
Suasana ruang perawatan Hanna kini terlihat ramai dengan kedatangan Alka dan keluarganya. Mereka semua nampak bahagia menyambut kehadiran anggota keluarga baru. Seorang bayi laki-laki yang terlihat tampan dan bersih dengan hidung mancung dan rambut yang tebal.
"Ibu, nama adik bayinya siapa?" tanya Alka dengan menatap lekat pada bayi kecil itu.
"Ibrahim Al Ghazali," jawab Hanna dengan tersenyum.
"Panggilannya Baim ya, Mbak?" tanya Summer ikut menimpali.
"Iya, Summer. Nanti Alka asuh dedenya ya!" ucap Hanna dengan tersenyum.
"Iya, Ibu. Nanti Alka ajak dede main ponsel," jawab Alka dengan polosnya.
Lama Summer, Alka dan Rain bercengkrama di sana. Sampai akhirnya mereka undur diri karena hari sudah sangat siang. Sementara Rain sudah menjanjikan untuk mengajak Alka bermain di dunia fantasy.
Namun setibanya di dunia fantasi, Alka malah tidak mau turun. Anak laki-laki ingin melihat lumba-lumba. Sehingga Rain pun membawa putranya ke gelanggang samudera.
Puas bermain di sana, kini mereka berpindah ke sea world yang berdekatan dengan gelanggang samudera. Alka begitu senang melihat beraneka ragam satwa laut. Apalagi saat masuk ke akuarium raksasa dengan ikan-ikan yang berenang di atas kepalanya.
"Bunda, nanti ajak Dede Baim sama Dede Zia main ke sini ya!" pinta Alka yang tidak henti mengagumi apa yang dilihatnya.
"Iya Sayang. Kalau Dede Baim dan Dede Zia sudah besar. Kita main ke sini sama-sama," jawab Summer.
"Bunda, lalu kapan Bunda kasih Alka dede bayi?"
"Sabar ya Sayang! Papa masih berusaha keras untuk mengolah adik bayi yang cantik buat Alka," jawab Rain asal.
"Rain!" geram Summer dengan mata yang melotot.
"Hehehe ... canda Sayang!" Rain cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Habis dari sini, Alka mau ke mana lagi?" tanya Summer kemudian.
__ADS_1
"Alka mau pulang saja. Alka mau cerita sama Dede Zia kalau sekarang Alka sudah punya adik bayi," jawab Alka dengan bangganya.
Syukurlah Alka mau pulang. Aku bisa main satu ronde saat Alka main di rumah Juki, batin Rain dengan senyum penuh kemenangan.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Tidak ada siapa pun di rumah Rain karena kedua orangtuanya sudah pulang ke kampung halamannya. Sementara orang tua Radid, sedang menyiapkan rumah Radid yang baru karena rumah yang lama sudah dia jual demi keamanan keluarganya.
Seperti tidak mengenal lelah, Alka langsung menuju ke rumah Juki dan bermain dengan Zia. Sementara Rain, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dia pun menggempur Summer kembali. Mengulang sesi percintaannya seperti semalam di hotel. Mereka terlihat begitu bergairah melepaskan semua hasrat yang terpendam selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya, kedua anak manusia itu mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
"Terima kasih, Sayang!" lirih Rain dengan mengecup kening Summer.
"Terima kasih juga, selalu menjaga hati untukku."
Baru saja Summer selesai bicara, terdengar pintu ada yang membukanya dengan kasar. Mereka pun segera berpakaian, karena yakin itu pasti Alka yang baru pulang bermain.
Benar saja, langkah anak laki-laki itu terdengar berlari menuju ke kamarnya. Untung saja Summer sudah memakai kembali bajunya, saat Alka membuka pintu kamar.
"Bunda, Papa De Zia sudah bisa lari-lari. Tadi habis main lari-larian sama Alka," teriak Alka dengan antusias. Dia segera menuju ke arah Summer dan naik ke atas tempat tidur.
"Benarkah, Sayang?"
"Boleh, tapi Alka harus lancar dulu naik sepedanya baru ajak Dede Zia," ucap Summer dengan tersenyum.
...***...
