
Sepulang dari rumah sakit, sikap manja Elena semakin sangat sangat manja dan cengeng, sedangkan Bunda Yuli tiap hari hanya marah-marah pada suaminya, Vera dan Alfa hanya bisa merenungkan bagaimana jika mereka diposisi kedua pasangan tersebut.
Vera menatap yang hampir menghilang, dirinya mengingat sang ayahnya yang sudah lebih dulu ke alam sana, air matanya menetes mengingat dirinya dan ayahnya dulu sangat senang melihat matahari yang akan tenggelam. Hatinya bergumam dengan hati yang sedikit pilu.
“Ayah, Vera sudah menikah, hanya bisa menikmati senja sendiri, matahari yang akan tenggelam, dimana bumi akan gelap gulita, matahari datang untuk menyinari bumi membuat manusia bisa beraktivitas sedangkan diriku hanya bisa menatap matahari yang sangat berguna bagi kehidupan orang lain.
“Apa ayah sudah bahagia melihat Vera disini, Kakak sudah selesai dengan pendidikannya, prestasi kakak sangat bagus tak sebagus putrimu ini, kamu sudah bahagia, Vera akan menjaga Ibu dan Kakak,” Lanjut gumam Vera.
Seseorang datang menepuk pundaknya yang membuat embuat Vera kaget dan dengan segera menghapus air matanya yang menetes.
__ADS_1
“Kau Napa nangis,?” tanya Alfa dengan suara khas dingin.
“Siapa yang nangis, sana kau jangan ganggu aku,!” pinta Elena dengan sangat kesal.
“Ya cengeng,” saut Alfa dan langsung pergi.
“Alfa, kapan kita cerai,?” tanya Vera membuat Alfa sontak menghentikan langkahnya, dan menatap Vera dengan wajah sedikit agak marah.
“Buat apa aku disini, hanya bisa memberikan harapan palsu kepada Bunda dan Daddy,” saut Vera.
__ADS_1
“Maksudmu apa,?” tanya Alfa.
“Bunda dan Daddy dan keluarga kamu sangat berharap aku juga mengandung, aku sangat takut mengecewakan mereka, memberikan mereka harapan palsu, lebih baik aku pergi, kita hanya seperti orang yang tak saling kenal,” Ucap Vera.
“Apa kamu ingin ku hamili,,?” tanya Alfa.
“Tidak, kau bahkan laki-laki yang sangat arogan dan sangat ku benci, maka dari itu aku tidak ingin terus seperti ini, keluargamu sangat baik untukku, aku hanya memberikan balasan dengan kekecewaan dan harapan yang mustahil bagi mereka semua,” ucap Vera.
“Jadi menurutmu, apa Daddy dan Bunda akan tidak kecewa dan sedih jika kamu pergi? Apa kamu tau mereka bahkan lebih sangat menyayangi mu daripadaku, dan apa kata keluargamu padaku? Apa kamu mikir sampai kesana? Danial adalah sahabat ku satu-satunya dan dia punya banyak harapan padaku untuk menggantikannya menjagamu, apa menurutmu berapa banyak orang yang akan kecewa dan membenciku karena hal itu? Apa kamu telah memikirkannya? Pikirkan baik-baik sebelum mengatakan sesuatu, jangan asal memutuskan jika hal itu belum kamu pikirkan sampai ujung, kamu hanya mementingkan diri sendiri,” ucap Alfa dengan suara yang sangat kesal dan pergi begitu saja, pintu ditutup dengan sangat kasar.
__ADS_1
Vera duduk menangis, mencerna semua apa yang dikatakan oleh Alfa, memang benar semua yang dikatakan Alfa padanya, namun dia juga tidak bisa terus seperti ini, pura pura seperti hubungan mereka semakin baik namun kenyataannya hanya rekayasa semata untuk membuat keluarga mereka bahagia, disatu sisi dia juga memikirkan kebaikan Bunda dan Daddy Alfa yang sangat baik padanya, dia kebingungan harus bagaimana, tapi benar yang dikatakan Alfa kekecewaan karena perceraian tidak ada bandingannya dengan hal lainnya.