
Dara duduk dengan wajah pucat nya diikuti oleh Bimo yang hanya memasang wajah kebingungan nya , membuat mereka yang ada disana ikut bingung melihat reaksi wajah kedua pasangan tersebut.
" ibu tidak papa kan ?? tanya Bagas
" tidak " jawab singkat ibu nya.
" kenapa ibu terlihat pucat , apa Bagas antar ke rumah sakit saja ?? tanya lagi Bagas yang sangat khawatir melihat ibu nya yang terlihat pucat.
" bagus Gas , kamu jadi laki laki itu jangan kaya ayah mu , lihat ayah mu , mana ada di tanya kamu kenapa dan tidak khawatir sama sekali sama ibu mu " ucap Oma
" gimana kalau aunty lantar kan saja om Bimo , nanti Alfa Carikan yang baru , lebih strong gak kaya om Bimo yang sudah tua " ucap Alfa membuat Oma menahan tawanya.
" Hei anak cicak , apa kamu belum rasakan mulut mu itu penuh dengan lakban " ucap Bimo kesal.
" Bimo , istri mu kenapa , jangan malah debat seperti ini " ucap Yuli.
" kamu tadi kenapa Dar? tanya Siska dengan tatapan serius.
" hanya merasa mual , mungkin masuk angin " ucap Dara lirih.
" Ibu , mana bisa ibu masuk angin , apa ibu memakan angin ?? tanya Bagas
" Bagas , hentikan kebodohan mu itu " ucap Oma membuat Bagas kembali diam.
" aunty kenapa ?? Tanya Ayu.
__ADS_1
" tidak apa sayang , hanya pusing doang " jawab Dara tersenyum lembut ke arah ketiga gadis tersebut.
" Apa kamu betulan Hamil ? tanya Aidil seketika yang membuat semua nya kembali menatap Dara dengan penasaran.
" Dara seperti nya benar yang di katakan kakak " ucap Nurul.
" iya Dara , kamu sebaiknya cek setelah ini " ucap kai Zei.
" aku juga berfikiran seperti itu sejak sebelum kamu mual Dara , tapi aku gak mau langsung ambil kesimpulan ,lebih baik kamu cek setelah ini " ucap Siska dan di angguki oleh mereka semua
" wah , adik nya kutu air akan tiba " ucap Alfi menatap Bagas.
" Apa ibu benar benar punya anak lagi , trus Bagas akan di lupakan seperti di film nya ayu dan Azkia serta Davira ?? tanya Bagas yang membuat Alfi tertawa berbahak-bahak.
" makanya kalau jadi cowok itu jangan main Boneka sama ayu, Davira , Azkia. apa apaan itu kamu mainnya sama perempuan wahaha " ucap Alfi.
" Hei bodoh , kamu juga seperti itu dulu , lebih parah kamu dan kakak mu yang masih kecil tapi sudah cabul " ucap Bimo kesal
" aku baru saja mendengar suara yang seperti menyinggung ku , apa om Bimo sedang mengarang Cerita pendek ?? tanya Alfa
" hahahahaha , aku masih mempunyai Vidio saat kamu dan adik mu Alfi di mall , aku menyuruh semua orang yang ada di sana untuk menghapus Vidio kalian dulu ,tapi jangan pikir om tidak mengambil nya di rekaman CCTV di mall , aku akan memutar nya saat kalian nanti menikah hahaha " ucap Bimo mengingat Vidio yang jika dia lihat nya pasti dia akan tertawa berbahak-bahak.
" Sejak kapan kita ke mall bertiga om ?? tanya Alfi yang sudah lupa dengan kejadian saat itu.
" wow , kamu seperti nya sudah lupa atau memang hanya pura pura lupa ponakan ku anak cicak, aku hanya akan memberikan kalian sedikit cerita biar kalian ingat , aku akan bertanya kepada Alfa " ucap Bimo yang membuat Alfa menoleh ke arah nya
__ADS_1
" apa kamu ingat saat kita di mall dan banyak sekali kecabulan yang kalian perbuat hingga om selalu terkena tamparan dan denda dari orang orang ?? tanya Bimo membuat Alfa memutar otak nya tapi tidak mengingat saat itu.
" baiklah aku akan memutar nya habis ini " ucap Bimo membuat Alfa dengan cepat memukul meja makan.
" jangan " ucap Alfa Refleks membuat semua orang sangat kaget.
" Alfa , jaga sopan santun , lihat kedua tamu cantik kita , mereka jadi gak mood makan gara gara kelakuan mu " ucap bunda nya.
" maaf " jawab Alfa dan duduk menatap Bimo dengan tatapan tajam
" sudah lah , kenapa kamu malah membahas ini , lihat istri mu Bim , dia sudah pucat sekali " ucap Rei ayah Davira.
" Kamu baik baik saja kan ?? tanya Bimo ingin menempelkan punggung tangan nya di kening sang istri tapi Dara lebih dulu menghindar dari nya.
" jangan dekat dekat , kamu bau " ucap Dara yang membuat Alfa dan Alfi tertawa berbahak-bahak diikuti oleh Oma
" wahahahahaha , mulut aunty sangat jujur dan pedas " ucap Alfi
" hahahaha pasti akan ada yang muak dengan bau tubuh om " ucap Alfa memegang perutnya.
sedari tadi Elena hanya melihat senyuman Alfi yang membuat nya seperti melihat pemandangan indah, bukan hanya Alfi tapi Alfa juga tak kalah indah di matanya.
Vera pun juga hanya bisa ikut tersenyum melihat tingkah adik kakak tersebut.
" ya Tuhan , simpan kan lah aku jodoh seperti mereka " gumam Elena
__ADS_1