
Saat sudah selesai pemakan kedua orangtuanya, Elena hanya terus meneteskan air matanya di kamar, sedangkan Alfi duduk lemas di sofa menatap kosong ke depan, takdir yang begitu kejam menimpanya, dia tidak peduli dengan dirinya namun dia memikirkan kedua orang tua Elena yang meninggal akibat dirinya, Dia sungguh merasa sangat bersalah, mungkin nyawanya belum bisa membayar dua nyawa.
“Alfi kenapa kamu sangat bodoh,” ucap Alfi menyender kan tubuhnya, tak terasa dirinya terlelap begitu saja.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Alfa menatap ibu Danial lekat, sedangkan ibu Danial tersenyum manis padanya.
“Dia memang ditakdirkan denganmu Nak,” ucap ibunya.
“Bro, gue seperti mimpi saja, lu beneran jadi adik ipar gue, apa kamu ingat saat kata-kata mu yang menikahi adikku, hahahaha benar-benar terjadi,” ucap Danial sungguh senang melihat kejadian ini.
“Apaan sih lu gue lu gue,” ucap kesal Alfa.
“Jaga Adik ku, aku tidak akan menariknya jika kamu menyia-nyiakan nya, ingat itu yah kawan, dan aku gak bakal memberikanmu lagi,” ucap Danial.
“Kak Alfaaaaaaa,” teriak Bagas langsung memeluknya.
“Kak Alfa sudah besar hahaha,” ucap Bagas.
“Hei, Bocah sialan,” sapa Danial.
“Widih, sekarang jadi kakak ipar, selamat ya kak, tapi Bagas doakan semoga cepat dapat pasangan ha-ha-ha,” ucap Bagas.
“Apa benar dia sepupumu? Aku ingin sekali melempar nya,” ucap Danial.
“Apa kamu mengenalnya,?” tanya Alfa.
“Apa kamu sudah lupa saat dia datang ke rumah, tapi kami hanya merahasiakan jika Vera adalah adikku saja,” ucap Danial.
“Dia ingin mengerjaimu, tapi dia bodoh, dia pura-pura mengantarkan hadiah buat Vera tapi dia tulis dari kamu, bahkan kata-kata nya sangat romantis,” ucap Danial membuat Bagas menelan salivnya kasar.
__ADS_1
“Dia sudah biasa, dia bahkan punya pacar, dan dia adalah kapten geng motor,” ucap Alfa menahan tawanya, Bagas sangat malu dan segera menghindar dari sana.
“Kak Vera, ahhg Ayu sangat senang, sekarang Kak Vera jadi kakak ipar Ayu hehehe,” ucap Ayu dan di angguki oleh kedua sepupu nya.
“Kak Vera nanti buat bayi yang imut seperti Azkia ya,” ucap Azkia membuat Vera membulatkan matanya.
“Azkia.!” Tegur Davira.
“Hehehe maaf,” ucap Azkia cengengesan.
“Tapi Ayu sedikit sedih, Kak Alfi tidak ada saat Kak Alfa menikah, dan Kak Elena juga kenapa bisa hilang,” ucap Ayu membuat Azkia dan Davira segera menariknya pergi.
“Bunda sudah bilang, jangan membahasnya Ayu,” ucap Davira.
“Hai Girls,” sapa Bagas yang baru datang.
“Bagas ikutlah dengan kami,” ucap Rei langsung menariknya.
“Nanti saja, bantu Paman dan Ayahmu mencari Elena dulu, biar kamu bisa belajar tentang pencarian,” ucap Rei.
“Paman, aku bahkan tidak ingin menjadi detektif, jangan memaksa Bagas, Bagas mau makan,” ucap Bagas lagi.
“Diamlah dan ikut dengan Paman, Ayahmu sudah menunggu dimobil,” ucap Rei membuat Bagas hanya bisa pasrah.
Bimo membulatkan matanya melihat Rei yang naik bersama putranya.
“Rei, kenapa kamu mengajaknya,?” tanya Bimo.
“Dia ingin ikut,” saut Rei membuat Bagas membulatkan matanya.
“Bagas.! Ini bukan main-main, jika nanti Elena di culik pasti akan ada konflik, kamu belum bisa jaga diri,” ucap Ayahnya.
“Aku yang akan mengurusnya, ayolah cepat, ingat istrimu lagi hamil jangan marah-marah Mulu bawaannya, nanti anakmu bisa pemarah,” ucap Rei.
__ADS_1
“Hahaha, Nanti baru lahir langsung marah-marah,” ucap Bagas tertawa berbahak-bahak.
“Gas..!” ucap Ayahnya tegas membuat nya diam seketika.
Mereka langsung melaju ke arah rumah Elena lebih dulu untuk mencari tahu yang sebenarnya, sampai disana Bagas di suruh untuk turun mengetuk pintu dan bertanya-tanya tentang Elena. Bagas hanya bisa pasrah dan melakukan apa yang di suruh Ayahnya.
TOKKK
TOKKK
TOKKK
“KAK ELENAAAAAA....!” teriak Bagas dengan ketokannya yang sangat kencang.
“Anakmu sungguh tidak bisa di andalkan, dia malah seperti ingin ngajak orang kelahi,” ucap Rei menggelengkan kepalanya.
Tak lama bibi yang tinggal bersama Elena membuka pintu.
“Iya ada apa, dan ada urusan apa datang kemari,?” tanya bibi tersebut.
AUTHOR UP BANYAK HARI INI YA WKWK
SEMOGA BAHAGIA
JANGAN LUPA YANG SEPERTI BIASA YAH WKWK😉😉
__ADS_1