Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 38 Alka Merajuk


__ADS_3

Wajah tampan Billy kini terlihat berseri. Bagaimana tidak, seharian ini dia bersama dengan Summer. Gadis cantik yang selalu menjaga jarak dengannya, kini dapat dia sentuh dan dia peluk saat sesi foto prewedding.


Bahkan Billy, mencuri ciuman di pipi dan bibir Summer. Meskipun tidak sampai melakukan hal lebih jauh lagi, setidaknya dia dapat merasakan bibir tipis yang menggugah selera itu.


Sangat berbeda dengan Summer, dia menjadi gelisah karena terlalu lama di luar. Bahkan sampai hari sudah malam, mereka masih berada di luar.


"Bang, bisa kita pulang sekarang?" tanya Summer yang sudah tidak bisa lagi menahan kecemasannya.


"Kenapa harus buru-buru? Baru juga jam tujuh malam. Live music saja belum dimulai," tanya Billy dengan melihat ke arah Summer.


"Bang, bukankah besok kita akan menikah? Tidak baik kita keluyuran di malam acara pernikahan kita. Lagi pula, aku merasa sudah gerah ingin mandi dan tidur," kekeh Summer.


"Bagaimana kalau kita menginap di hotel saja? Bukankah sama saja besok dan sekarang juga kita tidur bersama? Ayo, kita pergi ke hotel langganan aku!" ajak Billy dengan bangun dari duduknya. Dia terlihat bersemangat ingin segera sampai ke hotel.


"Maaf, Bang! Kita belum menikah, aku tidak bisa melakukannya sebelum kita menikah. Kenapa Abang tidak bisa bersabar menunggu besok. Bukankah selama ini Abang sudah bersabar menunggu aku selama bertahun-tahun? Jangan menodai ketulusan Abang dengan napsu sesaat!"


"Apa dulu kamu berpikir seperti itu saat melakukan nya dengan mantan pacar kamu itu?" tanya Billy menatap tajam Summer. Dia merasa tersinggung dengan apa yang Summer katakan.


"Dulu, aku memang telah melakukan kesalahan besar. Dari itu aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya. Kalau Abang merasa keberatan dengan masa laluku, kita bisa membatalkan pernikahan kita." Summer menundukkan kepalanya. Dia selalu merasa sedih setiap kali mengingat hal itu.


"Sudahlah, jangan dibahas lagi! Ayo kita pulang sekarang. Kamu tenang saja, aku tidak akan memaksa kamu, selama kamu belum halal menjadi milikku."


"Terima kasih, Bang."


Mereka pulang ke rumah dengan saling berdiam diri. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai tidak terasa, mobil yang Billy bawa sudah sampai di rumah Radid.


"Bang, mau mampir dulu?" tanya Summer sebelum dia turun dari mobil.


"Abang langsung pulang saja ya! Abang juga mau istirahat, biar besok tidak bangun kesiangan."

__ADS_1


"Ya sudah aku turun ya!" pamit Summer dengan mencium punggung tangan Billy.


Namun laki-laki itu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencium calon istrinya. Akan tetapi, pengganggu kecil datang dan menggannggu kesenangannya.


"Bunda ... Bunda!" panggil Alka dengan menggedor pintu mobil Billy.


"Sebentar, Sayang! Bunda ke luar sekarang," ucap Summer dengan buru-buru membuka pintu.


Dia merasa lega karena putranya menyelamatkan dia dari Billy. Summer pun segera menggendong Alka saat dia sudah turun dari mobil Billy. Sementara laki-laki itu hanya melongokkan kepalanya untuk menyapa Alka.


"Alka, Papa pulang dulu ya! Sampai ketemu besok. Summer, Abang pulang ya!" pamit Billy.


"Iya, Bang. Hati-hati di jalan!" Summer melambaikan tangannya saat mobil Billy mulai melaju. Sedangkan Alka hanya melihat kepergian Billy berkata sepatah kata pun.


"Bunda, Alka tidak mau panggil papa pada Om Billy. Papa Alka kan Papa Rain," protes Alka dengan bibir yang mengerucut.


