Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
kepergian Alfa


__ADS_3

Vera duduk menangis, mencerna semua apa yang dikatakan oleh Alfa, memang benar semua yang dikatakan Alfa padanya, namun dia juga tidak bisa terus seperti ini, pura pura seperti hubungan mereka semakin baik namun kenyataannya hanya rekayasa semata untuk membuat keluarga mereka bahagia, disatu sisi dia juga memikirkan kebaikan Bunda dan Daddy Alfa yang sangat baik padanya, dia kebingungan harus bagaimana, tapi benar yang dikatakan Alfa kekecewaan karena perceraian tidak ada bandingannya dengan hal lainnya.


“Apa yang harus kulakukan Tuhan,” ucap Vera.


Sudah berjam jam lamanya, Alfa belum juga kembali kekamar, Vera semakin merasa bersalah padanya, dia menatap wajahnya di cermin yang begitu menyedihkan.


Dia memilih lebih dulu tidur disisi kanan kasur menaruh guling sebagai pembatas mereka, hatinya terus gelisah memikirkan Alfa yang tak kunjung datang, membuat matanya sangat susah di ajak kompromi untuk tidur.


“Kenapa aku harus memikirkannya? Kenapa dia membuatku semakin merasa bersalah? Kenapa dia membuat ku sampai tak bisa tidur dengan kata-kata nya,” gumam Vera.


Vera bangun dari tempat tidurnya membuka pintunya namun suasana rumah sudah sangat sunyi, semua orang sudah tidur. Dirinya kembali ke atas tempat tidur menatap langit-langit hingga tak lama matanya terpejam.


Pagi harinya Vera bangun menatap ke sampingnya, biasanya dirinya sangat senang meneriaki Alfa jika pagi namun pagi ini terasa begitu berbeda, dia mengucek matanya memastikan jika Alfa benar-benar tidak ada, dia mengingat perkelahian mereka tadi malam.


Vera dengan segera berjalan ke arah kamar mandi ingin memastikan jika Alfa benar-benar tidak pulang. Dan benar saja tidak ada bekas air di lantai tanda tidak ada yang mengenakannya.

__ADS_1


“Apa dia tidak pulang,?” ucap Vera.


“Kenapa dia membuatku semakin seperti ini,” gumam Vera dengan wajah yang kurang bersemangat.


Vera sudah bersiap untuk berangkat ke kampus, Vera tidak tau apa yang akan dia jawab jika keluarga Alfa menanyakan tentang suaminya.


Vera duduk dengan senyuman hangat ke mereka semua, tak lupa dia menyapa mereka semua.


“Ayo makan semua,” ucap Bunda Yuli dengan semangat, Vera kebingungan mereka tidak menanyakan keberadaan Alfa.


“Hari ini kamu ikut Alfi dulu ya Nak Vera,” ucap Daddy Aidil tersenyum ramah padanya.


Elena menatap Vera tersenyum manis. “Benar Ver, kamu ikut suamiku saja, Kak Alfa tega banget pergi ke luar negeri,” ucap Elena membuat Vera sangat terkejut namun dia berusaha menenangkan dirinya seperti tidak terjadi apa-apa.


“Kenapa kamu mengizinkan dia pergi Nak,?” tanya Aidil.

__ADS_1


“Vera kak kuliah, jadi Vera tidak bisa ikut, bukankah Alfa sudah mengatakannya tadi malam,” ucap Bunda Yuli terus mengunyah.


“Ihh Bun, jangan makan semuanya,!” ucap Ayu.


“Makan yang banyak biar cepat besar kamu Yu,” ucap Yuli membuat Ayu menatapnya dengan lemas.


“Tenang aja Nak, Alfa Cuma pergi sebentar saja, ada masalah di perusahaan Oma dan hanya di angguki oleh Vera.


Setiap perjalanan mereka Vera hanya diam membisu tatapan nya kosong, Alfi yang melihat nya hanya tersenyum tipis.


“Apa kamu punya masalah besar sama Alfa,?” tanya Alfi namun tidak mendapatkan sautan dari Vera.


“Kakak Ipar,?” ucap lagi Alfi membuat khyalannya buyar.


“Kenapa,?” tanya Vera.

__ADS_1


“Kamu punya masalah besar sama Alfa,?” tanya Alfi dan mendapat gelengan kepala dari Vera, dia kembali menatap keluar jendela, dirinya tidak mungkin menceritakan kepada orang lain urusan keluarganya.


“Apa Alfa benar-benar minta izin padamu,?” tanya Alfi dan mendapat anggukan pelan dari Vera.


__ADS_2