
Mereka semua menikmati makan malamnya dengan sangat meriah , Vera yang ikut sangat merasa senang dengan kehangatan keluarga Ayu
" Ayo nambah lagi Nak Vera , anggap rumah sendiri " ucap Bunda nya kembar
" sudah kenyang Bun " ucap Vera sudah sangat tenang.
" Alfi juga sudah kenyang Bun " ucap Alfi
" gak nanya " ucap bunda nya yang membuat Alfi seketika Skatmat
" hahahaha , makanya jadi orang jangan kebanyakan caper anak cicak " ucap Bimo membuat Alfi yang menatap nya sinis
" om kalau makan tu tau diri , lihat makanan nya , itu porsi buat 5 orang " ucap Alfi
" makanya jangan panggil om kesini kalau makanan mu gak mau habis " jawab Bimo santai
" iya panggil aja anak nya " saut Bagas
" ini juga kutu air , kamu sama bapak mu gak ada bedanya " ucap Alfi kesal
" kok malah ribut sih , makanan buat dimakan bukan buat di buang " ucap Ayu
" tu dengar kata ponakan ku anak cicak " ucap Bimo
" memangnya Alfi bukan ponakan om?? tanya Alfi
" gak Sudi " jawab Bimo lagi santai
" Daddy liat ni om Bimo " ucap Alfi kalah debat sama Bimo , sekarang dia sudah kewalahan meladeni Bimo padahal dulu saat kecil , dia selalu menang melawan aduh mulut siapa saja
" huh , sana ke Amerika lagi , datang kesini masih jaya bocah " ucap Bagas
" Dulu Oma sudah berdoa agar Bagas dan ayah nya gak sama tingkah nya tapi mungkin Tuhan tidak merestui nya " ucap Mami Yani
" siapa juga yang mau ikutin ayah , ternyata ayah yang nakal pas masih mudah sekarang Bagas yang di tendang kalau buat kenakalan dikit aja " ucap Bagas membuat orang menahan tawanya
" kau bersyukur sudah lahir didunia ini jadi anak ku " ucap Bimo
" kenapa malah bahas ini sih mas , sudah ahg , malas kalau kaya gini " ucap Dara
" wih kayaknya ada yang mau punya Adek lagi Gas " ucap Aidil cekikikan
" siapa Daddy ?? tanya Bagas
" kamu hahahaha " ucap Aidil membuat semua orang menatap Dara
__ADS_1
" apa ibu hamil ?? tanya Bagas tanpa ada rasa bersalah sama sekali
" apa kami akan punya Adek aunty ?? tanya Azkia tak kalah auntusias
Dara semakin panik dengan lontaran pertanyaan ponakannya tersebut
" yes , akhirnya Kami akan punya Adek " ucap Davira sangat senang
" Wei kenapa kalian mengambil keputusan begitu saja , kamu juga Dil kenapa mulut mu ingin di kacak " ucap Bimo tak kalah panik
"aunty gak hamil , kalian jangan percaya sama Daddy kalian " ucap Dara
" ibu , jangan lagi punya anak dari ayah , nanti ketularan lagi sikap ayah ,cukup Bagas saja yang merasakan nya " ucap Bagas lagi tanpa rasa berdosa sama sekali
" hahahaha trus kamu mau nya Ibu mu mengandung anak siapa gas " ucap Kevin tak bisa menahan tawanya sedangkan Bimo sudah menatap sinis putranya
" Gas , kamu durhaka sekali wahahaha " ucap Rei tak bisa juga menahan tawanya
" Bagas , gak boleh ngomong seperti itu Lo , kalau memang rezeki kenapa harus di tolak ya kan Dara " Ucap Yuli
" ini cucu ku kenapa mulut nya mau Oma tonjok aja ya " ucap mami Yani
" maksudnya Bagas itu Oma , cukup Bagas saja yang jadi anak kesayangan ibu dan ayah " ucap Bagas
" bukan anak kesayangan Ponakan aunty yang tampan tapi cukup Bagas saja yang jadi anak Durhaka Dara " ucap Siska
