
SEBELUM NYA AUTHOR MINTA MAAF MUNGKIN ADA DARI KALIAN YANG MENUNGGU UP EPS INI , ITU KALAU ADA YA WKWK , JADI AUTHOR GAK UP KARENA FOKUS MAGANG JADI GAK SEMPAT UP KALAU UDAH PULANG KARENA SAMPAI NYA MALAM DAN CAPEK.
Oma menatap kedua cucu kembar nya dengan air mata yang tanpa dia sadari menetes sendiri , Oma merasa dirinya sudah sangat bahagia walaupun dia akan pergi untuk selamanya , dia seperti merasa bangga sebagai seorang ibu melihat anak anak nya sudah memberikan cucu yang selalu membuat nya tersenyum apalagi melihat alfa dan Alfi yang sudah besar dan sudah tambah tampan , tapi ada sesuatu yang mengganjal baginya jika dia pergi tanpa melihat cucu nya menikah lebih dulu.
" kalian tidak perlu lagi repot-repot untuk mengeluarkan uang untuk menyembuhkan Oma , Oma hanya menunggu saat saat Oma akan menyusul Nek Vivin , walaupun kalian berusaha semaksimal mungkin jika tuhan berkehendak lain maka kalian hanya menyia-nyiakan waktu kalian , biarkan Tuhan yang mengatur hidup oma sampai kapan pun , Oma pasti akan sudah sangat siap" ucap Oma membuat keluarga nya sangat kaget dengan ucapan Oma.
" mami sudah , mami lagi sakit jangan paksakan untuk terlalu banyak bicara " ucap Aidil.
" Oma ketika kita berusaha dan berdoa pasti Tuhan akan memberikan yang terbaik , Oma jangan berfikiran terlalu jauh " ucap Yuli meneteskan air matanya.
__ADS_1
Oma hanya tersenyum tipis ke arah mereka , kemudian Oma memanggil Dara untuk kembali mendekat ke arah nya.
" Dara , Jika cucu ku sudah lahir nanti kamu rawat dengan benar ya , kamu jangan bikin anak mu kaya Bagas dan Bimo , mereka berdua tidak ada bedanya " ucap Oma tersenyum ke arah Dara.
" iya Oma " ucap Dara hanya mengiyakan.
" Jangan terlalu kasar sama Bagas ya Dara , jaga dia baik baik , dia anak nya jail tapi dia menyembunyikan sifat kedewasaan nya , dia anak nya mandiri dan baik , suatu saat Oma berharap dia mendapatkan pasangan yang baik juga " ucap Oma dan kembali di angguki oleh Dara.
" Aidil , Oma hanya ingin melihat cucu ku menikah , itu saja yang membuat Oma sedikit takut sampai saat ini jika Oma tidak sempat melihat nya nanti" ucap Oma yang membuat Aidil menatap istrinya.
__ADS_1
" Kami tau apa yang Oma minta , tapi ini bergantung pada masa depan mereka Oma " ucap Nurul.
" Yuli ,Siska , Nurul ,Dara , Oma tau jika kalian juga masih menganggap cucuku masih anak kecil yang sering jahil dulu , lihat lah mereka berdua , mereka sudah sangat dewasa " ucap Oma.
" Papi , Aidil keluar kasihan Bimo ,Kevin dan Rei mereka juga ingin melihat Oma " ucap Aidil dan di angguki oleh sang papi.
Aidil keluar di ikuti oleh anak anak nya , karena ruangan terlalu ramai jika mereka tetap didalam.
Alfa duduk termenung di kursi menatap lurus ke depan , dia entah mengapa sangat sedih melihat Oma nya dalam ke adaan seperti itu , dia baru pertama kali melihat Oma nya berbaring tak berdaya seperti saat ini , yang Alfa pernah lihat hanya Oma berbaring pulas dan berbaring karena pingsan , bukan hanya Alfa yang merasa seperti itu tapi Alfi juga sama seperti Kakak nya yang hany diam sedari tadi.
__ADS_1
" kalian tidak perlu cas , semua akan baik baik saja , jika dirumah sakit ini memang tidak lengkap dan banyak kekurangan maka kita akan membawa Oma ke luar negeri " ucap Aidil dan di angguki oleh mereka.