Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Mencengangkan


__ADS_3

"Juara olimpiade Olahraga Atletik mewakili sekolah dalam rangka ulang tahun provinsi dan berhasil menjadi pemenang dari 120 sekolah adalah BAGAS PUTRA ANGGARA" ucap pembawa Acara membuat semua orang bersorak tepuk tangan kecuali Aunty dan Kakak Iparnya yang melongo tidak percaya.


"Apa ada nama yang mirip namamu disini Gas,?" tanya Aunty Nurul sangat tidak percaya.


"Ayo Kakak Ipar," ucap Bagas dengan wajah penuh kesombongan di wajahnya, sedangkan Elena terlihat beberapa kali mengedipkan matanya.


"Dipersilahkan Untuk orang tua atau yang mewakili untuk naik ke atas panggung." ucap pembawa Acara. Elena berdiri dengan wajah yang masih belum percaya di ikuti oleh Bagas yang tersenyum hangat. semua orang kembali bertepuk tangan.


"Waduh, Kak Elena harus memberikan ucapan terimakasih, apa Kak Elena akan baik-baik saja,?" ucap Ayu.


Pembawa Acara tersebut terlihat melongo melihat wanita yang berjalan menghampirinya. sorakan dari siswa membuatnya kembali pada dunianya.


Elena memberikan Salaman pada pengacara dan beberapa Guru dan kepala sekolah yang di atas, di ikuti oleh Bagas.


Kepala sekolah nampak melangkah ke arah mereka dan mengambil medali memasangkannya di leher Bagas.


"Kak silahkan," ucap Bagas menunjuk mic. Elena kaget bukan main, dia belum pernah dalam keadaan seperti ini sebelumnya. dia menghembuskan nafasnya dan sedikit mengerti.


"Selamat Siang dan terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk berbicara di panggung ini, pertama-tama saya sampaikan banyak terimakasih kepada guru-guru serta kepala sekolah yang telah mendidik adik adik kami, hingga bisa mendapat kesempatan seperti hari ini, sekian dari saya dan terimakasih.," ucap Elena dan mendapatkan tepuk tangan dari mereka semua.


Bagas dengan wajah sombong menatap Aunty dan Kakak Iparnya, beberapa kali ia memperbaiki rambutnya membuat mereka sangat kesal, sedangkan Elena masih sangat deg-degan sampai saat ini.

__ADS_1


"Gas, kenapa kamu gk kasih tau sebelumnya jika harus seperti tadi," ucap Elena tidak terbiasa berbicara didepan banyak orang, apalagi kebanyakan lebih tua darinya.


"Aku sungguh malu," ucap Elena.


"Kak, tenang saja, tadi aku sudah menyuruh temanku untuk Vidio, nanti akan ku kirim ke kak Alfi, jika Kak Elena sangat berbakat," ucap Bagas.


"Bilang saja jika kau mau di puji," ucap kesal Davira.


"Untuk selanjutnya adalah kontes kecantikan dari seluruh sekolah provinsi, hal membanggakan bagi sekolah kami telah mendapatkan juara 1,2,3 dari kontes ini, langsung saja kita sambut untuk juara 3 AZKIA SYAHTAMA PUTRI silahkan untuk orang tua atau wali untuk menaikin panggung. tepuk tangan kembali bergemuruh.


"Untuk Juara 2 adalah DAVIRA VAHREZA REINUR," ucapnya kembali membuat semua orang bertepuk tangan.


"untuk pemenang atau juara 1 adalah AYUDIA ANINDIRA ADHITAMA" lanjutnya dan mendapatkan tepukan tangan yang meriah.


"Astaga, curang sekali, mereka bertiga," ucap Elena sangat kesal karena cuma dirinya yang tidak ada disana berfoto.


"Sabar Kakak Ipar, habis ini Kakak Ipar akan kewalahan," ucap Bagas.


Semua orang sangat kagum, mereka mengetahui jika mereka adalah satu keluarga. yang berhasil menjadi pemenang kontes kecantikan, "darah dari keluarga mereka sungguh sangat beruntung" ucap ibu ibu tersebut.


Mereka turun setelah mengucapkan ucapan terimakasih, Nurul dan Siska merasa sangat tak rugi datang hari ini.

__ADS_1


"Untuk selanjutnya adalah Olimpiade cerdas cermat tunggal dan berhasil memenangkan juara pertama, kita panggil BAGAS PUTRA ANGGARA," ucap pembawa Acara membuat Nurul dan Siska hanya mengembuskan napasnya, sedangkan Vera dan Elena saling bertatapan tercengang. sekali lagi tepukan tangan kembali bergemuruh.


Baru saja duduk lagi, Nama Bagas kembali di sebutkan disana.


"Untuk pemenang Renang, dan berhasil merebut hati kepala olahraga, dan akan di kirim untuk mewakili Negara, atlenta mudah yang sangat berbakat, adalah BAGAS PUTRA ANGGARA," ucapnya membuat memua orang sudah mulai menghafal nama lengkap Bagas. beberapa orang tua mereka juga terdengar membanding-bandingkan anaknya dengan Bagas.


Elena kembali menatap Bagas dengan raut wajah mau menangis, tidak percaya Bagas ternyata sangat berbakat dibalik sifatnya yang sangat mengesalkan.


"Untuk selanjutnya sepertinya nama BAGAS PUTRA ANGGARA semua, untuk itu kami akan membacakan semua olimpiade yang dimenangkan oleh BAGAS PUTRA ANGGARA untuk menghemat waktu. Olimpiade catur se-provinsi, olimpiade matematika se-provinsi, olimpiade IPA se provinsi, olahraga bela diri se-provinsi, tenis meja se-provinsi, badminton se-provinsi." ucap pengacara tersebut membuat Vera menatapnya tak percaya, sedangkan Nurul dan Siska hanya bisa mengacungkan jempol ke arah Bagas.


"Untung Bunda Gak ikut, jika Bunda ikut Ayu akan di beda bedakan lagi," ucap Ayu.


"Anak yang sangat jenius," ucap orang tua para siswa siswi memberikan tepuk tangan.


"Untuk anak murid kami BAGAS PUTRA ANGGARA apakah ada yang ingin di katakan,?" tanya pembawa Acara membuat Bagas melangkah dan mulai mengangkat suara.


"Selamat siang, didepan semua Guru yang telah mengajarkan saya semua ilmu, saya sangat mengucapkan banyak terimakasih, lelah letih kalian rasakan namun kalian sungguh pahlawan tanpa mengenal lelah memberikan kami didikan, dan untuk teman-teman semua Bagas sangat terimakasih memberikan dukungan kalian selama ini, menerima saya sebagai teman kalian, hingga dapat merasakan senang dan sedih bersama kalian, menciptakan sebuah kenangan di seragam putih abu-abu, sekian dan terimakasih," ucap Bagas dan mendapatkan sorakan dari semua teman temannya dan orang tua yang ada disana.


"Apa sudah tidak ada,?" tanya pembawa Acara tersebut.


"Apa bisa saya memanggil Aunty dan Kakak saya naik kesini,?" tanya Bagas dan di angguki oleh pembawa Acara.

__ADS_1


"Dimohon untuk keluarga Bagas manikin Panggung," ucap pembawa Acara membuat mereka semua menatap ke arah ketiga wanita disana serta 3 gadis tersebut.


Dengan wajah Bangga mereka naik ke atas, baru kali ini mereka sangat bangga kepada Bagas, semua orang tersenyum bertepuk tangan melihat mereka, seseorang Siswa berdiri didepan mereka memegang kamera dan memotret beberapa kali.


__ADS_2