Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Perbincangan


__ADS_3

Elena sangat kaget melihat kedatangan orang yang sangat ia kenal, dia menoleh ke arah Alfi namun Alfi hanya menganggukkan kepalanya tanda tidak perlu cemas.


"Ayo kemarilah," ucap Kevin membuat Alfi menarik tangan Elena lembut ke arah sana.


"Widih tukang jail ku sudah nikah aja," ucap Rei menepuk punggung Alfi.


Elena kembali kaget mendengar ucapan Rei, dia bingung dari mana mereka tau tentang pernikahan mereka, namun pertanyaannya terjawab oleh matanya yang menangkap asisten ayahnya.


"Selamat ya Nak," ucap Kevin dan hanya di angguki oleh Elena dia masih sedikit takut dan jujur saja dirinya sangat canggung saat ini, apalagi ada Daddy Alfi disana yang semakin membuat nya kebingungan sendiri.


"Aidil,!" ucap Kevin dengan suara ditekan membuat Aidil menatap Elena dan Alfi.


Aidil menatap Elena dan Alfi secara bergantian, Elena hanya bisa menundukkan kepalanya sangat takut dan malu dengan ini. Elena mengambil ambisi untuk berbicara lebih dulu.


"Maaf Daddy, Elena tidak bermaksud menikah diam-diam dan tidak bermaksud sama sekali mempermalukan keluarga Daddy, hilang di acara pernikahan, Elena hanya memikirkan ibu dan ayahku saat itu," ucap Elena tanpa berani melirik Aidil.


"Nak, kamu tidak salah sama sekali, kedatangan kami kesini karena ingin memberikan mu support sehabis ditinggal oleh kedua orangtuamu Nak, jujur saja Daddy sangat kaget sampai lupa cara bernafas saat Asisten Leo mengatakan jika putraku Alfi menikah, Daddy tidak mempermasalahkan hal itu Nak, Daddy hanya khawatir pada Bunda kalian yang pasti akan sangat kaget mendengar hal ini, dan soal pernikahan kamu dengan Alfa, semuanya baik-baik saja kamu tidak perlu merasa bersalah pada kami, mulai saat kamu datang ke rumah bersama putriku aku sudah menganggap kalian sebagai anakku juga," ucap Aidil panjang lebar.


"Maksud Daddy apa? bagaimana bisa baik-baik saja, sedangkan Elena pergi tanpa sepengetahuan kalian semua," ucap Elena.

__ADS_1


"Alfa sudah menikah juga hari ini," ucap Aidil membuat Elena dan Alfi sangat kaget, mereka berdua menatap Aidil dengan mata sangat serius meminta penjelasan.


"Kami tidak tau harus bagaimana saat itu, dan kami hanya bisa melirik Vera, adik laki-laki yang duduk di sampingku saat ini, kebetulan Danial adalah sahabat Alfa di London semasa kuliah dulu, karena Danial dan ibu Vera menyetujui nya tanpa paksaan dari kami. kami pun mencoba meminta Vera untuk menggantikan Elena, kami tau itu bukan hal yang baik, namun kami juga takut dengan keadaan Oma, kamu hanya bisa memohon pada Vera hingga Vera mengangguk setuju, Dan Daddy percaya jika cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu." ucap Aidil membuat Elena meneteskan air matanya, dirinya sangat merasa bersalah kepada Vera, telah membuat Vera terlibat dalam semua ini.


"Kenapa kamu menangis Nak? tanya Rei.


"Aku merasa bersalah pada sahabat ku satu-satunya," ucap Elena.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah hafal sifat Alfa, sedari dulu kami tinggal bersama di London, dan satu hal yang selalu ada didalam pikiran ku tentang Alfa, setiap aku menelfon Ibu ku dan menceritakan Adikku ke Alfa, Alfa selalu bercanda padaku jika dia akan menikah dengan adikku, candaannya terkabul begitu saja, aku tidak khawatir jika adikku menikah dengan Alfa, aku bahkan akan merasa tenang jika Alfa menikah dengan adikku daripada laki-laki lain, Alfa anak yang baik, sifatnya memang sangat dingin pada orang yang baru ia kenal tapi percayalah jika dia orang yang sangat periang," ucap Danial.


"Hahaha berarti Anak cicak sendiri yang minta doa pada Tuhan agar menikah dengan adikmu ," ucap Kevin dan di angguki oleh Danial.


"Kapan Daddy pulang,?" tanya Alfi.


"Kami akan segera pulang sehabis dari sini," ucap Aidil santai.


"Wah wah aku tidak percaya ini, mereka seperti naik motor saja bolak-balik," gumam Danial.


"Elena akan ikut," ucap Elena membuat Alfi menatapnya serius.

__ADS_1


"Apa kamu sudah baikan, istirahat lah dulu, kita akan menyusul," ucap Alfi dan mendapat gelengan kepala dari Elena.


"Anak cicaknya Bimo sudah pandai perhatian Kevin," ucap Rei dan hanya di angguki oleh Rei.


"Dimana Om Bimo? kenapa tidak ada disini,?" tanya Lagi baru menyadari.


"Aunty mu sedang hamil, Bimo tidak mungkin meninggalkan istrinya sedangkan kami sudah berencana untuk mencarimu setelah menemui Elena, kami kira akan lama namun hanya sesingkat ini," ucap Kevin.


"Maaf menganggu perbincangan kalian, saya sebagai Asisten keluarga Nona Elena ingin bertanya kepada Suaminya, kapan anda bisa pulang kesini? perusahaan membutuhkan pemimpin, dan anda sudah di tunjuk oleh orang tau Nona, anda akan menggantikan mereka," ucap Asisten Leo.


"Ya Tuhan, aku tidak yakin, bahkan kamu tidak pernah membantu Daddy di perusahaan, dan bagaimana rumah sakit yang baru dibangun untukmu kelola," ucap Aidil.


"Aku akan mengambilnya, tenang saja," saut Gavin tersenyum manis ke arah Aidil.


"Terserah mu, kamu urus sendiri, anakku sudah mempunyai tempat baru," ucap Aidil.


"Kenapa tidak Elena saja,?" tanya Alfi membuat Daddynya menatap tajam ke arahnya.


"Apa kamu mau mempekerjakan istrimu, sedangkan kamu belum jelas mau mengerjakan apa, sehabis kalian di tanah air, datanglah lagi kesini menjalankan bisnis mertuamu, Jaga Elena baik-baik, ingat juga untuk sering-sering pulang, jangan punya anak baru pulang," ucap Aidil.

__ADS_1


__ADS_2