Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
menang


__ADS_3

Kini mereka kembali serius bermain dengan wajah Bagas yang sudah kusam, sedangkan wajah kedua saudara kembar tersebut full senyum, Vera yang dari tadi main ponsel mulai merekam mereka bertiga. dengan kebetulan Bagas terlihat memberikan uangnya ke Alfa setelah menang membuat Vera tersenyum kecut.


"Hei Alfa, gantian lah," ucap Alfi ingin juga menghabisi uang Bagas.


"HUHHHHUUUUUUUIIIII...."teriak Alfa berdiri joget-joget membuat Vera yang melihatnya menahan tawanya.


"Sisa berapa uangmu kutu air,?" tanya Alfi.


"Sisah 2 lembar," saut Bagas mulai prustasi.


"Banyak sekali taruhanmu bodoh," ucap Alfi.


"Nih, kak Alfi tolong kalahkan Kak Alfa," ucap Bagas memberikan stick.


Kedua saudara tersebut sudah mulai serius bermain, sedangkan Bagas sudah mulai tegang.


"Astagaaaaa..." ucap kesal Alfi saat kebobolan.


"Sini mati," ucap Alfa dengan senyum mengejek.


"Berikan uangmu dulu," bisik Alfi ke Bagas.


"Loh kok aku," ucap kesal Bagas.


"Aku gak memintanya tadi, kamu yang memberikannya padamu, jadi sudah jelas jika kamu ingin di joki olehku, bayarlah dulu, habis ini kita akan menang," ucap Alfi membuat Bagas kembali mengeluarkan dompetnya.


Setelah sekian lama, Bagas dan Alfi saling bertatapan dengan wajah yang tertekan, mereka sungguh tidak bisa mengalahkan Alfa.


"Uangku habis begitu saja," ucap Bagas lirih dan di angguki oleh Alfi yang juga sudah beberapa kali memberikan uangnya.


"Apa masih mau lanjut,?" tanya Alfa dan mendapatkan gelengan kepala dari mereka.


Setelah Bagas dan Alfi keluar, Vera dengan sigap turun dari kasur menghampiri Alfa yang membereskan mainan mereka.


"Kak.." ucap Vera dengan manja memeluk Alfa.


"Humm.." saut Alfa tanpa menoleh ke arah Vera.


"Mana uangnya," ucap Vera berbisik membuat Alfa membulatkan matanya.


"Bukankah kamu menang banyak,?" lanjut Vera sudah mulai merambah saku celana suaminya.


"Wah banyak sekali," ucap Vera tersenyum lebar, Alfa hanya bisa pasrah melihat istrinya.

__ADS_1


"Ini untukku,?" tanya Vera dan di angguki oleh Alfa.


"Lain kali gak apa kalau mau main sama mereka lagi disini, Vera akan tutup mulut, tidak memberitahu Bunda," ucap Vera mencium pipi Alfa dan kembali ke kasur.


Alfa turun menghampiri Bagas dan Alfi yang duduk dengan memakan cemilan Bundanya.


"Ahgg.. lelah sekali," ucap Alfa langsung duduk di samping Bagas.


"Kembalikan uangku Kak,!" ucap Bagas membuat Alfa menatapnya bingung.


"Atau Bagas akan memberitahu Kakak ipar," lanjut Bagas mengancam Alfa.


"Ambil sendiri sama istriku, dia merebutnya dariku, dia sudah mengetahuinya." ucap Alfa membuat Bagas membuka mulutnya lebar.


"Bukankah bahaya jika Kakak Ipar memberitahukan Bunda,?" tanya Bagas dan tak mendapatkan respon dari mereka.


"Hei kutu air, Ibumu marah marah trus nih, disuruh pulang," ucap Alfi memperlihatkan chatingan Ibunya.


"Tidak, aku akan di makan jika sudah sampai sana nanti," saut Bagas terus mengunyah cemilannya.


"Yang bener saja Gas, sungguh anak durhaka," ucap Alfi menggelengkan kepalanya.


"Lebih durhaka Kak Alfi, berjanji padaku akan menang tapi malah kalah trus, uangku bahkan sudah tidak ada sama sekali," ucap Bagas.


"Kenapa kamu membahas hal itu, itu masa lalu biarlah berlalu, lagian tadi aku hanya tidak ingin menang," ucap Alfi.


"Aku memberikannya uangku karena merasa kasihan padanya, uangku sangat banyak," ucap Alfi.


