Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Kakek butut


__ADS_3

"Anak Cicak, apa kamu lupa memperbaiki baju mu tadi hahahahaha,?" ucap Bimo terus menggoda Alfa.


"Om, itu tidak seperti yang kamu lihat,!" ucap kesal Alfa.


"Lagian kamu kenapa sih, biarkan saja mereka, lagian mereka sudah sah dan sudah seharusnya mereka melakukan itu, tutuplah mulutmu itu, jangan sampai tanganku yang menutupnya," ucap Dara menatap kesal suaminya.


"Sayang, Buat teman calon anak Aunty yah, biar Anak Aunty ada temannya kalau lahir," ucap Data menatap Alfa dan Alfi secara bergantian.


"Nanti Azkia di panggil Aunty juga dong Bu,?" ucap Azkia.


"Hahaha Ayu juga," ucap Ayu auntusias sedangkan kedua pasangan suami istri tersebut hanya bisa membulatkan matanya.


"Nanti Uncle Bimo dipanggil Kakek butut," ucap lanjut Ayu menatap Bimo.


"Enak saja, aku bahkan masih sangat muda." ucap Bimo.


"Hahaha sudahlah, kalian buat Anakku malu," ucap Yuli.


"Kalian istirahat lah Nak, kalian pasti lelah," lanjut Yuli.


"Alfa" sapa Danial mengedip-ngedipkan matanya.


"Apaan sih lu, sok asik," ucap kesal Alfa membuat Danial menahan tawanya.


"Kalau begitu Kami duluan ya," ucap Alfi dan di angguki lelah mereka semua.


"Ayo,!" ucap Alfi dan hanya di angguki dengan canggung oleh Elena.


"Widih Anak cicak soswit," ucap Bimo membuat istrinya mencubit pinggangnya.

__ADS_1


"Kamu juga istirahat lah berdua," pinta Yuli dan di angguki oleh Vera, dia sudah sangat malu jika melihat Ayu dan Bimo yang menyangka basa mereka.


"Hei anak cicak sana,!" ucap Bimo.


"Aku masih mau disini," saut Alfa membuat Vera kembali duduk.


"Sana pergi, lanjutkan yang tadi," ucap Bimo menahan tawanya.


"Alfa sana tidur, kasihan istrimu sudah ngantuk," ucap Aidil membuat Alfa dengan terpaksa menuruti kemauan mereka.


"Kalau begitu saya juga pamit pulang," ucap Danial.


"Kamu mau kemana, apa kamu tidak tau jika kalian akan disidang hahahahaha," ucap Bimo lebih dulu berdiri menggendong istrinya.


"Turunkan gak!" ucap Dara sangat malu.


"Anak Cicak, apa kamu bisa seperti ini,?" ucap Bimo dengan wajah pamernya.


"Hei Sialan kemarilah, ini semua karena rencanamu," ucap Rei.


"Siapa suruh mau di bodoh-bodohin," ucap Bimo langsung pergi menggendong istrinya.


"Sepertinya saya tidak perlu ikut disidang, saya tidak ada istri yang akan menjadi hakim, jadi saya permisi pulang saja," ucap Danial.


"Nak, ini rumahmu, Ibumu juga nginap disini, pergilah ke kamarmu, menginaplah mulai hari ini," ucap Yuli membuat Danial membulatkan matanya.


"Tidak, saya sebaiknya pulang saja ke rumah, tidak ada yang menjaga rumah," ucap Danial.


"Bibi, antar kekamar atas, disamping kamar Ibunya, berikan kunci padanya dan jangan masuk tanpa seizin darinya mulai dari sekarang, kamar itu sudah jadi miliknya," ucap Aidil membuat Danil tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Segampang itu,?" gumam Danial.


"Itu sudah kamarmu sekarang, jangan sungkan untuk menginap, Bunda akan marah padamu jika jarang kesini," ucap Aidil dan hanya di angguki oleh Danial.


"Besok pagi, jangan lupa untuk menemui ku, ada hal yang ingin kubicarakan padamu," ucap Aidil lagi membuat Danial mengerutkan keningnya, namun dia hanya mengangguk saja walaupun penasaran apa yang akan Aidil bicarakan dengannya.


"Terimakasih, kalau begitu saya permisi duluan," ucap Danial dan di angguki mereka semua.


Ketiga istri tersebut menatap suami mereka dengan tajam.


"Sayang kemarilah," ucap Aidil menarik lembut tangan istrinya. Aidil memeluk lembut istrinya yang sudah kembali menangis.


"Jangan seperti ini, ikhlaskan saja, semua sudah terjadi," ucap Aidil.


"Kemarilah kita selesaikan di kamar," ucap Siska menarik telinga suaminya.


"Ayo Mas," ucap Nurul dan di angguki oleh Rei.


"Bukankah sangat curang seperti itu, kenapa cuma istriku yang galak,?" ucap Gavin terus mengikuti langkah Siska yang menarik telinganya.


"Sayang, Anak kita sudah besar, jangan bersedih yang akan membuat dirimu tersiksa, ingat kamu tidak boleh kelelahan," ucap Aidil membuat Yuli semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas, aku takut jika mereka mengecewakan kedua perempuan baik itu, bahkan mereka lebih baik dariku," ucap Yuli.


"Ingatlah mereka sudah dewasa bukan Si kembar yang nakal lagi, mereka sudah berfikiran dewasa, bukankah kamu juga dulu sangat membenciku? dan bukankah kita dulu juga tidak saling mencintai? percayalah mereka akan baik-baik saja, waktu akan terus berjalan yang membuat hati mereka saling mengikat satu sama lain, Alfa dan Alfi putramu yang kamu rawat dengan baik, dan pastinya mereka juga tidak ingin menyakiti perempuan, mereka tau jika Bundanya adalah perempuan, adiknya perempuan, sepupunya perempuan. Mereka tidak akan melakukan hal bodoh," ucap Aidil mengelus lembut rambut istri nya.


"Hapus air matanya," ucap Aidil lembut.


"Gini kan lebih cantik, ayo kita ke kamar juga, saatnya untuk malam pertama," ucap Aidil dan mendapat pukulan pelan didadanya.

__ADS_1


"Apa kamu mau seperti Dara? digendong,?" tanya Aidil dan di angguki oleh Yuli dengan senyuman tipisnya.


"Kamu masih saja menggemaskan," ucap Aidil mencium istrinya beberapa kali.


__ADS_2