Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Film


__ADS_3

Terdengar suara langkah Kaki menuruni tangga, semua mata menatap ke arah sumber suara, Elena turun dengan penampilan yang sangat berantakan.


"Hei bocah tengil, kenapa kamu malah diam disini, pergilah menenangkan istrimu" ucap Kevin ingin mencairkan suasana.


"A..A..KU? ucap Alfi gugup menunjuk dirinya sendiri.


"Siapa lagi suaminya, apa kamu mau memberikannya pada Danial,?" tanya Gavin membuat Danial menjadi salting.


Alfi menatap Anak mudah yang ikut bersama Daddy dan Unclenya, sedari tadi dia ingin tau siapa dia namun keadaan dan suasana yang begitu panas membuatnya hanya bisa diam.


Alfi berdiri dari tempat duduknya, dia lebih baik mengikuti kata Unclenya untuk menghindari mata Daddynya yang terlihat sangat menyeramkan.


"Apa ada yang aku perlu bantu,?" tanya Alfi menunggu Elena di bawa sana.


Elena menatap Alfi dengan mata yang sudah bengkak, air matanya kembali menetes dan langsung memeluk Alfi, Elena tidak melihat ada orang selain Alfi disana.


"Ponakan ku, sudah besar Rei," ucap Kevin.

__ADS_1


"Iya" saut Rei.


Alfi jadi dibuat semakin keringat dingin, walaupun dirinya pernah pacaran tapi dia tidak pernah melakukan hal-hal bodoh, dia bahkan tidak pernah memeluk perempuan selain Bunda dan Adiknya serta Auntynya.


"Kak hiks..hiks..Ayah sama ibu hiks....." ucapan Elena terbata-bata tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya.


"Tenangkan dirimu, mereka tidak akan tenang disana jika kamu terlalu bersedih seperti ini, ada aku yang akan menjagamu mulai sekarang, aku sudah berjanji pada Ayah dan Ibu mu," ucap Alfi pelan takut jika orang yang duduk tak jauh dari mereka mendengar kata-katanya.


"Siapa yang tega menabrak Ayah dan ibuku kak hiks..Elena tidak akan ikhlas, Elena akan melakukan hal yang sama padanya jika Elena tau siapa yang melakukannya hiks.. mereka kejam hiks..hiks.ayah ibu...." ucap Elena, Alfi baru saja merasakan setruman listrik yang dahsyat setelah mendengarkan ucapan Elena.


"Iya, aku tau," saut Alfi.


"Ayo, aku akan membuatkan mu makan," ucap Alfi dan hanya di angguki lelah Elena.


Semua orang seperti baru saja melihat syuting film, pemandangan yang sangat lebih bagus daripada film pada umumnya.


"Wah kamu sungguh kalah jauh Nak," ucap Rei menepuk punggung Danial pelan.

__ADS_1


"Hehehehe, Nanti aku akan melihatkan hal romantis ku jika aku ketemu dengan jodohku" saut Danial, tiba-tiba otaknya melayang ke perempuan yang membuatnya terus senyum-senyum sendiri semenjak pulang.


"Baguslah, segeralah cari, sayang sekali jika kamu tidak menikah, kamu bisa menikah tua seperti orang itu" ucap Rei menatap Kevin.


"Hei..!" ucap Kevin dengan suara di tekan.


Aidil hanya diam, hal rumit yang terjadi di keluarganya membuatnya sangat tak berdaya, bahkan ini tidak ada bandingannya jika di bandingkan dengan perusahaan.


"Tuan Adhitama? apa anda baik-baik saja?" tanya Leo dan hanya di angguki oleh Aidil.


"Putramu akan memulai menjalankan perusahaan besok, banyak hal yang harus kami selesaikan," ucap Leo membuat Rei dan Aidil menatapnya tajam.


"Apa kamu bodoh Leo? aku masih belum tenang, kamu tadi mengatakan jika tidak bisa menceritakan pada orang lain, siapa yang menabrak temanku, dan tiba-tiba kamu mengatakan lagi jika orang itu sudah di bunuh, ini sangat hal yang belum memuaskan" ucap Rei.


"Anakku tidak bisa soal bisnis, jangan memberikannya, dia tidak berhak atas ini, hanya Elena yang berhak, jangan terlalu percaya pada orang lain, aku jujur anak itu tidak bisa dan tidak ada kemauan sama sekali berbisnis" ucap Aidil.


"Iya, Alfi dari dulu tidak pernah berniat belajar, dia hanya sibuk datang ke rumah sakit untuk melakukan beberapa percobaan obat yang dia buat, dan rencanaku kedepannya akan memberikannya rumah sakit yang baru saja di bangun" ucap Kevin.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya hanya mengikuti apa yang Tuan saya katakan, jika benar Alfi tidak ingin maka saya akan terus memaksanya, saya tidak bisa berhenti jika gagal, Tuan Rei juga sudah tau hal itu," ucap Leo.


__ADS_2