Hari-hari pun terus berganti dan hari pun terus berlalu. Kini Radid sudah menempati rumah barunya yang masih satu komplek dengan rumah Rain. Sementara Alka mulai belajar di mansion bersama dengan Shaka dan anak-anak yang dipilih oleh Keluarga Wiratama.
Setiap hari Rain mengantar putranya ke sekolah milik keluarga Elgar, sedangkan pulangnya saat hari menjelang sore. Meskipun tidak full belajar tetapi dalam bermain pun pasti ada sesi belajarnya. Walaupun demikian, Alka merasa betah belajar di sana. Terkadang dia juga menginap bersama dengan anak-anak lain di mansion milik Keluarga Wiratama.
Namun, untuk hari libur, Alka pasti ada di rumah. Tidak ada pelajaran tambahan yang dibebankan. Seperti saat ini, dia menghabiskan waktu liburnya dengan bermain bersama Baim.
"Alka, bagaimana belajar di sana? Apa pelajarannya susah?" tanya Radid yang penasaran dengan apa yang Alka pelajari bersama dengan penerus keluarga kaya raya itu.
__ADS_1
"Banyak Ayah. Sekarang Alka masih menghapal bahasa Prancis, karena paling sedikit Alka harus bisa sembilan bahasa di dunia," jawab Alka apa adanya.
"Summer, apa tidak terlalu membebankan Alka? Dia baru lima tahun tapi pelajarannya seperti anak kuliah," tanya Radid cemas.
"Enggak kho Ayah! Gurunya baik. Mister yang matanya biru. Alka suka belajar di sana," serobot Alka yang membuat Summer tersenyum samar.
Awalnya memang Summer keberatan dengan metode belajar Alka, tapi saat melihat putranya selalu ceria setiap kali pulang dari mansion. Akhirnya Summer pun tidak mempermasalahkan lagi. Karena dia yakin semua ilmu yang Alka pelajari baik untuk masa depan putranya.
"Abang tenang saja, selama Alka merasa nyaman belajar di sana. Aku akan mendukung dia tapi saat Alka merasa terbebani, aku pasti menyudahinya dan memindahkan Alka ke sekolah formal."
"Alka mau belajar dengan Shaka dan Asha saja. Mereka semua baik sama Alka."
"Ayah merasa tenang kalau memang Alka betah di sana. Karena memang, sebagai orang tua kita harus mendukung apa yang diinginkan anak-anak kita selama itu dalam hal kebaikan. Biarkan mereka menentukan arah hidupnya sendiri. Kita hanya perlu mengawasi dan mengarahkan pada hal yang baik. Bukan memaksakan kehendak kita," ucap Radid panjang lebar.
"Iya, Bang. Aku tidak mau apa yang aku alami dulu, dialami oleh Alka juga. Semua keinginan aku selalu disetir oleh Ayah. Sampai akhirnya aku harus kehilangan Summer. Bukan berniat untuk membangkang tapi aku ingin memiliki kehidupan aku sendiri," ucap Rain sendu.
"Sudahlah! Semua sudah berlalu, tidak perlu diingat lagi jika hal itu menyakitkan. Fokus saja untuk membangun keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah bersama dengan adikku."
"Iya, Bang! Terima kasih untuk semuanya." Rain mengecup tangan Summer singkat. Membuat wanita yang sedang duduk di sampingnya tersipu malu. "I love you Summer," bisiknya pelan.
"Love you more, Rain." Summer pun berbisik balik membalas ucapan suaminya.
...~Tamat~...
Alhamdulillah, akhirnya Rain dan Summer bahagia bersama dengan keluarga kecilnya. Alhamdulillah juga, akhirnya JANDA SEBELUM MENIKAH sudah di akhir cerita.
Terima kasih kawan untuk semua dukungannya. Semoga cerita JANDA SEBELUM MENIKAH dapat menghibur Kakak Reader semua.
Nantikan cerita King Elgar Wiratama di bulan depan ya! Bukan cerita sedih, tapi sedikit absurd.
Untuk Pengumuman Giveaway, nanti malam akan author up ya!
__ADS_1
Terima kasih untuk semuanya.
Love u all