"Lalu Alka maunya panggil apa?" tanya Summer seraya membawa putranya masuk ke dalam rumah.


"Sayang, besok kan Bunda mau nikah dengan Om Billy, jadi Alka harus panggil Papa." rayu Summer dengan mencolek hidung mancung Alka.


"Gak mau akh! Maunya Om Billy saja," tolak Alka.


Dia langsung turun dari gendongan Summer dan berlari masuk ke dalam rumah. Sementara Summer hanya menggelengkan kepalanya. Dia merasa heran kenapa Alka sekarang jadi menjauh dari Billy. Namun, secepatnya dia menghilangkan semua prasangka buruknya.


"Summer, malam sekali pulangnya," sapa Hanna dengan perut yang sudah terlihat membuncit.


"Iya, Mbak. Tadi dari butik langsung ke studio foto. Lamanya di sama karena mengambil banyak foto. Belum make-up dulu." Summer mendudukkan bokongnya di sofa. "Bang Radid ke mana?"


"Abang kamu ke mesjid. Summer, Mbak kho bingung, kenapa Alka jadi seperti tidak suka pada Billy. Alka selalu bilang kalau Billy itu galak. Padahal selama ini kita tahu kalau Billy sayang sama Alka. Apa mungkin, karena Rain mempengaruhi Alka untuk membenci Billy?" tanya Hanna dengan menatap lekat sepupu iparnya.

__ADS_1


"Entahlah, Mbak. Aku juga merasakan hal yang sama. Semenjak Alka dekat dengan Rain. Dia jadi menjaga jarak dengan Billy," jawab Summer dengan menundukkan kepalanya.


"Kalau memang nanti bikin masalah, biar Alka tinggal di sini saja. Sama Mbak dan Abang kamu."


"Terima kasih, Mbak. Tapi aku gak mau jauh dari Alka. Ke mana pun aku pergi, aku pasti akan mengajaknya. Hanya Alka harta paling berharga yang aku miliki. Kalau memang Bang Billy dan keluarganya tidak bisa menerima dia, maka aku tidak keberatan untuk membatalkan pernikahanku."


"Jaga bicara kamu Summer! Pernikahan sudah di depan mata, kamu bicara yang tidak-tidak. Bukankah dari awal kamu sendiri yang mau menerima Billy. Sekarang waktunya tinggal beberapa jam lagi akad nikah, kamu malah berbicara seperti itu," senta Radid yang baru datang dari mesjid.


"Iya, Bang. Maafkan aku karena salah bicara," sesal Summer dengan menundukkan kepalanya.


"Lebih baik sekarang kamu bersih-bersih dan mandi lalu istirahat. Besok pagi-pagi sekali, salon yang akan merias kamu akan datang ke sini," suruh Radid.


"Baik, Bang. Aku permisi dulu. Mbak, aku masuk dulu ya!" pamit Summer kemudian berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang menatap lekat kepergiannya.


Radid menghembuskan napasnya kasar, saat Summer sudah tidak terlihat lagi. Dia juga sebenarnya merasakan sikap Alka yang sepertinya tidak menyukai Billy. Namun, dia selalu menepisnya dan berpikir karena Alka takut bundanya akan diambil oleh Billy.


Sementara Summer langsung membersihkan dirinya sebelum dia menghampiri Alka yang sedang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Sepertinya, anak laki-laki itu sedang merasa kesal saat mendengar Summer akan menikah dengan Billy besok.


"Sayang, lihat Bunda bawa hadiah loh buat Alka. Tadi Bunda mampir ke toko mainan. Kebetulan ada mainan Batman yang bisa dibongkar pasang," bujuk Summer dengan mengeluarkan mainan Batman dari dalam tasnya.


"Alka gak mau! Alka gak mau mainan! Alka mau ketemu Papa Rain," ketus Alka yang mulai merajuk.


"Sayang, sekarang sudah malam. Besok Papa Rain pasti ke sini."


"Apa Papa tahu kalau Bunda mau nikah dengan Om Billy?"


"Bunda lupa, belum kasih tahu papa kamu."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2