Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Datang


__ADS_3

Elena dan Vera terlihat saling tatap menatap satu sama lain, mereka terlihat kebingungan di luar gerbang sekolah.


"Hai Ver, kau duluan," ucap Elena dan mendapatkan gelengan kepala dengan cepat.


"Aku malu," saut Vera membuat Elena menghembuskan nafasnya, dia juga merasa malu masuk kedalam.


"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu,?" tanya Satpam tersebut nampak tersenyum ramah.


"Ah.. Itu, kami datang buat wakili adik kami, katanya ada agenda hari ini," ucap Vera kaget mendengar suara tiba-tiba pak satpam.


"Silahkan masuk Nona, anda hanya perlu lurus dari sini. nanti ada beberapa Osis yang mengarahkan Nona," ucapnya dan di angguki oleh mereka berdua.


Elena dan Vera terlihat sangat risih di setiap langkahnya banyak sepasang mata yang meliriknya, Siswa maupun siswi di sekolah tersebut sangat heboh melihat kedatangan dua wanita cantik.


"Apa itu artis,?" tanya Siswa yang sudah tidak bisa mengedipkan matanya.


Bagas yang memakan jajan melihat kerumunan siswa langsung penasaran, dengan cepat ia melangkah dan menerobos kerumunan. jajan yang ia pegang seketika jatuh, dan mengucek matanya beberapa kali.


"Ahg, ibu hamil dan Kakak ipar galak," ucap Bagas dan segera berlari kesana dengan wajah sangat bangga, merasa dirinya akan sebentar lagi menjadi tokoh utama.


"Halo cantik," ucap Bagas dari arah belakang membuat Vera dan Elena sedikit terkejut, mereka seketika menoleh ke belakang dan melihat wajah jahil Bagas.


"Astaga nih bocah," ucap Vera menatap tajam Bagas.


"Wah, makin galak aja," ucap Bagas tertawa ringan.


"Ngapain kesini,?" tanya Bagas.


"Jadi orang tua Ayu, buat agenda kalian," ucap Vera membuat Bagas menahan tawanya.


para siswa dan siswi melihat Bagas sangat tercengang. mereka sudah mengerti situasi jika wanita tersebut adalah kerabat atau keluarga dekatnya.

__ADS_1


"Ayo antar," ucap Elena.


"Ntar dulu, Kakak Ipar yang cantik, bolehkan salah satu di antara kalian mewakili Bagas, Orangtua Bagas sungguh sibuk sampai melupakanku," ucap Bagas, padahal dirinya sendiri yang melupakan memberitahu orangtuanya.


"Untung Ayu bawa dua hehehehe," lanjut Bagas.


"Kakakkkkk....." terika ke-tiga gadis langsung berlari memeluk Vera dan Elena, sedangkan Bagas tak sengaja di senggol oleh Azkia hingga membuatnya terjatuh.


"Duh," ucap Bagas menatap siswa dan siswi yang menahan tawanya.


"Kak ayo ikut Ayu," ucap Ayu langsung menarik tangan Vera dan Elena.


"Tunggu," teriak Bagas ikut berlari mengikuti mereka.


"Gas, sana ih.!" ucap Azkia menatap tajam Bagas yang mengekor.


"Kak Elena, apakah Kak Elena mau,?" tanya Bagas.


"Baiklah, kalau begitu Bagas pengen kesana dulu," ucap Bagas dan langsung pergi.


"Apa Kak Elena yakin,?" tanya Ayu menelan salivnya kasar.


"Kenapa,?" tanya Elena bingung namun hanya mendapatkan gelengan kepala dari Ayu dengan raut wajah yang susah di artikan.


Ayu membawa Kakak Iparnya duduk bersama orang tua siswa yang lainnya, tak lama datang Nurul dan Siska.


"Bu, duduk disana sama Kak Elena sama Kak Vera," ucap Azkia membuat mereka berdua menatap ke arah yang di tunjuk oleh Azkia.


Kedua wanita tersebut nampak sedikit bersemangat dan melangkah ke arah Vera dan Elena.


"Mantuku," ucap Nurul memeluk mereka berdua begitupun dengan Siska.

__ADS_1


"Tante," ucap mereka berdua kaget.


"Kalian gantiin Yuli,"? tanya Siska dan di angguki oleh mereka.


"Dara mana,?" tanya Nurul namun mendapatkan gelengan kepala dari mereka.


"Katanya sibuk, makanya tadi Bagas minta Elena wakilin dia," ucap Vera.


"Anak bandel itu...! Dara tidak mungkin gak datang kalau di beritahukan sama si anak bodoh itu. dia berbohong padamu, aku akan menghubungi Dara." ucap Nurul tertawa ringan. namun sebelum Nurul mengambil ponselnya seseorang datang dengan wajah cerianya.


"Halo Aunty ku yang seksi dan cantik," ucap Bagas langsung duduk di pangkuan Siska.


Siska refleks memukul paha Bagas, membuat Bagas melompat mengelus pahanya.


"Nih anak gk tau tempat," ucap Siska membuat Bagas hanya cengar-cengir.


"Bagas, mana Ibumu,?" tanya Nurul tersenyum kecut, sudah tau sifat Bagas.


"Lagi sibuk," saut Bagas merasa tidak enak melihat wajah Auntynya.


"Sibuk ngapain,?" tanya Nurul.


"Adekku, adekku tadi nangis terus," ucap Bagas.


Sebelum menjawab Bagas sudah di selamatkan oleh seseorang yang berbicara di panggung.


"Baiklah, dimohon untuk siswa-siswi kelas 3 untuk duduk berdampingan dengan masing masing orang tua atau walinya.


"Aunty geser," ucap Bagas membuat Siska hanya menghela nafasnya.


Setelah lama ucapan terimakasih dan sampai acara pembukaan dimulai, Semua orang bersorak bertepuk tangan.

__ADS_1


"Baiklah bagi Orangtua siswa siswi yang merasa nama anaknya disebutkan agar untuk menaiki panggung bersama pahlawan kecilnya, dan kebanggaan sekolah, medali akan di persembahkan untuk prestasi mereka."ucap pembawa acara tersebut.


__ADS_2