
Ketukan dan Bel secara beriringan berbunyi, dan tak lama pintu terbuka, mata mereka semua membulat sempurna melihat seseorang yang membuka pintu.
"ALFIII...! ucap Mereka serentak kecuali Danial yang hanya diam.
"Kenapa kamu disini,?" tanya Aidil dengan mata yang sudah terlihat sangat marah, melihat putranya yang ada didepannya saat ini dengan wajah kebingungan, dirinya sangat merasa murkah karena Alfi lebih mementingkan mobilnya dibanding Kakaknya.
PLAKKK
Suara tamparan terdengar menggema di sana, Kevin segera menarik Aidil untuk tidak menampar nya lagi, semenjak dia menikah dengan Istrinya dia tidak pernah melayangkan tangannya pada kedua putranya, begitu pun dengan putrinya, dia sungguh sangat marah melihat Alfi yang sangat egois pergi hanya karena mobil.
Alfi hanya menunduk mengira jika Daddy nya sudah mengetahui apa yang telah terjadi, Alfi juga sadar jika dia baru saja menghilangkan kedua nyawa walaupun tanpa kesengajaan.
"Sudah, hentikan" ucap Kevin tegas.
"Maaf Daddy" dua kata yang keluar dari mulut Alfi.
Aidil menatapnya dengan rahang yang sudah mengeras, emosinya sungguh tidak stabil saat ini.
__ADS_1
"LIHATKAN? APA PERNAH DADDY MELAYANGKAN TAMPARAN PADAMU? KAKAK DAN ADIKMU? TIDAK! BARU KALI INI DADDY SANGAT MERASA MURKAH SEPERTI INI.!" ucap Aidil dengan suara yang sangat marah, Alfi sangat ketakutan, baru kali ini dia melihat Daddynya semarah ini.
"Aidil, tenangkan dirimu!" ucap Rei.
Ternyata Ayahmu sungguh seram jika marah Alfa! gumam Danial.
"Apa yang kamu lakukan disini, bukankah ini rumah Elena,?" tanya Rei langsung pada intinya.
Alfi terdiam lagi, menguatkan hatinya namun dirinya tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.
"Have you come? come in" ucap seseorang yang baru keluar.
Mereka masuk kedalam dan duduk di sofa empuk di ruangan luas tersebut, Alfi hanya diam menunduk memilih duduk di samping Uncle Gavin, karena hal ini menurutnya lebih aman jika di serang Daddynya masih ada Gavin yang akan menghalanginya.
"Jelaskan langsung yang terjadi, aku ingin membawa putraku pulang, dan juga jelaskan mengapa anak ini bisa ada disini!" ucap tegas Aidil, ruangan yang tadinya sejuk sudah terasa panas, Alfi hanya bisa berdoa untuk keselamatan nya.
"Baiklah, Majikan saya telah lebih dulu ke alam sana, dan saya mendapat perintah darinya sebelum meninggal, jika nantinya yang akan mengelola perusahaannya adalah suaminya Nona mudah," ucap Asisten Leo yang membuat Alfi sangat kaget, bahkan dirinya hampir lupa bernafas mendengar semua ini, dia tentu saja belum mengetahui hal ini.
__ADS_1
"Sebelumnya saya sebagai orang tua calon suami Elena, ingin meminta maaf, karena posisi Elena sudah tidak ada lagi, dengan kata lain putra ku sudah menikah dengan wanita lain, mungkin anda sudah mengetahui jika Elena akan menikah dengan putraku," ucap Aidil membuat Asisten tersebut sedikit tertawa.
"Buktinya, Nona Elena sudah menikah dengan putramu tuan Adhitama," ucap Asisten Leo, semua orang sangat kaget dan bingung mendengar ucapan Asisten tersebut.
Mengerti dengan wajah dan pandangan mereka, Asisten Leo langsung menunjuk ke arah Alfi.
"Bunda, Daddy ternyata sangat menyeramkan jika marah, kenapa Bunda tidak mengatakan nya padaku,. Alfi akan habis hari ini" gumam Alfi.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT
VOTE
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