
Vera sudah beberapa kali menolak jika Elena ikut , tapi sahabat satu satu nya itu trus memaksa nya membuat Naila dibuat pusing , Jika dia mengajak orang sembarangan ke rumah Ayu , dia juga merasa tidak enak nantinya membawa orang seenaknya.
" Vera kenapa sih kalau aku ikut , aku kan cuma mau liat kamu doang " ucap Elena
" tapi aku merasa gak enak sama pemilik rumah , nanti mereka mengira aku Seenaknya membawa orang masuk kedalam rumah nya " ucap Vera
" aku yang akan meminta izin nanti " ucap elena membuat Vera sangat prustasi
Vera dan Elena seketika menoleh ke sumber suara yang terdengar sangat heboh , banyak mahasiswi yang berkumpul di depan sana membuat mereka berdua saling berpandangan
" mereka pada kenapa tu ?? tanya Elena
" mana aku tau ,dari tadi aku disini sama kamu ,lama lama ku congkel tu otak mu keluar " ucap Vera
" hehehe , ayo kita ikut ngumpul siapa tau ada yang bagi bagi uang " ucap Elena
" astaga ni anak satu , uang sudah banyak masih mau kesana " saut Naila
" tapi kan beda uang hasil rebutan sama orang orang " ucap Elena langsung menarik tangan Vera
mereka menerobos masuk begitu saja , Vera membulatkan matanya saat melihat laki laki yang sedang bersandar di pintu mobilnya , berbeda dengan Elena yang sangat gembira
" wahhh calon suami ku Vera " teriak Elena sangat auntusias
woi diam gak , lama lama tu mulut mu ku masukan terasi biar gak banyak ulah lagi " ucap Vera sangat merasa malu dengan tingkah sahabatnya tersebut
" Astaga , mimpi apa gue semalam Vera , dia berjalan ke arah ku " ucap Elena dengan raut wajah yang sudah merona merah
" dia semakin tampan saat mendekat Vera , tolong aku , aku mau pingsan " ucap Elena lagi tapi tidak di tanggapi oleh Vera yang juga ikut panik
Elena seketika terdiam saat Laki laki tampan tersebut berbicara dengan orang yang ada di samping nya , membuat Elena menoleh ke arah Vera dengan mulut menganga
" aku menjemputmu , ayu sama sepupuku sudah menunggu mu " ucap Alfi
" kamu kenal dia Vera ?? tanya Elena yang masih terus menatap wajah Alfi
" maaf kak , saya akan kesana naik kendaraan umum saja " ucap Vera dengan kepala yang sudah menunduk , malu dengan tatapan mahasiswi yang menatap nya dengan tatapan aneh
" kak aku ikut boleh gak ?? tanya Elena pada intinya sambil menatap trus wajah Alfi
" boleh , kamu teman nya Vera bukan ?? tanya Alfi dan dengan cepat Elena mengangguk
" tapi aku sebaik......" ucapan Vera terpotong oleh Elena
" oke kakak tampan , aku sama Vera ikut kak tampan aja " ucap Elena membuat Vera menatap nya kesal.
mereka melajukan mobil ke arah dimana tujuan mereka , Elena dibelakang sedari tadi hanya mewawancarai Alfi , sedangkan Vera hanya diam menyimak.
" kak tampan kuliah dimana , atau sudah kerja ?? tanya Elena
" kuliah di Amerika sih , dan baru beberapa Minggu disini " jawab Alfi apa adanya
" wah , kebetulan orang tua ku disana , tapi kita kebalik kak , kakak ke Amerika dan aku pulang ke Indonesia untuk kuliah " ucap Elena
" ohh ya " saut Alfi
__ADS_1
" iya kak , dan pas datang kesini aku cuma punya teman Vera , jadi aku harus jagain dia biar gak di ganggu orang " ucap Elena yang membuat Vera hanya menghembuskan nafas nya kasar.
