Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Teringat


__ADS_3

“Hei Nak, kamu tidak sama seperti kami kan,?” tanya Rei.


“Saya belum menikah Om, saya hanya ikut-ikutan membohongi ibu ku” ucap Danial membuat gelak tawa mereka pecah.


“Hahahaha kita berempat akan senasib, tapi kita akan menyiksa si sialan satu itu,” ucap Aidil


Bimo dengan santainya makan makanan yang didepannya, ketiga ibu-ibu disana duduk didepan Bimo seperti ingin menghakiminya.


“Kenapa? Apa suami kalian kabur? Hahahaha, pergilah sana aku ingin berduaan dengan istriku,” ucap Bimo.


“Bimo kamu tau kan apa yang terjadi,?” tanya Yuli dan di angguki olehnya.


“Katakan,” ucap Siska.


“Aduh Bu Dokter, Apa suami mu yang tua Bangka itu membohongi mu hahahhaha?” tanya Bimo.


“Kamu bahkan sudah lebih pembohong,” ucap Siska kesal.


“Katakan atau ku suntik mati kau disini sekarang,?” ucap lagi Siska.


“Ya elah Bu Dokter ancamannya, suntik-suntikan, tapi tidak perlu tiap malam aku main suntik-suntikan sama istriku wahahahahaha,” ucap Bimo membuat mereka membulatkan matanya.


“Bimo, katakan tidak,?” ucap Nurul tegas.


“Apa si Rei juga membohongi mu,?” tanya Bimo.

__ADS_1


“Kami belum tau mereka bohong atau tidak sebelum kau katakan yang sebenarnya,” ucap Nurul.


“Bagas kemarilah,” ucap Yuli membuat Bimo membulatkan matanya.


“Kenapa Bun,?” tanya Bagas masih mengunyah kue.


“Kamu tadi pergi sama ayah Davira dan ayahmu bukan,?” tanya Yuli dan di angguki oleh Bagas.


“Kamu sayang Bunda tidak,?” tanya Yuli dan di angguki oleh Bagas.


“Mau nambah uang jajan kan,?” tanya Yuli dan di angguki dengan semangat oleh Bagas.


“Beritahu Bunda, kemana suami-suami kami, dan kenapa Cuma sia ayah jelangkung mu ini yang tertinggal,?” tanya Yuli.


“Bunda, Bagas mu jawab tapi Ayah melototi ku,” ucap Bagas membuat Bimo dibuat lemas.


“Aku masih makan,” saut Bimo.


“Jangan pedulikan Ayahmu, jika dia mengancam mu atau memarahi anak ganteng Bunda, nanti Bunda akan kasih pelajaran,” ucap Yuli.


“Ayah bahkan tadi memarahiku habis-habisan, untung ada paman Rei yang membantuku, Bunda bayangkan anak sendiri di usir keluar dari mobil di suruh jalan kaki ke sini,” ucap Bagas membuat tatapan wanita disana menatap Bagas tajam.


“Hanya becanda itu,” ucap Bimo.


“Becanda seperti apa Ayah, Ayah bahkan menyatakannya dengan wajah merah dan suara tinggi,” ucap Bagas.

__ADS_1


“Salah kamu main-main Mulu,” ucap Bimo.


“Dan Bagas tidak akan memberitahukan kepada Aunty Nurul Bunda, Paman Rei belum bayar hutangnya,” ucap Bagas.


“Suamiku minjam uang sama kamu, sejak kapan suamiku kere,?” ucap Nurul.


“Tadi aku di suruh jalankan misi, dan syaratnya satu informasi 2 juta, dan Paman dengan cepat setuju,” ucap Bagas.


“Nanti Aunty akan menagih nya untukmu,” ucap Nurul dengan santainya belum tau berapa nominal semuanya.


“Baiklah, Daddy dan uncle semuanya pergi ke Amerika,” ucap Bagas membuat mereka kaget kecuali Nurul yang sudah tau jika suaminya ke Amerika karena temannya meninggal.


“Untuk mencari Kak Alfi dan Kak Elena, karena Kak Elena pergi dari rumah nya karena ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan disana,” lanjut Bagas membuat mereka sangat kaget bukan main.


“Kasihan sekali Elena,” ucap Siska.


“Dan kebetulan Ayah Kak Elena itu temannya Paman Rei, dan rekan bisnis Daddy,” ucap lagi Bagas.


Yuli menetaskan air matanya tidak menyangka dengan kejadian yang menimpa Elena, Yuli adalah orang yang jika sudah sangat kenal dan akrab dengan orang lain, dia sudah menganggap nya keluarga. Yuli berlinang air mata tanpa henti disana membuatnya langsung berlari pergi, bukan itu saja yang membuatnya sangat sedih tapi dia teringat dengan kedua orangtuanya yang sama seperti kematian kedua orang tua Elena, dia baru ingat jika tanggal dan bulan ini adalah tanggal dan bulan yang sama dengan kematian kedua orangtuanya.


“Aunty, Bunda nangis,” ucap Bagas.


“Makanya Ayah suruh jangan cerita,” ucap Bimo.


“Maaf Ayah,” ucap Bagas.

__ADS_1


“Nurul ayo susul dia, pasti bukan hanya Elena yang membuatnya seperti itu,” ucap Siska dan di angguki oleh Nurul.


“Gak usah dipikirin, sana pergi bersenang-senang sama sepupumu,” ucap Bimo yang melihat Putranya merasa sangat bersalah.


__ADS_2