
“Karena Bagas mendapat 5 informasi jadi 5 x 1 juta \= 5 juta,” ucap Bagas membuat Rei membulatkan matanya.
“Perhitungan sangat bagus,” ucap Rei menggelengkan kepalanya sangat bingung melihat Bagas.
“Apa Paman setuju,?” tanya Bagas dan di angguki olehnya dengan sangat terpaksa.
“Jika tidak, Bagas akan terus merengek, dan gak bakal ikhlas jika di bohongi, Bagas juga akan memberitahukan Aunty jika Paman sering ketemuan sama cewek,” ucap Bagas membuat Rei lagi-lagi membulatkan matanya.
“Jika kamu bukan putraku, aku sudah dari tadi melepas kepalamu,” ucap Bimo sungguh sangat kesal.
“Ayah juga bayar 5 juta, karena Ayah akan mendengarnya, jika tidak jangan harap Bagas akan bantu ayah lagi di rumah mengurus ibu yang selalu memarahi ayah karena bau,” ucap Bagas.
“Ibu mu hamil, makanya seperti itu Bagas, Jangan aneh-aneh dan katakan sekarang,” ucap Ayahnya tegas.
“Tidak ada.....,” ucapan Bagas terpotong oleh Bimo.
“Bayar makanan yang kamu makan di rumah, bayar listrik yang kamu pake, kembalikan uang jajan yang pernah ayah berikan, Mobil ayah akan ambil alih,” ucap Bimo memberikan Bagas tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Berarti khusus Paman saja deh, Bagas kan anak baik pada orang tua,” ucap Bagas.
“Bagas beritahu sekarang, Paman bahkan akan memberikanmu 10 juta kalau perlu, jadi jangan banyak bicara, langsung katakan 5 informasi tersebut, ini hal sangat genting,” ucap Rei.
__ADS_1
“Wah oke 10 juta,”
“Dengar baik-baik, Bagas tidak akan mengulanginya lagi, jika menyuruh Bagas mengulangi nya maka akan bayar lagi,” ucap Bagas membuat dua laki-laki tersebut sangat kesal.
“Yang pertama Elena kabur dari rumah,” ucap Bagas membuat mereka menatap Bagas dengan lemas.
“Sudah cair 2 juta,” lanjut Bagas.
“Kami juga tau itu Kutu Air,” ucap Rei sungguh sangat kesal.
“Yasudah, Bagas tidak akan beritahukan lagi yang lainnya, jika tidak mengakui informasi pertamaku,” ucap Bagas.
“Iya, iya lanjutkan,” ucap Rei.
“Benarkah,?” tanya Rei dan di angguki oleh Bagas.
“Oke cair 4 juta,” ucap Bagas membuat Rei kesal sendiri, menyesal membawa mata duitan itu.
“Yang ketiga Ayah Elena meninggal dunia,” ucap Bagas membuat ayahnya dan Rei terpelonjat kaget.
“Gas? Kamu tidak bercanda kan,?” tanya Ayahnya dan di angguki oleh Bagas.
__ADS_1
“Pantas dia pergi tanpa info, dia sudah panik dan hanya memikirkan ayahnya,” ucap Rei.
“6 juta paman,” ucap Bagas dan di angguki oleh Rei.
“Yang ke empat Ibu nya meninggal,” lanjut Bagas membuat Rei dan Ayahnya lagi-lagi sangat kaget.
“Bagas, kamu tidak berbohong kan, bagaimana bisa mereka meninggal bersamaan? Ucap Bimo.
“Yah namanya takdir, hanya tuhan yang bisa atur,” ucap Bagas.
“Tapi kenapa kamu tidak gabungkan saja dengan informasi ke 3 mu itu, biar mami tidak kaget 2 kali,” ucap Rei menggaruk kepalanya sangat kesal.
“Usaha,” ucap Bagas membuat Rei menggelengkan kepalanya.
“Ibu dan Ayah Kak Elena meninggal setelah mengalami kecelakaan, dan setelah menjelang siang kedua orang tuanya mengembuskan napasnya yang terakhir,” ucap Bagas.
“Sangat malang nasibnya,” ucap Rei.
“Jika aku di posisi nya, aku bakal melakukan hal yang sama,” ucap Bimo.
“10 juta,” ucap Bagas.
__ADS_1
“Paman, ada informasi yang bahkan sangat penting dari ini semua, Cuma satu informasi saja,” ucap Bagas membuat mereka berdua menatap Bagas dengan serius lagi.
“Bayar berapa Paman,?” tanya Bagas membuat Rei membulatkan matanya sempurna.