" kalian baru saja temanan dong ?? tanya Alfi
" iya kak tampan , tapi kami sudah serasa temanan sejak masih diperut " ucap Elena yang membuat Alfi tertawa renyah
" kamu bisa aja , Btw nama kamu siapa ?? tanya Alfi
" namaku elena kak tampan " ucap elena
" namaku Alfi , jadi jangan panggil kak tampan lagi ya , panggil saja Kak Alfi " ucap Alfi
" oke kak Alfi calsum " ucap Elena membuat Vera hanya menahan rasa malunya
" kenapa aku yang malu membawanya pergi ,dasar si elena , tapi baru kali ini dia banyak ngoceh sama cowok haha " gumam Vera
" Hah Calsum ?? tanya Alfi bingung
" iya calon suami hahaha " ucap Elena membuat Alfi hanya tertawa kecil
" kenapa kamu diam saja Vera ?? tanya Alfi
" nggak papa , lagi malu aja sama sikap si elena , jangan didengar kan omongan nya " ucap Vera
" apaan sih Vera , aku nih sahabat mu yang paling imut , jadi jangan malu " ucap Elena
" diam gak " ucap kesal Vera membuat Elena tertawa renyah
tak lama mereka sudah sampai di rumah Aidil membuat mata elena hanya bisa memandang rumah yang beda jauh dari rumahnya yang sudah terbilang cukup besar
" ini istana kah Ver ?? tanya Elena
" tapi sangat mirip sama istana " ucap Elena
" ayo masuk " ucap Alfi melangkah duluan
sebelum melangkah Vera lebih dulu berbisik ke sahabat nya elena
" sopan sama tuan rumah ,jangan bikin malu " bisik Vera dan hanya di angguki oleh Elena
Mereka masuk kedalam rumah besar milik keluarga Alfi , elena tak henti hentinya memperhatikan semua barang mewah yang ada didalam sana , matanya seketika segar melihat isi rumah tersebut.
" Ini gak mimpi kan Ver ?? tanya elena
" Elena , kamu orang kaya masa barang kaya gini aja kamu samakan mimpi , sudah lah ahg , kamu hanya pura pura aja " ucap Vera meninggal kan Elena sendiri
" Tunggu Ver " ucap elena sedikit berjalan cepat untuk menyamai langkah Vera
" kak Vera " teriak ayu serta sepupunya tersebut berlari memeluk Vera
Bimo yang juga ingin ikutan langsung di tendang oleh Alfi
" kamu mau ngapain kutu air ?? tanya Alfi sinis
" mau peluk kak Vera lah ,kan kangen " ucap Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
" mau ku tenggelamkan kau ke samudera ?? tanya Alfi sinis
" eleh sok soan , kamu juga pasti cuma caper jemput kak Vera " ucap Bagas
mata Bagas kembali mengarah ke wanita yang ada di belakang Vera
" wah bidadari mana lagi tu kak cicak ?? tanya Bagas
" Bagas kamu mau bikin aku malu memanggil ku dengan sebutan itu , panggil aku Alfi , kak Alfi , nanti aku akan memberikan mu uang ku " ucap Alfi
" owh dengan senang hati kak " ucap Bagas
" kak Vera itu siapa ?? tanya ayu dengan suara polosnya
" ini teman kak Vera , namanya Elena " ucap Vera
" hai kak nama aku , Ayu , yang paling cantik dari semau sepupu ku " ucap ayu merentangkan tangan nya
" nama kakak , elena " saut elena membalas
" Nama Adek tampan ini , Bagas , yang sudah di utus untuk menjaga kakak dan kak Vera " ucap Bagas tidak melepaskan tangan nya
" woi itu tangan kamu kasih lem , gak lepas lepas dari tadi " ucap Alfi menarik tangan Bagas
" ya elah , gak mau amat liat orang tampan bahagia " ucap Bagas
" jangan didengar kan kak , dia memang miring " ucap ayu dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Elena
" nama saya Davira kak " ucap Davira
" Elena "
" Kalau saya yang paling dewasa dari sepupu ku ini kecuali kak Alfi , dan yang paling cantik , Azkia " ucap Azkia
" jangan muji dia kak , nanti kepalanya besar " saut bagas
Sura langka kaki terdengar membuat mereka semua menoleh ke sumber suara
" Ehh Vera , kamu sudah datang nak " ucap Yuli
" iya Bun , tadi di jemput sama kak Alfi " jawab Vera sopan
" kamu jangan mau termakan oleh kebaikan anak bunda loh ya , dia cuma cari perhatian " ucap Yuli membuat Alfi mendengus kesal
" Bun " ucap Alfi dengan suara ditekan
" apa , mau melawan ?? tanya Yuli membuat Alfi terdiam
" dan si cantik satu ini siapa Ver ?? tanya Yuli yang baru menyadari kehadiran Elena
" ini teman Vera Bun , tadi dia mau ikut karena bosan di rumah katanya , jadi Vera ajak saja , nggak papa kan Bun ?? tanya Vera dengan suara merasa tidak enak
" hahaha Santai saja nak , nggak papa , malahan bagus , rumah kan tambah Ramai " ucap Yuli
" nama kamu siapa Cantik ?? tanya Yuli membuat Elena dengan cepat menjawab
__ADS_1
" nama saya Elena Tante , makasih telah mengizinkan saya datang ke sini " ucap Elena
" nama yang bagus , panggil saya dengan Bunda kaya Vera ya , dan nak elena bisa datang kapan saja kok , biar Bunda ada teman kalau Vera lagi sibuk ngajar anak anak bunda yang nakal ini " ucap Yuli membuat Elena bernafas lega