"Bilang saja kalah, tidak bisa menang, apa Kak Alfi tahu uang hadiah dari Bunda bahkan sudah habis, dan uang Kak Alfi juga sudah habis di dompet ku lihat tadi," ucap Bagas membuat Alfi cengar-cengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Diamlah kalian, kalah tetap saja kalah, yang menang tetap saja menang, itulah peraturan dalam permainan, yang kalian habis berarti itu rezeki ku," ucap Alfa.


"Rezeki haram," saut Bagas.


"AHGGGGGGG......." teriak mereka bertiga saat telinga mereka tertarik begitu saja, tangan Bunda Yuli sudah menarik telinga Alfa dan Bagas, sedangkan Elena menarik telinga suaminya.


"Anak Bandelllll......!" teriak Bunda Yuli sangat kesal, apalagi melihat Bagas yang membuatnya makin kesal.


"Uang bukannya di tabung malah buat main judi," ucap Elena dengan kesal menatap suaminya.


"Bagas, uang yang Bunda berikan itu bukan untuk bermain-main, Bunda katakan untuk membelikan barang yang bermanfaat, dan aapaaan ini cemilan Bunda bahkan kamu habisi," ucap Bunda Yuli.


"Bun, Alfa hanya korban," ucap Alfa.

__ADS_1


"Kak Alfa, mana uangnya suamiku," ucap Elena menatap tajam Alfa membuat Alfa tercengang.


"Memalukan sekali meminta uang yang sudah jadi milikku," ucap Alfa membuat Bundanya kembali menarik telinganya.


"AHHGGG....!"


"Kembalikan uang Bagas sama Alfi," ucap Bunda Yuli.


"Bun, mereka yang memaksa Alfa untuk main, dan mereka yang membuat peraturan taruhan, bagaimana mungkin bisa melanggar Peraturan mereka sendiri, lagian uangnya sudah di ambil semua sama istriku," ucap Alfa membuat Bundanya melepaskan tangannya.


"Untung Vera kan! lain kali kalau main menang biar aku yang dapat uang banyak," ucap kesal Elena menatap tajam suaminya.


"Bagas, Ibumu menelfon Bunda, dia menyuruh Bunda untuk mengusirmu agar pulang," ucap Bunda Yuli.


"Kasar amat kata-katanya Bun," ucap Bagas.


"Bunda, minta uang, bensinku mau habis," ucap Bagas membuat Bundanya membulatkan matanya sempurna.


"Anggap saja sebagai gaji ngantar pulang Kakak Ipar dan anak Bunda," ucap Bagas.


"Alfa berikan dia selembar saja," ucap Bundanya.


"Jangan percaya Kak Alfa Bun, di saku celananya gak ada uang, yang ada celana bagian dalam istrinya," ucap Bagas membuat Alfi tertawa terbahak-bahak. sedangkan Elena dan Bundanya menatap Alfa dengan tatapan aneh.


"G.....ga...k Bun," ucap gugup Alfa.


"Huahhahahahhaha jangan membahasnya lagi Gas, aku gk tahan tertawa hahahahahhahaahaa," ucap Alfi tertawa berbahak-bahak.


"Bagaimana mungkin gak membahasnya, aku meminta perlihatkan uangnya, namun yang di ambil di saku celananya bukannya uang malahan ****** ***** istrinya, yang di lempar di wajahku," ucap Bagas membuat Alfi memegang perutnya tertawa terbahak-bahak.


"Wuhahahhahaha, sudah, tolong! hahaghaaghahaha," ucap Alfi mengatur nafasnya.


Elena dan Bundanya sudah mulai menatap aneh ke arah Alfa yang sudah kalang kabut.


"Bun, tidak seperti yang kalian bayangkan," ucap Alfa sudah sangat panik.


Alfa sudah tak tahan dengan cepat ia ingin mengambil yang dari saku celananya untuk membiarkan Bagas pulang dengan cepat, saat Alfa menariknya ****** ***** istrinya kembali keluar.


"Wuhahahahahhahahahahahahaha," tawa Bagas dan Alfi menggemah diruangan tersebut, Alfa yang melihatnya membulatkan matanya dan memasukkan kedalam saku celananya lagi.


"Bagaimana bisa ada lagi didalam," gumam Alfa kebingungan, setau dirinya dia sudah mengeluarkan yang tadi.


"Hahahaha, tolonggg..." teriak Alfi memukul mukul bantal sofa sudah tidak bisa berhenti tertawa.

__ADS_1


"Hahahaha, banyak sekali ****** ***** istrimu kamu kantongin hahahahahhahaahaa," tawa Alfa semakin menjadi-jadi.


"Kakak Ipar pasti sudah lelah membeli baru, huahhahahahhaha," ucap Bagas dan di akhiri oleh tawa Alfi dan Bagas.


__ADS_2