Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Hal Tak terduga 2


__ADS_3

"Apa kabar Bu," sapa ibu Vera ke Yuli.


"Ini sungguh mengejutkan Bu, mungkin kedua putra mu masih ingat saat saya mengajak mereka berfoto di rumah sakit saat mengandung Vera, tapi lupakan saja, saya hanya ingin mengatakan jika kami banyak hutang Budi pada kalian, terutama pada putraku Danial, begitupun dengan putriku Vera yang kalian bantu dengan kebaikan kalian, saya tidak mempermasalahkan jika masa depan putri saya ditangan keluarga kalian, Putraku juga sudah mengatakan jika Putra ibu sangat baik." ucap ibu Vera membuat Vera semakin seperti patung yang bernafas, badannya sangat kaku.


"Nak, Bunda minta tolong padamu, kamu tidak perlu memikirkan Adiknya, Bunda akan menjelaskan padanya, hanya kamu yang kami kenal sebagai wanita baik, Bunda percaya padamu Nak," ucap Yuli.


"Beruntung kami hanya mengundang beberapa teman bisnis," ucap Bimo menghembuskan nafasnya.


Semua yang datang sudah mulai berbisik-bisik disana, sudah lama mereka duduk namun belum ada calon pengantin yang duduk di atas panggung tersebut.


"Mohon maaf pak, saya tidak bisa menunggu terlalu lama, jadi harap untuk menyuruh kedua calon pengantin untuk memulai akad nya," ucap pak penghulu tersebut.


Keluarganya melihat Oma yang nampak murung di kursi roda, sangat berharap untuk segera dilaksanakan, wajah gusarnya juga tak hilang dari pandangan mereka.


Alfa duduk dengan wajah datarnya, dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, dia duduk menatap kosong ke depan, Aidil duduk di samping nya menyemangati diri nya.

__ADS_1


Seseorang perempuan datang dengan gaun yang kemarin mereka beli, Alfa tidak menoleh ke arah tersebut, Vera didampingi oleh Siska dan Yuli melangkah ke arah Alfa.


Vera duduk berdampingan dengan Alfa, hatinya tidak tenang, dirinya tidak bisa menolak permintaan Bunda Yuli yang memohon-mohon ditambah ibu dan Kakaknya yang merasa banyak hutang Budi pada mereka, dirinya juga merasa banyak hutang Budi, jadi dia tidak ada pilihan lain selain menerima.


"Maafkan aku Elena," gumam Vera.


Alfa tidak menoleh sedikit pun ke sampingnya, dia langsung merentangkan tangannya ke depan dan di sambut oleh Danial dengan senyuman ramahnya.


Alfa yang merasa tangannya di genggam erat oleh orang depannya, langsung menatapnya dengan tatapan tajam, namun tatapannya yang menakutkan tadi berubah menjadi tatapan terkejut.


"Aku lupa jika Alfa belum tau hubungan ku dengan Vera," gumam Danial.


"Baiklah apa mempelai laki-laki siap untuk menjadi kepala keluarga yang baik, mampu menafkahi istrinya, membahagiakan nya hingga akhir hayat,?" tanya pak penghulu dan hanya di angguki oleh Alfa.


"Mempelai wanita, apa sudah siap lahir dan batin, menjadi ibu rumah tangga yang baik, menjadi istri yang baik, dan apa mempelai wanita menikah tanpa ada paksaan dari kedua pihak keluarga,?"

__ADS_1


Vera pun menunduk membuat semua keluarga Alfa menjadi tegang, hanya Oma yang terlihat senang disana, walaupun dirinya juga kaget melihat Vera, dia hanya mendengar jika Elena yang akan menikah dengan Alfa, tapi baginya Vera lebih baik dengan Alfa.


Vera mengangguk pelan, membuat mereka semua bernafas lega.


"*Aku kaget, kenapa kak Vera yang menikah dengan kak Alfa,?" ucap Bagas sungguh masih sangat kaget.


"Sstt.. kata bunda jangan bahas soal ini," ucap Azkia menegur Bagas.


"Kak Alfi tidak pulang," ucap Ayu lirih, sangat kecewa dengan kakaknya.


"Sabar Ayu, mungkin ada urusan lain disana," ucap Bagas.


"Tapi kenapa kak Elena hilang juga,?" tanya Davira.


"Davira, bukan kah sudah ku katakan untuk diam, jangan membahas itu," ucap Azkia membuat Davira hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2