
Elena sangat cemberut, orang tuanya sangat mementingkan pekerjaan nya, Elena sudah memberitahukan pada mereka jika dia akan menikah, dan dengan senangnya mereka setuju tanpa banyak pikir, tapi mereka tidak bisa pulang untuk bertemu dengan keluarga laki-laki, mereka hanya meminta foto laki-lakinya dan setelah melihat mereka hanya bilang jika akan pulang saat pernikahan, untuk jadi wali.
Mereka hanya mengobrol sekitar 4 menit saja, itu pun masih terlalu panjang, karena orang tuanya langsung meminta dimatikan karena harus melakukan pekerjaannya.
Elena sangat menyayangi kedua orangtuanya walaupun dirinya merasa tidak kedua orangtuanya tidak pernah mementingkan nya dari pada pekerjaan. Setiap Elena bertanya 'Kalian milih Elena atau pekerjaan' kedua orangtuanya pasti akan menjawab jika mereka harus bekerja untuk Elena juga tidak perlu membandingkan seperti itu, tentu saja kami lebih memilih putri kami'.
Elena membaringkan tubuhnya di kasurnya, hatinya entah mengapa sangat gelisa akan pernikahan yang tinggal menghitung jam saja.
"Aku akan menikah, aku tidak menyangka sama sekali, apa Kak Alfa bisa mencintaiku juga sesuai yang di katakan Aunty Siska" ucap Elena pada dirinya sendiri.
Keempat anak mudah duduk dikamar Ayu, mereka bermain dengan cukup serius didepan layar.
"Ayo lah Ayu, mumpung Bunda tidak ada kita main PS sepuasnya, kenapa kamu jadi tidak semangat,?" ucap Bagas.
__ADS_1
"Ayu tidak menyangka Kak Alfa akan menikah besok," ucap Ayu membuat Bagas juga langsung menghentikan gamenya.
"Iya, Aku tidak menyangka, kak Alfa yang tidak pernah mempunyai pacar langsung akan menikah sedangkan kak Alfi selalu pacaran tapi keduluan" ucap Bagas.
"Iya tentu saja harus Kak Alfa yang duluan, kan Kak Alfa lebih tua dari pada Kak Alfi" ucap Azkia.
"Hanya beda 5 menit kata Kak Alfi" saut Bagas.
"Ayo lah, kalian tidak perlu cemberut seperti itu, kan Kak Alfa menikahnya sama Kak Elena jadi kita tidak perlu mengkhawatirkan, kita sudah tau jika Kak Elena sangat baik" saut Davira.
"Jodoh tidak ada yang tau, bukan Ayu yang menentukan" ucap Bagas.
"Ingatlah kita akan menggunakan pakaian seragam besok, aku sungguh tidak sabar menunggu Kak Alfa menikah," ucap Davira.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka jika Kak Alfa jadi seorang Ayah nantinya, apa anaknya nanti manggil kita Uncle sama Aunty juga ya,?" ucap Bagas.
"Ayu juga tidak bisa membayangkan, Ayu di panggil seperti itu merasa sangat aneh" ucap Ayu dan di angguki oleh kedua sepupu perempuannya.
"Apa kalian tau jika Kakaknya Kak Vera itu siapa,?" ucap Bagas membuat mereka bertiga menggeleng kan kepalanya.
"Hahahaha tentu saja cuma aku yang tau, Kakaknya kak Vera itu temannya Kak Alfa di luar negeri dulu, yang tinggal sama Kak Alfa" ucap Bagas membuat merek bertiga sedikit terkejut.
"Benarkah Gas,?" tanya Ayu dan di angguki lelah Bagas.
"Kenapa kamu bisa tahu,?" tanya Azkia.
"Aku pernah ke rumah Kak Vera dan Kakaknya sungguh sangat menakutkan, tubuhnya sangat kekar dan tinggi," ucap Bagas membuat mereka bertiga menatap Bagas penuh curiga.
__ADS_1
"Aku hanya datang dulu karena disuruh Kak Alfa, jadi jangan berfikiran aneh tentangku," ucap Bagas.
"Intinya kita harus berpakaian rapih dan bagus besok, ini adalah pertama kalinya bagi keluarga kita mengadakan pernikahan, dan pembukaan nya adalah Kak Alfa yang selalu menjaga kita dulu," ucap Bagas dan di angguki oleh mereka bertiga.