Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Sampai


__ADS_3

Vera menatap suaminya diam-diam yang hanya duduk menatap ke depan dengan wajah seperti banyak sekali pikiran, namun rupawan wajahnya yang sangat tampan tidak hilang sama sekali di wajah penuh kegelisahan tersebut.


"Maaf," ucap Alfa tanpa menoleh ke arah Vera, Vera yang mendengarnya seketika kaget.


Apa dia melihatku? gumam Vera.


"Maaf karena kamu terlibat dalam pernikahan ini" ucap lagi Alfa.


Vera hanya diam membeku tidak tau harus menjawab, dirinya juga sangat tidak menyangka dengan semua ini.


"Kak Alfa, Bunda nangis," ucap Bagas yang langsung duduk di pertengahan kedua mempelai tersebut.


Alfa menatap serius Bagas dan di angguki oleh Bagas yang melihat tatapan Alfa seperti meminta keseriusan nya.


"Dimana Bunda,?" tanya Alfa.


"Entahlah, tadi di susul sama Aunty," saut Bagas dengan santai nya.


"Kenapa Bunda bisa nangis Gas,?" tanya Vera.


"Bagas tadi di tanya jadi Bagas jawab sejujurnya kalau Daddy pergi ke Amerika karena ayah dan Ibu Kak Elena kecelakaan dan meninggal dunia," ucap Bagas keceplosan, Bagas seketika menutup mulutnya saat menyadari apa yang ia ucapkan.


Vera dan Alfa sangat kaget dengan ucapan Bagas, Vera meneteskan air matanya mendengar hal pahit terjadi pada sahabatnya.

__ADS_1


Alfa langsung menarik tangan Vera untuk pergi dari sana, Alfa khawatir karena masih ada beberapa tamu yang duduk disana.


Alfa membawa Vera ke kamarnya, Vera hanya pasrah saja saat di bawa pergi oleh Alfa.


"Tenangkan dirimu, mandilah aku akan pergi mencari Bunda," ucap Alfa langsung pergi meninggalkan Vera begitu saja.


Vera melangkah ke arah cermin menghapus air matanya, Vera memperhatikan wajahnya.


"Elena, Maafkan aku, aku tidak ada saat kamu harusnya membutuhkanku, mengambil pernikahan yang harusnya kamu miliki, Maafkan aku Elena hiks..." ucap Vera dengan air mata yang kembali mengalir.


Vera melangkah ke arah kasur yang sangat luas tersebut, dia duduk melamun di atas kasur empuk tersebut, pikirannya hanya ada Elena, rasa bersalah nya pada Elena bermunculan di dalam hatinya.


Elena mengambil satu guling dan membaringkan tubuhnya, dirinya yang tadinya melamun langsung terlelap begitu saja.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Apa benar ini rumahnya, Rei tanyakan lagi pada Asistennya,?" ucap Kevin.


"Aku sudah menghubungi nya barusan, dan ini benar yang di tunjukkan olehnya, apa kamu tidak melihat cuma ini rumah besar dari pada yang lain disini,?" ucap Rei.


"Jadi kita harus bagaimana sekarang, apa kita langsung masuk saja?" ucap Aidil.


"Kita mau tunggu apa lagi," saut Kevin.

__ADS_1


"Habis ini kita akan mencari Alfi, jadi jangan terlalu banyak pikiran, kita fokus saja ke satu tujuan dulu," ucap Rei.


"Tunggu dulu, Istriku menelfon," ucap Kevin langsung mengangkat telfonnya.


"Halo," sapa Kevin dan sangat terdengar dengan jelas suara kemarahan istrinya dari dalam sana.


"Kenapa tidak mengatakan yang sejujurnya suami bodoh? kamu membuatku sangat khawatir, cepatlah cari mereka dan pulang kesini, aku tidak sabar ingin mengulitimu," omel istrinya dan langsung mematikan ponselnya.


Rei dan Aidil serta Danial hanya menahan tawanya melihat wajah Kevin.


"Sialan, BIMO SIALANNNNN...!" ucap kesal Kevin.


"Ayo lah kita tidak punya banyak waktu," ucap Aidil langsung keluar dari mobil.


Mereka melangkah masuk, saat mereka di pintu gerbang mereka langsung mengatakan tujuan mereka datang, Satpam disana langsung mengizinkan mereka masuk.


Mereka berdiri didepan pintu, menatap pintu besar tersebut.


"Aku tidak pernah menyangka Elena ternyata anak orang kaya," ucap Kevin.


TOK


TOK

__ADS_1


TOK


Ketukan dan Bel secara beriringan berbunyi, dan tak lama pintu terbuka, mata mereka semua membulat sempurna melihat seseorang yang membuka pintu.


__ADS_2