
"Hei apa yang kamu lakukan? tanya Vera sudah merasa tidak enak.
"Diam lah, aku ingin mempunyai anak," ucap Alfa seketika membuat Vera terdiam membulatkan matanya, dia sangat gugup hingga lidahnya seperti membeku tak bisa berkata-kata.
Alfa membuka pintu dengan Vera yang masih di gendongnya, saat sudah di balik pintu Alfa melepaskan Vera dan menutup pintu kamar tak lupa ia menguncinya. Vera seketika mundur menjauhi Alfa yang menatapnya penuh dengan hawa nafsu.
"Hehehe kau mau kemana sekarang,?" ucap Alfa melepaskan jasnya, Vera yang melihatnya mulai berbalik ingin berlari namun tangannya lebih dulu ditarik oleh Alfa.
"AA....k..u..." Ucap Vera gugup.
"Diam lah, kita sama sama belajar," ucap Alfa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tak tau harus memulai seperti apa. Vera tertawa melihat Alfa yang hanya diam menggaruk kepalanya.
"Apa yang kamu tertawakan,?" tanya Alfa namun Vera dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Apa aku dulu yang buka baju,?" tanya Alfa namun Vera menggelengkan kepalanya tanda tak tau.
"Baiklah, lagian aku sudah melihat semuanya barusan," ucap Alfa membuat wajah Vera memanas menahan malu.
"Cepatlah buka,!" pinta Alfa namun Vera malah menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Alfa mengingat kebiasaan laki-laki, bagaimanapun juga dia pernah berbuat kenakalan menonton Vidio dewasa, hanya lelaki gak waras yang tidak pernah menontonnya. Alfa lebih dulu menindih Vera membuat Vera memejamkan matanya.
__ADS_1
sentuhan demi sentuhan membuat nafsu Alfa semakin meningkat. bibir menempel sesama bibir, tangan Alfa dengan cepat beralih ke bawah sana mulai membuka satu persatu kancing baju yang di kenakan istrinya.
""Humm...." suara Vera nampak tak tahan dengan sentuhan di sekujur tubuhnya.
Brak...
Brak..
Suara pintu di gendor-gendor beberapa kali, membuat Vera segera mendorong Alfa dari tubuhnya dan memperbaiki pakaiannya sesegera mungkin. Alfa merasa sangat kesal dia pikir Alfilah yang menganggu suasananya.
Vera dengan cepat berlari ke arah pintu dan membuka pintu, berapa terkejutnya dia saat melihat Daddy dan Bundanya yang sudah berdiri didepan pintu, Alfa yang melihatnya segera lompat di atas kasur memperbaiki pakaiannya.
"Kalian lagi ngapain di kasur Bunda,?" tanya Yuli menutup mulutnya tak percaya dengan mereka yang ingin mengobrak-abrik kasurnya.
"Kasurku berantakan,!" teriak Yuli.
Alfa menarik tangan Vera dengan rasa malu yang teramat dalam, dia ingin membuka kamarnya namun di kunci, dia menatap Vera yang sedari tadi hanya menutupi wajahnya.
Alfa menempelkan kupingnya di pintu, dia seperti mendengar sesuatu dari dalam kamarnya, matanya membulat sempurna mendengar suara tersebut.
Alfa melepaskan tangan Vera dan pergi entah kemana, sedangkan Vera memilih berlari ke arah kamar Ayu untuk menghindari Bunda dan Daddy.
__ADS_1
"Ayu..! teriak Vera dengan menggedor-gedor pintu kamar Ayu.
"Apa Kak,?" tanya Ayu panik melihat Vera seperti dikejar hantu.
"Hah, tidak, ayo masuk," ucap Vera langsung masuk begitu saja ,tak lupa ia mengunci pintu. Ayu hanya bingung melihat Kakak iparnya yang sangat aneh, apalagi melihatnya langsung ke atas kasur dan membungkus semua badannya dengan selimut.
"Betapa malunya hari ini ya tuhan, ini adalah hari yang paling memalukan untukku," gumam Vera seperti orang kecacingan di dalam selimut.
"Kak? kamu baik-baik saja,?" tanya Ayu.
"Aku mau tidur, Jangan berbicara," ucap Vera tak ingin mendapatkan pertanyaan dari Ayu.
"Apa Kak Alfa ingin membuat anak tapi Kak Vera gak mau,?" tanya Ayu cekikan, bagaimanapun juga dia tadi berada di luar mendengarkan suara teriakan dan suara tamparan.
"Jangan bicara," ucap Vera tegas membuat Ayu malah tertawa berbahak-bahak.
"Wah wah, apa yang barusan terjadi, sepertinya Ayu mau kepo," ucap Ayu namun Vera segera menariknya masuk kedalam selimutnya, memeluknya dengan erat.
"Kak, aku bukan boneka," ucap Ayu berusaha melepaskan diri.
"Jangan kemana-mana dan jangan kepo," ucap Vera.
__ADS_1
"Baiklah, tapi lepaskan dulu," ucap Ayu membuat Vera segera melepaskannya.