Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 77 Tante sakit!!!


__ADS_3

Wajah cantik dengan body bak gitar spanyol itu, terlihat begitu bersemangat memimpin permainan di atas tubuh seorang bandot tua. Yasmin merelakan tubuhnya untuk dinikmati oleh laki-laki itu yang berprofesi sebagai sutradara. Sampai akhirnya, kedua insan yang lupa akan dosa itu mendapatkan pelepasan.


Setelah Yasmin memiliki banyak follower di akun media sosialnya, dia memiliki keinginan untuk menjadi bintang film. Bahkan dia sudah mengundurkan diri dari tempat mengajarnya dulu.


"Yasmin, permainan kamu membuat Om selalu ingin terus melakukannya. Itu kamu sangat legit," ucap Arif, sang sutradara.


"Om, bisa saja. Tapi Om janji kan, mau menjadikan aku pemeran utama di layar lebar itu." Yasmin mengukir abstrak dengan jarinya di dada pria paruh baya itu.


"Kamu tenang saja, selama kamu bisa memuaskan Om, posisi itu pasti akan jadi milik kamu."


Baru saja laki-laki itu selesai bicara, bunyi bel terdengar begitu nyaring. Yasmin pun bergegas memakai bathrobe untuk membukakan pintu. Dia berpikir itu pelayan hotel yang akan membawakan sarapan paginya.


Namun siapa sangka, sebuah jambakan dia dapatkan begitu dia membuka pintunya. Dia sangat terkejut saat seorang wanita paruh baya, yang terlihat masih cantik langsung menjambak rambutnya dan menyeret Yasmin masuk ke kamar hotel.


"Ow ... Tante sakit! Kenapa langsung menjambak kepala aku. Kenal dengan Tante saja, tidak!"


"Tapi kamu kenal dengan suamiku. Berani sekali kamu bermain-main dengan suami orang. Sekarang rasakan, kamu pantas mendapatkannya," geram wanita paruh baya yang masih menyeret Yasmin masuk ke dalam kamar.


"Bagus ya kamu, Arif! Sudah tiga hari tidak pulang ke rumah, ternyata sedang bersenang-senang dengan wanita murahan ini. Hei jelek! Kamu pikir, Kamu itu cantik sehingga dengan berani menggoda suamiku."


"Mah, lepaskan! Kasian dia kesakitan!" suruh Arif dengan segera menutup tubuhnya yang toples dengan selimut, saat bukan hanya istrinya yang datang ke kamar itu. Tetapi ada beberapa wartawan yang ikut serta. "Hey, kalian jangan ambil foto aku!"

__ADS_1


Seperti orang tuli, wartawan itu tidak memperdulikan kemarahan Arif. Mereka terus saja mengambil foto dari berbagai sisi. Sementara Yasmin hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"PERGI KALIAN SEMUA! PERGI!!!" murka Arif.


Dengan selimut tebal yang dia lilitkan ke tubuhnya, Arif terus saja berusaha mengusir para wartawan itu. Sampai Akhirnya, istri sah Arif memberi perintah untuk pergi dengan mengibaskan tangannya, barulah mereka pun pergi.


"Dengar, Arif! Aku akan menarik dana aku untuk biaya produksi film yang kamu garap itu. Terserah kamu mau bagaimana, aku tidak peduli!!!"


"Tante cepat lepaskan rambutku! Kepala aku sakit sekali!" pinta Yasmin melas.


"Jangan begitu, Sayang! Aku janji ini kekhilafan aku yang terakhir kalinya. Ini juga terakhir kalinya aku berhubungan dengan dia. Aku akan setia sama kamu."


"Oh begitu rupanya, tapi sayang aku tidak bisa percaya lagi sama kamu." Wanita paruh baya yang masih cantik itu langsung menghempaskan Yasmin. Dia pergi begitu saja tanpa peduli keadaan pasangan messum itu.


"Sialan! Kepala aku pusing sekali. Ke mana lagi laki-laki tua itu. Akh ... Sialan banget! Berharap akan jadi seorang artis terkenal, malah dapat jambakan dari wanita tua bar-bar itu," gerutu Yasmin seraya memegang kepalanya.


Dia pun pergi menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah semuanya selesai, Yasmin pun bergegas keluar daei kamar hotel yang di booking oleh laki-laki yang jadi teman kencannya.


Dengan terus memegang kepalanya, Yasmin pulang ke rumahnya. Namun, lagi-lagi dia terkejut saat mendapati mantan mertuanya sedang duduk di ruang tamu. Yasmin pun memaksakan tersenyum seraya menghampiri mereka.


"Ayah, Ibu kapan datang? Kenapa tidak memberitahu dulu?" tanya Yasmin seraya mencium punggung tangan orang tua Rain.

__ADS_1


"Belum lama. Kamu dari mana? Kenapa semalam tidak pulang?" tanya Tuan Altair dengan menelisik penampilan Yasmin yang memakai baju serba terbuka.


"Anu Yah. Aku menghadiri pesta perdana syuting untuk film yang akan aku bintangi," ucap Yasmin yang tidak sepenuhnya bohong. Karena memang sehabis dia pesta, Yasmin langsung check-in dengan sutradara itu.


"Yasmin, bisa kamu ganti dulu bajunya, Ayah mau berbicara sesuatu dengan kamu."


"Baik, Ayah!"


Yasmin pun langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti baju yang lebih sopan. Sementara Tuan Altair dan Bu Astrid hanya memainkan ponsel mereka seraya menunggu Yasmin.


"Astagfirullah! Ayah lihat ini! Bukankah ini Yasmin? Ada yang memposting fotonya yang terciduk sedang nganu di hotel dengan seorang sutradara. Ibu tidak menyangka, dia bisa sejauh itu."


"Mungkin saja, Bu. Tadi ayah juga melihat banyak tanda merah di dadanya. Makanya Ayah meminta dia untuk mengganti baju, karena Ayah tidak suka melihatnya."


"Sudah, Yah! Kita keluarkan saja Wilson dari kartu keluarga kita. Biar kedepannya kita tidak usah berhubungan lagi dengan dia dan keluarganya. Benar-benar sudah kelewat batas!!!"


"Ayah juga berpikir sama dengan Ibu."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukunganya ya, kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2