Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Kebingungan


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu hubungan Alfi dan Elena semakin erat, sedangkan pasangan Alfa dan Vera masih tetap seperti kucing dan tikus.


Elena duduk bersantai bersama Bunda Yuli, mereka duduk dengan memakan cemilan di depannya. Alfa dan Vera baru tiba dari kerja sedangkan Vera baru pulang kuliah. mereka sangat kaget melihat wanita yang duduk memakan semua makanan yang ada didepan mereka hingga hanya menyisakan plastiknya saja.


"Bunda, Adik iparku hehe," ucap Vera membuat mereka berdua menoleh ke arah sumber suara.


"Kalian sudah pulang Nak," ucap Bunda Yuli ramah.


"Apa kalian sangat kelaparan,?" tanya Alfa membuat Bundanya dan Elena saling bertatapan dan melihat meja mereka, berapa kagetnya mereka melihat sampah yang berserakan.


"Astaga kenapa banyak sampah disini,?" tanya Bunda Yuli menatap Alfa dan Vera.


"Hah? kenapa tanya kami Bun? apa kalian tidak sadar jika itu ulah kalian berdua,?" ucap Alfa tidak terima.


"Elena! apa memang kamu yang makan semuanya ini,?" tanya Bunda Yuli membuat Elena menggelengkan kepalanya cepat.


"Tidak Bun, mungkin Bunda sendiri yang makan banyak," ucap Elena.


"Tidak! bagaimana mungkin, aku baru makan beberapa saja," ucap Bunda Yuli menatap Elena menahan tawanya, menertawakan Elena yang dipikirnya berbohong tapi dia malu mengaku.


"Elena sayang, jujur lah sama Bunda, Bunda tidak akan marah, Bunda malahan senang, menantu Bunda bisa makan banyak," ucap Bunda Yuli membuat Elena kembali menggelengkan kepalanya dan menangis.


Seketika semua syok dan panik melihat Elena, Vera segera memeluknya sangat bingung apa yang sedang terjadi.


"Kenapa kamu menangis Elena,?" tanya Vera.


"Elena tidak makan banyak, tapi Bunda yang makan banyak," ucap Elena lirih.

__ADS_1


"Bunda tidak makan banyak, Bunda hanya mencicipi saja," saut Bunda Yuli.


"Astaga Bunda! kenapa tidak mengalah saja? kenapa kalian berdua berubah seperti ini dengan tiba-tiba,?" ucap Alfa memegang kepalanya sangat kebingungan.


Alfa membulatkan matanya begitupun dengan Vera yang melihat Bundanya duduk menangis.


"Bun, maafkan Alfa, Alfa memangnya melakukan apa sehingga Bunda menangis,?" ucap Alfa kebingungan.


"Kamu membentak Bunda, kamu membentak Bunda, sudah berani membentak Bunda hiks...." ucap Yuli membuat Alfa sangat panik dan bingung.


"Apa mereka kesurupan wanita sialan,?" tanya Alfa panik menjauh dari Bundanya. Vera yang mendengarnya juga menjauh dari Elena.


"Kenapa kamu berfikir begitu, tenangkanlah, kamu laki atau setengah saja,?" Ucap Vera membuat Alfa menatapnya kesal.


""Hah? apa kamu merendahkan ku,?" tanya Alfa dan di angguki oleh Vera.


"Apa yang terjadi,?" tanya Aidil sangat bingung melihat situasi saat ini, Vera dan Alfa yang melihatnya membuka matanya dan berlari memeluk Aidil dengan sangat erat.


"Hei, Daddy tidak bisa bernafas." ucap Aidil.


"Daddy, Elena dan Bunda kesurupan," ucap Vera membuat Aidil Mendur beberapa langkah.


"Kenapa mundur Daddy,?" tanya Alfa.


Aidil dengan penuh was-was berjalan ke arah Elena dan Istrinya begitu pun dengan kedua pasangan suami istri tersebut.


"Apa yang terjadi membuat mereka menangis,?" tanya Aidil. Yuli yang mendengar suara suaminya langsung menoleh ke arahnya, Alfa dan Vera dengan cepat berlindung dibelakang Aidil.

__ADS_1


"Sayang hiks..hiks," ucap Yuli berlari memeluk suaminya, Alfa dan Vera sudah seperti pasangan harmonis yang menjauh berpelukan.


"Kenapa kamu memelukku,?" tanya Alfa.


"Kau yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dasar gak tau diri," ucap Vera.


"Hah? aku baru saja mendengar suara tikus kejepit, apa ada yang memasang jebakan tikus disekitar sini,?" ucap Alfa.


"Alfi Pulangggg...!" teriak Alfi membuka pintu membuat Alfa dan Vera yang kaget kembali berpelukan.


"Ihhh.. kamu kenapa sih meluk-meluk," ucap Vera kesa.


"Kau yang memelukku," saut Alfa.


"Kau yang mengambil kesempatan," saut Vera.


"Hai kakak ipar," sapa Alfa.


"Hiks..hiks.. Ayang..." ucap Elena manja semakin menangis berlari memeluk Alfa.


Vera dan Alfa yang mendengar kata Ayang keluar dari mulut Elena menjadi geli sendiri.


"Kamu kenapa,?" tanya Alfi menatap ke arah Bundanya yang memeluk suaminya juga.


"Apa kalian bertengkar,?" tanya Aidil.


"Bunda menuduhku hiks..hiks.." ucap Elena pelan membuat mereka sangat khawatir akan ada masalah yang timbul.

__ADS_1


"Anak kita sudah durhaka sayang hiks..hiks.. membentak Bunda," ucap Yuli memeluk suaminya erat, terlihat amarah mata menatap tajam ke arah Alfa, Alfa yang melihatnya menelan salivanya kasar.


__ADS_2