
“Rei? Jika kamu bertemu dengan Suamiku katakan padanya agar datang menghadap padaku, bilang padanya putramu menikah jangan asal pergi jika kamu masih mau hidup, dan satu lagi katakan ingat juga putra mu Lagi yang tidak ada kabar sama sekali, jangan malah melakukan pekerjaan disaat seperti ini,” ucap Yuli dan di angguki oleh Rei.
Rei langsung berlari pergi, dia langsung Naik ke atas mobil dengan wajah sangat berkeringat, ngos-ngosan seperti habis di kejar anjing.
“Ahhg, kamu sungguh menyebalkan, istri ku bisa membeda tubuhku jika aku kathuan gara-gara kamu,” ucap Kevin sangat kesal.
“Kamu lupa juga dengan istriku, dia bahkan akan membuatku mati kelaparan jika aku ketahuan tadi,” ucap Aidil.
“Kenapa menyalahkan ku, istri kalian yang sangat menyebalkan, aku sungguh dibuat ingin mati dengan pertanyaan dan ancaman mereka,” ucap Rei.
“Istriku mengancam ku seperti apa,?” tanya Kevin sudah mulai panik.
“Di bilang jika bertemu dengan Kevin sialan itu, suruh kembali dan menjelaskan padanya, jika tidak kulitmu akan menjadi bahan percobaan nya di rumah sakit,” ucap Rei menambah-nambahi.
“Astaga, apa yang harus ku lakukan,” ucap Gavin sangat panik.
“Dan istrimu dia bilang ini pernikahan putramu dan Lagi juga hilang,hati ya sedari tadi merasakan firasat yang sangat buruk, dirinya hanya melihatkan senyuman palsu nya tapi aslinya dirinya sangat khawatir dengan Alfi dan Elena, dan juga dia bilang jika bertemu dengannya suruh untuk menghadap dan menjelaskan semua nya, jika tidak kamu bakal menjadi Duda,” ucap Rei.
__ADS_1
“Hei anak mudah, kamu bisa setir mobil, tolong kamu setir jika bisa, kami masih gemetaran dengan ancaman istri kami,” ucap Rei membuat Danial mengangguk.
“Maafkan kami Nak, kamu harus jadi supir dulu,” ucap Aidil.
“Aku suka jika menyetir seperti ini, tidak bosan,” ucap Danial.
“Cepatlah, Siska ke sini dengan wajah sangat menyarankan,” ucap Kevin sangat panik.
“Astaga Siska membawa kayu,” ucap Kevin.
“Danial cepat, Istrikuuuu..!” teriak Aidil sangat panik, Danial langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
“Iya yah, kenapa kalau mereka tau, dan kenapa kita malah sembunyi-sembunyi hahahahahahha,?” ucap Aidil.
“Iya juga ya, kan kita memang kesana untuk mencari Alfi,” ucap Kevin mengangguk angguk.
“Dan Elena, iya kita kan cari Elena dan Alfi, kenapa malah sembunyi-sembunyi, otomatis kan mereka pasti akan sangat setuju,” ucap Rei.
__ADS_1
“Lah, yang buat rencana ini siapa,?” tanya Aidil.
“Bimo,” saut mereka berdua.
“BIMOOOOOOOOOOOOOO....!” terika mereka bertiga, mereka baru saja di buat hampir mati oleh Bimo, melakukan hal-hal bodoh yang di pintahkan Bimo.
“Bimo sialan, awas saja jika istriku membeda kulitku, kamu orang pertama yang akan aku putuskan saraf-saraf kepalamu,” ucap Gavin.
“Bimo sialan, Bimo kampret, ahhggg... aku bahkan seperti orang bodoh menghindari semua istri kalian, kenapa kita malah percaya dengan wajahnya yang sangat penipu, tidak salah jika anaknya sangat ngeselin, aku bahkan mempunyai hutang pada nya 15 juta hanya membayar informasi,” ucap Rei mengacak-acak rambutnya kesal.
“Apa kata istriku nanti, aku sudah tidak bisa membayangkan, anakku menikah hari ini dan harus pergi mencari Adiknya dengan sembunyi-sembunyi seperti orang bodoh, jika aku kurus kelaparan, aku akan membuat mu mati kelaparan kaparat,” ucap Aidil.
“Sialan, aku juga malah ikut-ikutan membohongi ibuku lagi,” gumam Danial.
“Tapi kenapa keluarga ini sangat heboh dan sangat ramai, aku sangat seperti ketularan hahaha, mereka memang sangat ramah dan baik, tidak salah Alfa sangat baik, tapi sifat mereka sangat asik tidak seperti orang kaya pada biasanya,” gumam Danial.
“Hei Nak, kamu tidak sama seperti kami kan,?” tanya Rei.
__ADS_1
“Saya belum menikah Om, saya hanya ikut-ikutan membohongi ibu ku” ucap Danial membuat gelak tawa mereka pecah.