Juliet tolong katakan pada siapa pun ya!" potong Summer.


"Bu Summer tenang saja, aku bisa menjaga rahasia."


Tanpa keduanya sadari, ada serang guru cantik yang selalu terlihat seksih sedang menguping pembicaraan mereka. Yasmin tersenyum miring mendengar pernikahan Summer yang sepertinya sedang mendapatkan sandungan batu besar. Saat dilihatnya Juliet pergi ke luar ruangan, dia pun segera menghampiri Summer.


"Summer Summer ... Kamu tuh pintar di sekolah tapi bodoh di depan laki-laki. Cassanova seperti Tuan Billy kamu percaya. Ekspektasi kamu terlalu tinggi sama dia. Kamu tahu, setiap malam dia selalu menghabiskan waktu dengan cewek yang berbeda di hotel." Yasmin tersenyum miring melihat ke arah Summer.


"Kalau kamu tidak percaya, kamu boleh ikut denganku, untuk melihatnya sedang bersama dengan wanita lain. Tapi kalau kamu ingin membuktikan sendiri, datang saja ke hotel MP kamar 1101A. Kamu pasti akan menemukan dia di sana." Yasmin langsung berlalu pergi setelah dia mengatakan hal yang membuat Summer semakin bertanya.


Tidak ingin terus menduga-duga, Summer pun akhirnya meminta ijin untuk pulang cepat. Dia segera menuju ke kantor Billy untuk menemuinya. Summer sempat tertegun melihat gedung bertingkat yang terlihat megah milik MAHENDRA Group. Dia pun menghela napas dalam, sebelum menapakkan kakinya di pelataran gedung itu.


"Permisi, Mbak. Saya mau bertemu dengan Tuan Billy," ucap Summer pada resepsionis.


"Sudah, Mbak. Apa perlu saya menelponnya?"


"Pak Rifky, ada yang mau bertemu dengan Tuan Billy," panggil resepsionis itu pada laki-laki yang baru saja masuk ke dalam lobby perusahaan.


"Nyonya Summer!" panggil Rifky, asisten pribadi Billy. "Mari ikut dengan saya kalau ingin bertemu dengan Tuan! Ine, ingat ya! Nyonya Summer ini istri Tuan Billy. Kalau lain kali datang langsung antar saja ke ruangan Tuan."


"Baik, Pak! Maaf Nyonya, saya tidak mengenali Anda." Resepsionis itu tersenyum seraya menundukkan kepalanya sedikit pada Summer.


"Tidak, apa Mbak. Kalau begitu saya permisi!" pamit Summer, kemudian mengikuti langkah kaki Rifky yang membawanya ke ruangan Billy.


Namun, saat sampai di ruangan Billy, Summer dibuat terkejut saat melihat Vera sedang duduk di pangkuan Billy. Bajunya terlihat berantakan dengan beberapa kancing yang terlepas dari tempatnya.

__ADS_1


Bukan hanya Summer yang terkejut, Billy pun sangat kaget melihat Summer keluar dari balik punggung Rifky. Dia kira hanya asistennya yang datang, tapi ternyata ada Summer di belakangnya.


"Mau apa kamu ke sini?" ketus Billy menyembunyikan keterkejutannya.


"Aku ada perlu dengan Abang," jawab Summer dengan tidak melepaskan pandangannya pada mantan pasangan kekasih itu.


"Vera, sebaiknya kamu pulang dulu. Sepertinya istriku sedang ingin bersamaku," bisik Billy pada Vera.


"Aku cemburu Billy. Apa kamu melupakan aku begitu saja?" tanya Vera dengan tidak mau beranjak dari pangkuan Billy.


"Please Vera, nanti aku ke apartemen kamu. Melanjutkan apa yang tadi tertunda." Lagi-lagi Billy berbisik di telinga Vera.


"Baiklah, aku menunggumu!" Vera pun pergi dari ruangan Billy setelah dia mengecup singkat bibir Billy.


Wanita cantik itu tersenyum miring pada Summer saat dia melewatinya. Membuat Summer hanya tersenyum kecut. Ingin sekali dia menertawakan diri sendiri karena kebodohannya. Tanpa harus membuktikannya, kini dia percaya kalau apa yang Yasmin katakan kemungkinan benar adanya.


Kini di ruangan itu tinggal Summer dan Billy. Keduanya saling terdiam dengan mata yang saling berpandangan. Sampai akhirnya, Billy bangun dari duduknya dan menghampiri Summer.


"Ada apa ke sini? Kangen sama Abang?" tanya Billy dengan tangan terulur ingin memegang bahu Summer.


"Jangan menyentuhku! Aku tidak ijinkan kamu menyentuhku. Aku tahu apa yang kamu lakukan di belakang aku. Aku juga tahu apa yang sudah kamu lakukan pada Alka, sampai anakku syok karena kamu." Summer menghentikan ucapannya. Dia tertawa hambar di depan Billy.


"Benar apa yang Yasmin katakan. Aku memang bodoh tidak bisa melihat serigala yang berbulu domba. Aku pikir kamu orang baik, tapi ternyata, kamu hanyalah seorang pemain wanita. Kamu pernah kan tidur dengan Yasmin?"


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2