
Alfa keluar dengan nafas yang tidak beraturan, nafsunya membakarnya. dia dengan cepat mencari keberadaan Alfi, saat melihat Alfi bermesraan dengan istrinya, Alfa diam diam menarik Alfi menjauh dari sana.
"Woi, apaan sih," ucap kesal Alfi.
"Ah, beritahu aku, bagaimana kau meminta malam pertamamu," ucap Alfa membuat Alfi membulatkan matanya.
"Hah? ucap Alfi tercengang.
"Katakanlah," ucap Alfa kesal.
"Jangan bilang kamu belum pernah melakukannya dengan istrimu,?" tanya Alfi sangat syok, dia tau bahwa pernikahan sudah terlewati begitu lama.
"Hahahaha apa jangan-jangan kamu tadi langsung melepaskan celana, hingga membuat istrimu berteriak-teriak, aku juga mendengar suara tamparan hahahaha," ucap Alfi membuat Alfa begitu malu.
"Katakanlah." ucap Alfa sudah tidak peduli.
"aku menyarankanmu, ke kamar Daddy saja, disana kedap suara," bisik Alfi membuat Alfa membulatkan matanya.
"Kau jangan sembarangan," ucap Alfa.
"Bunda sama Daddy lagi berlibur, jadi pakailah dulu, kamu hanya tinggal merayu istrimu, bilang saja padanya jika kamu telah mencintainya dan ingin mempunyai anak," ucap Alfi menahan tawanya.
__ADS_1
"Tidak mau," saut Alfa.
"Apa kamu tau bagaimana teriakan wanita saat malam pertama, itu akan sangat kedengaran jelas," ucap Alfi membuat Alfa menelan salivnya kasar.
"Baiklah, tapi katakan apa yang harus ku lakukan," ucap lagi Alfa sudah tidak tau malu.
"kamu peluk istrimu dari belakang, lalu kamu berbisik di telinganya, sayang aku mencintaimu, apa kamu tidak mencintaiku? aku ingin sekali mempunyai anak dari darah daging kita berdua," ucap Alfi membuat Alfa membulatkan matanya, dia bahkan sangat tidak bisa mengatakan hal romantis seperti itu.
"Ayo sana, aku yang akan membantumu jika Vera tidak ingin pindah kamar," ucap Alfi dan di angguki oleh Alfa dengan wajah sangat serius, sedangkan Alfi sedari tadi hanya bisa menahan tawanya.
"Tapi kalau dia nanya, kenapa pindah? aku harus menjawab seperti apa? tanya lagi Alfa.
"Katakanlah, istriku ngidam pengen tidur di kamar mu," ucap Alfi membuat Alfa tersenyum kecil dan berlari pergi.
"Bagaimana jika Bunda sama Daddy sudah pulang dari pasar nanti, betapa malunya kalian berdua hahahaha," ucap Alfi tertawa sejadi-jadinya.
Alfa masuk kedalam kamarnya, menatap Vera yang menutupi semua tubuhnya dengan selimut.
"Apa kau gk kepanasan,?" tanya Alfa dengan suara ketusnya.
"Tidak," saut Vera.
__ADS_1
"Tidur lah di kamar Daddy, Istri Alfi lagi ngidam ingin tidur disini bersama suaminya," ucap Alfa membuat Vera membuka selimut melihatkan wajahnya yang masih merah.
"Tidak, aku di kamar Ayu saja," ucap Vera ingin berdiri namun Alfa malah dengan sigap, menangkapnya dan menggendongnya.
"Apa yang kamu lakukan? turunkan aku," ucap Vera memukul-mukul lengan Alfa.
"Diam lah, atau ku jatuhkan," ucap Alfa yang seketika membuat Vera terdiam, hanya bisa pasrah.
Alfi yang bersembunyi kembali menahan tawanya melihat Alfa yang sangat memaksa Vera.
"Apa yang kamu lakukan disini,?" tanya istrinya membuat Alfi kaget.
"Ah, sayang, ayo," ucap Alfi menarik tangan sang istri.
"Kemana,?" tanya istrinya lagi.
"Menghancurkan kamar pengantin lama," ucap Alfi langsung menggendong istrinya masuk kedalam kamar Alfa.
"Kenapa masuk ke kamar Kak Alfa dan Vera,?" tanya istrinya lagi.
"Kita akan mencoba kasur mereka," ucap Alfi tersenyum licik.
__ADS_1
"Gak mau, tadi malam sudah," ucap sang istri namun Alfi tidak menanggapinya.