
Semua keluarganya duduk di dalam ruangan Oma, para orang tua tersebut berkumpul ingin rapat tentang hal yang di minta oleh Mami Yani.
"Jadi langsung saja Papi pada intinya, kita berkumpul disini untuk membahas hal yang berkaitan dengan permintaan Mami kalian dan masa depan anak kita Alfa," ucap Papi membuat Alfa hanya bisa menunduk sudah akan menerima sebisanya.
"Sebentar, untuk hal ini saya pribadi tidak akan ikut campur, hanya akan memberikan sedikit pendapat jika ada menurut saya yang kurang, dan bagaimana pun Alfa juga saya sudah anggap anak sendiri, jadi sebagai orang tua saya ingin memberikan saran agar tidak terlalu memaksa Alfa, jika dia memang menolak kita bisa apa, ini berkaitan dengan masa depannya, dan dirinya yang akan menjalani nya, bukan kita." ucap Bimo.
"Saya serahkan pada kedua orang tua kandung Alfa tanggapan kalian," lanjut Bimo.
"Saya sebagai seorang ayah, sama seperti pendapat Bimo, saya memikirkan masa depan putra saya sebagaimana yang dikatakan oleh Bimo barusan, dan hal ini tergantung pendapat dari putraku, jika dia bisa menerima permintaan Omanya maka kami akan hanya bisa menyupportnya," ucap Aila.
"Soal hubungan itu tidak ada yang tau bagaimana kedepannya, namun kendala pertama yang harus kita tahu, yaitu pasangan, siapa perempuan yang akan menikah dengan Alfa.?" ucap Rei.
__ADS_1
"Alfa? apa kamu siap untuk menjalankan amanah Oma,?" tanya Siska langsung.
"Kak Siska kenapa langsung seperti itu," ucap Nurul tidak terima jika sang kakak langsung menanyakan langsung, dia ingin jika Alfa mengamati perbincangan ini dan bisa memilih dengan baik keputusan nya.
"Diam lah," ucap tegas Siska menatap Alfa.
Alfa tidak tau harus mau bagaimana lagi, dirinya tidak mungkin membiarkan hal yang sangat diinginkan Omanya disaat-saat seperti ini, dirinya juga sudah berjanji akan menepatinya apapun yang dia lakukan, Alfa berusaha tegak dan menatap mereka yang menatapnya juga dengan sangat serius.
"Apa kamu yakin Nak,?" tanya Yuli dengan air mata yang sudah menetes dan di angguki oleh Alfa.
Yuli hanya bisa menerima keputusan sang putra tercintanya, dia sebentar lagi akan melepaskan putranya, akan melihat putranya menjadi seorang yang akan menggantikan Daddynya.
__ADS_1
"Tapi siapa yang mau menikah denganmu anak cicak, sungguh merepotkan," ucap Bimo tersenyum miring ke arah Alfa.
"Elena," ucap Siska membuat mereka semua sangat terkejut, menatap Siska dengan tatapan tak percaya.
"Bagaimana kamu bisa langsung memutuskan nya seperti itu, kamu jangan melakukan hal bodoh," ucap Kevin pada Istrinya tegas.
"Aku sudah melakukannya dengan benar, aku sama sekali tidak memaksa pada Elena, aku hanya bertanya dan dia jatuh hati pada Alfa," ucap Siska membuat mereka semua sungguh terkejut.
"Apa Elena siap menikah,?" tanya Kevin dan di angguki oleh Siska.
Alfa hanya diam, dia tidak akan peduli lagi, siapapun wanita nya dia akan tetap menikah untuk melakukan hal yang diminta perempuan tua yang sangat dia sayangi.
__ADS_1