" iya sama kaya Mommy , dari dulu Davira minta tapi Mommy selalu bilang , nanti kalau ada waktu luang " ucap Davira membuat semua orang tertawa , kecuali Nurul yang sangat malu
" wahahahhaha , memang nya mau main bola , waktu luang " ucap Kevin
" maksudnya nanti waktu luang baru buat " ucap Rei santai
" apa kamu masih belum ada waktu luang berdua hahaha " ucap Siska
" astaga ni ibu ibu bapak bapak , anak anak pada disini , mereka gak boleh dengar kek gitu " omel Yuli
" iya padahal Alfi masih polos " ucap Alfi
" polos dari mana , kak Alfi aja sering ketemuan sama cewek " ucap Bagas membuat Alfi menatap nya tajam
" menakut kan sekali matanya kak Alfi " ucap Bagas yang sudah tak takut karena sudah banyak yang akan menolong nya
" Alfi " ucap Bunda nya tegas membuat Alfi hanya menoleh dengan wajah imut nya
" gak Bun , Bagas memang tukang bohong " ucap Alfi
__ADS_1
Alfi selamat karena Vera tiba tiba membuka suara membuat semua orang menoleh ke arah nya
" maaf , seperti nya saya akan pulang , ibu saya pasti sudah khawatir dengan saya " ucap Vera merasa tidak enak memotong pembicaraan mereka semua
" cepat bangat kak , nginap di kamar Ayu saja kak " ucap Ayu
" ide yang bagus tuh ayu " ucap Alfi dengan semangat 85 nya
" cepat bangat kalau mau caper " ucap Bagas
" maaf ayu , tapi ibu saya sendirian di rumah , kak Vera gak bisa tinggalkan ibu sendiri " jawab Vera menolak secara lembut
" Bagas antar ya kak " ucap Bagas ingin memancing Alfi dan benar saja , Alfi langsung menolaknya
" Wei kutu air , kamu masih kecil gak bisa jagain dia kalau ada apa apa , kalau aku pasti sudah bisa , jadi aku saja yang antar " ucap Alfi
" bilang aja mau dekatin kak Vera , susah banget ngomong nya " ucap Bagas
" jangan mau sama cucu Oma ya Vera , dia orang nya agak miring kaya om nya Bimo " ucap mami Yani
" kok ada nama ku barusan " ucap Bimo
" terimakasih tawarannya tapi Vera bisa pulang sendiri kok " jawab Vera
" loh , kok gitu Ver , kamu mau pulang sama siapa ?? tanya Yuli
" Vera pesan ojek online saja Bun " jawab Vera
" tidak , tidak , mendingan gak usah pulang kalau pakai ojek online malam malam gini , apalagi kamu perempuan , kamu di antar sama Bagas atau Alfi saja , Bunda gak mau dengar kata penolakan " ucap Yuli tegas
" siap Bun " ucap bareng Bagas dan Alfi
" kamu ngapain ikut ikutan " ucap Alfi
" tadi Bunda sebut namaku paling awal jadi Bagas yang secara resmi mengantar kak Vera " ucap Bagas
" aku sudah lebih mahir bawa mobil , jadi keselamatan Vera sudah terjamin " ucap Alfi
" Rumah kamu Dimana Nak ?? tanya Rei
" Di jln xxxxxxx " jawab Vera
" yasudah ayo kami antar sekaligus mau pulang , kebetulan searah " ucap Rei membuat Alfi dan Bagas menoleh ke arah Rei dengan wajah yang sangat kesal
" hahahaha , ayo kak , sama Davira dan orang tua ku , kalau sama Bagas dan kak Alfi nanti kakak di gombal " ucap Davira
__ADS_1
" loh , kok uncle ganggu aja sih " ucap kesal Alfi duduk
" sudah lah Alfi , lagian benar kata uncle mu , dia searah dan juga pasti aman " ucap Daddy nya