Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
konyol


__ADS_3

Bagas dan Alfi membulatkan matanya sempurna melihat keadaan kamar Alfa, baju berserakan di lantai, Alfi dan Bagas melihat ke arah Alfa yang mematung.


"Keluar ntar," ucap Alfa mendorong mereka berdua keluar dan segera membereskannya dengan cepat, Vera yang datang dari balkon bingung melihat suaminya yang sangat rajin.


"Tumben," ucap Vera melompat ke punggung Alfa untuk di gendong.


"Astaga, kamu berat," ucap Alfa.


"Jahat," saut Vera segera turun dengan wajah cemberut, Alfa yang melihatnya segera memeluknya dari belakang. Pintu kembali terbuka dan terlihat Alfi dan Bagas kembali mematung.


"Maaf," ucap mereka berdua segera menutup pintu. refleks Alfa melepaskan pelukannya.


Vera dengan wajah kesal berjalan ke arah pintu dan membukanya dengan wajah sangat kesal, baru saja dia akan di romantisin suaminya, kedua makhluk itu malah datang mengganggu. Vera kaget saat membuka pintu, Bagas dan Alfi tiba-tiba terjatuh masuk, yang tandanya mereka menguping di depan pintu.


Bagas dan Alfi menelan salivanya kasar melihat Vera yang sudah seperti Bos berdiri dihadapannya dengan tangan disilangkan didadanya.


"Maaf, kamu sedang mencari cicak jatuh disini, makanya kami lompat masuk saat pintu terbuka, cicak itu jatuh kedalam membuat kami refleks juga melompat untuk menangkapnya." ucap Bagas.

__ADS_1


"Hah,? buatlah alasan yang masuk akal,!" ucap Vera sudah duduk di hadapan mereka, dengan wajah yang sudah marah.


"AHGGGGGG....." teriak mereka berdua saat telinganya di tarik oleh Vera, Alfa yang melihatnya hanya menghembuskan nafasnya kasar dan duduk di kasur dengan santai melihat kegalakan istrinya.


"Duh, kamu bahkan tidak ada lembut-lembutnya seperti istriku," ucap Alfi memegang telinganya.


"Katakan, kalian datang buat apa,?" tanya Vera.


"Kami di ajak Kak Alfa datang main PS," ucap Bagas sontak membuat Alfa tercengang. Vera menatap tajam ke arah Alfa, sedangkan Alfa dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Mainlah," ucap Vera membuat mereka bertiga kegirangan. Vera hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka.


"Kak Alfa masih ada celana bagian dalam disitu," ucap Bagas membuat Alfa segera menoleh ke arah di tunjuk Bagas, Alfi menahan tawanya sedangkan Alfa dan Vera menahan malu. Alfa dengan cepat mengambilnya dan memasukkan kedalam saku celananya.


Mereka dengan serius bermain, Vera hanya menonton sambil beberapa kali melihat ponselnya.


"Mana uangmu Kak," ucap Bagas menatap Alfa yang belum memperlihatkan uangnya.

__ADS_1


"Sssttt... jangan keras-keras," bisik Alfa membuat Bagas mengangguk. Alfa segera mencarinya di sakunya, dia tidak sadar yang di ambilnya bukanlah uang melainkan celana bagian dalam istrinya yang tadi ia pungut, Alfa tanpa melihatnya dan segera melemparnya di muka Bagas.


"Nih, gak percaya am..." ucapan Alfa terhenti setelah melihat apa yang ia lemparkan ke wajah Bagas, benda warna pink yang menempel di wajah Bagas.


"Ihh apa ini," ucap Bagas dengan cepat melempar kembali ke arah Alfa dengan ekspresi jijik. Bagas memegang mukanya melihat Alfi yang sudah mulai tertawa.


"Wuahahaha hahahahhahahahahah, perutku sakit tolong hahahahhahahahahah," Tawa Alfi menggelenggar didalam kamar tersebut, Vera yang mendengarnya kaget dan menoleh ke arah mereka. sedangkan wajah Alfa sudah kusam dan berlari menyembunyikannya.


"Ahg, mukaku ternodai," ucap Bagas ngelap beberapa kali menggunakan bajunya.


"Hahahaha, astaga apa-apaan ini, aku gak bisa berhenti tertawa," ucap Alfi sudah lemas tertawa di lantai, membolak-balikan badannya dan beberapa kali memukul lantai.


Bagas menahan kesalnya dan memaki saudara kembar itu, Bagas menduga jika Alfa sengaja melakukannya padanya.


Alfa datang dan menendang bokong Alfi yang masih tertawa di lantai.


"HEI BERISIK SEKALI!" ucap Vera kesal membuat mereka semua diam, Alfi juga diam menahan tawanya yang akan keluar lagi melihat kejadian barusan

__ADS_1


__ADS_2