Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Pingsan


__ADS_3

Aidil hanya diam menatap sang Istri, Yuli menatapnya tiba-tiba Aidil memalingkan pandangannya, Yuli melotot kesal melihatnya membuat Yuli berdiri dan menarik telinganya.


"AHGGGGG sakitt.....!" teriak Aidil.


"Bun, Bun lepas Bun," ucap Ayu panik.


"Huh ngeselin," ucap kesal Yuli lalu pergi begitu saja.


"Bunda kenapa,?" tanya Vera.


"Mau nampar wajah Suamiku saja," saut Yuli dengan santainya membuat Aidil menelan salivanya kasar, Elena yang mendengarnya menangis dan memeluk Vera.


"Kenapa menangis,?" tanya Vera panik.


"Bunda marah hiks..hiks.." ucap Elena lirih.


"Nak, yang dimarahi Daddy, bukan kamu, jadi jangan nangis ya," ucap Aidil panik.


"Vera nanti buatkan Bunda cucu, Elena juga harus," ucap Bunda Yuli membuat mereka kembali terdiam, apalagi Vera yang seperti baru saja terkena sengatan listrik.


"Iya Bun," saut Vera gugup.


"Jika tidak, Alfa akan Bunda gantung," saut Bunda Yuli lagi dan melangkah pergi.


"Kenapa Bunda tiba-tiba sangat menakutkan Dad,?" tanya Ayu dan mendapat gelengan kepala dari Daddy-nya tanda tidak tau.


Vera yang hendak berdiri tiba-tiba merasa sangat mual, dengan cepat ia berlari meninggalkan mereka bertiga, Vera dan Ayu yang melihatnya kebingungan dan segera menyusulnya.


"Elena, kamu baik-baik saja,?" tanya Vera dari luar Toilet.


"Elena,?" panggil lagi Vera namun tidak mendapat sautan.


"Kakak,?" teriak Ayu sangat cemas.

__ADS_1


Elena keluar dengan wajah pucat membuat Ayu dan Vera saling berpandangan, dengan cepat mereka memeriksa kening Elena namun tidak demam.


"Kamu baik-baik saja kan Kak,?" tanya Ayu mulai menangis.


"Ayu, jangan menangis kakak baik-baik sa..." ucapan Elena terputus, dirinya tiba-tiba kehilangan kesadaran.


"KAKAK....!" teriak Ayu menangis sekencang-kencangnya.


Aidil yang mendengar suara teriakan Ayu dengan cepat berlari ke sumber suara, dan melihat Ayu menangis memeluk Elena, serta Vera yang berteriak meminta tolong.


"Apa yang terjadi,?" tanya Aidil panik.


"Kak Elena pingsan hiks.. Daddy bawa ke rumah sakit cepat," ucap Ayu dan di angguki oelh Daddy-nya, mereka bertiga langsung mengantar Alana ke rumah sakit. mereka sudah melupakan Yuli yang tinggal sendiri di rumah.


Alfa dan Alfi pulang membawa pesanan wanita yang menyuruh mereka.


"Bundaaa...!" teriak Alfa.


"Sayanggg...!" teriak Alfi memanggil Istrinya.


"Iri trus," saut Alfi.


"Siapa yang iri,?" tanya Alfa.


"Makanya sama Istri akur, jangan seperti kucing dan monyet," ucap Alfi membuat Alfa menatapnya kesal.


"Mana," ucap Bunda Yuli yang baru datang.


"Nih," saut Alfi memberikan kresek yang banyak sekali makanan.


"Bagus," saut Bundanya sangat bahagia.


"Istriku mana Bun,?" tanya Alfi.

__ADS_1


"Bukannya masih dimeja makan ya, tapi kok ilang," ucap Bunda.


"Daddy,?" tanya lagi Alfi.


"Ntah lah, aku melihat Daddymu seperti ingin menampar wajahnya trus," ucap Bunda Yuli.


Hp Alfa berdering dan terlihat nama Vera yang menelfon, dengan malas dia mengangkatnya.


"Apa?" tanya Alfa langsung dengan suara dingin.


"Elena masuk rumah sakit, kabari Alfi dan segera kesini," ucap Vera membuat Alfa membulatkan matanya.


"Kenapa bisa,?" tanya Alfa.


"Ntahlah, cepatlah Kemari," ucap Vera dan mematikan ponselnya.


"Kenapa Alfa? wajahmu sangat panik,?" tanya Alfi sudah mulai panik.


"Istrimu masuk rumah sakit," ucap Alfa membuat Alfi yang memegang pesanan istrinya jatuh begitu saja di lantai.


"Menantuku,?" tanya Bunda Yuli dan di angguki oleh Alfa.


"Hiks...ahh..Elena.. menantuku..hiks.." teriak Bunda Yuli menangis sekencang-kencangnya.


"Bun tenang Bun, ayo kita ke rumah sakit," ucap Alfa langsung menggendong Bundanya yang terduduk lemas di lantai.


Alfi dengan cepat berlari mengambil kunci mobilnya. Mereka langsung melaju ke arah rumah sakit, Bunda Yuli yang sedari tadi menangis terdiam seketika membuat Alfa menoleh ke belakang.


"BUNDAAA..!" teriak Alfa melihat Bundanya tak sadarkan diri.


Alfa dengan cepat pindah kebelakang. Alfi yang melihatnya semakin kacau. dengan cepat ia melajukan mobilnya namun tiba-tiba ia berteriak panik. Alfa yang melihatnya menjadi kebingungan.


Alfi menurunkan kecepatannya dan berhenti dipinggir jalan, nafasnya tidak beraturan, Alfa yang melihatnya semakin kebingungan harus berbuat apa.

__ADS_1


"Alfi, jaga Bunda dibelakang, biar Aku yang membawa Mobil." ucap Alfa dan di angguki oleh Alfi, ingatan Alfi teringat saat kecelakaan beberapa bulan yang lalu, dia tidak bisa berkendara dengan laju.


__ADS_2