Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
memikirkan


__ADS_3

Mereka diam sepanjang jalanan, hanya suara mesin mobil dan suara kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya, hingga tak lama mereka sampai.


“Terimakasih,” ucap Vera dan hanya di angguki oleh Alfi.


Alfa berdiri di balkon bangunan tinggi menatap pemandangan Negera orang, suasana kota yang berbeda.


Sudah beberapa lama dia berdiri menatap ke depan sana, ia tak kunjung bergeming, namun suara ponsel membuatnya segera pergi dari sana dan mengambil hpnya untuk melihat siapa yang menelfonnya, dia menaruh kembali ponselnya saat melihat Alfi yang menelfon.


Singkat cerita sudah sebulan Alfa menetap di luar negeri, dia merasa sudah sangat merasa aneh jika jauh dari rumahnya, sangat berbeda saat dia kuliah bertahun-tahun di luar negeri.


Vera semakin bingung dengan dirinya sendiri, merasa sangat sepi selama sebulan, hanya Ayu yang bisa sedikit menghiburnya bersama Elena. Dia kembali mengingat Alfa yang tak kunjung pulang.


“Kak Vera? Kenapa melamun saja,?” tanya Ayu membuat Vera sedikit terkejut.


“Ti..tidak,” saut Vera.


“Lagi pengen sama kak Alfa ya,?” ucap Ayu tersenyum menggoda Vera.


“Tidak Yu, ngapain bahas itu sih, ayo belajar,” pinta Vera.

__ADS_1


“Cape,!” Saut Ayu dengan wajah sedikit cemberut.


“Yasudah deh, Kakak mau ke kamar dulu istirahat,” ucap Vera dan di angguki oleh Ayu dengan semangat.


Vera duduk di atas kasurnya, menatap kamar yang sudah sangat sepi, berbeda dari sebulan yang lalu saat Alfa masih ada, hanya ada kesunyian di ruangan itu tidak ada lagi perkelahian dan ejekan didalam sana, Vera menatap ke arah dinding dimana Foto pernikahan mereka berada, Ver berjalan ke arah sana menatapnya dengan sangat cermat, dia tidak menyangka dirinya terlihat sangat menawan disana.


Alfi hari ini harus ke Amrik bersama istrinya, perusahaan ayah Elena yang kini di ambil alih oleh Alfi butuh seorang pemimpin, asistennya tidak bisa jika perusahaan tersebut ditinggalkan pemimpin cukup lama.


Elena memeluk sahabatnya Vera dengan air mata yang sudah menetes, dia masih tidak ingin berpisah dengan Vera.


“Aku akan kembali lagi Ver” ucap Elena.


“Kakak Ipar, Ayu juga pengen di peluk,” ucap Ayu membuat Elena menghapus air matanya dan tersenyum manis ke arah Ayu dan memeluknya.


“Tuh Kakak ipar, jaga dedeknya baik-baik yah,” ucap Ayu.


“Iya anak kecil, belajar yang baik sama Kakak iparmu tuh yah,” ucap Elena dan di angguki oleh Ayu.


Setelah perpisahan mereka, Vera kembali ke kamarnya dan tak lama pintu diketuk. Vera kembali berdiri dan membuka pintu dan ternyata Ayu yang mengetok pintu.

__ADS_1


“Kenapa Yu,?” tanya Vera.


“Hummm... Kakak Ipar kenapa ngurung diri semenjak Kak Alfa tidak ada, sangat jarang sekali berbicara, seringnya bengong trus kak,” ucap Ayu membuat Vera hanya tersenyum tipis padanya.


“Kakak gak-papa Cuma lelah saja habis pulang kuliah,” ucap Vera.


“Benarkan,?” ucap Ayu dan di angguki oleh Vera.


“Apa Kak Vera sudah telfonan sama Kak Alfa? Kak Alfa belum ada kabar sampai sekarang, Ayu menelfonnya tapi tidak di angkat sama sekali.


“Apa Bunda sudah menelfonnya juga,?” tanya Vera. Namun Ayu menggelengkan kepalanya.


“Kata Bunda, Kak Alfa lagi sangat sibuk disana hingga tak sempat pegang hp Kak, memang Kak Vera belum telfonan,?” tanya Ayu.


“Sudah kok, tapi benar yang Bunda katakan, katanya Alfa sangat sibuk disana.


“Tapi benar kan kak Vera tidak ada masalah,?” tanya Ayu dan kembali mendapat anggukan kepala dari Vera.


“Ayu hanya khawatir sama Kakak Ipar,” ucap Ayu dan mendapat pelukan dari Vera.

__ADS_1


“Kakak sudah besar, seharusnya yang khawatir itu Kakak bukan Ayu” ucap Vera dan mendapat anggukan kepala dari Ayu


__ADS_2